Category: CARE

Mitos Makan Daging Anjing Pet-Care

Menjawab Mitos Makan Daging Anjing yang Sering Didengar

Mitos makan daging anjing beredar di masyarakat, mulai dari infeksi rabies, tindak kekerasan, hingga pada kualitas yang buruk. Simak penjabarannya berikut ini.

Anjing dikenal sebagai hewan yang ramah dan loyal kepada manusia.

Karenanya, anjing dapat dikategorikan sebagai hewan peliharaan layaknya kucing dan hamster.

Bagi manusia, hewan ini memiliki manfaat baik secara emosional maupun fungsional.

Secara emosional, kehadiran anjing dapat membuat pemiliknya terasa ditemani.

Secara fungsional, anjing seringkali membantu manusia menjaga rumah agar lebih aman.

Di samping kedua fungsi ini,  ada juga kalangan masyarakat yang bahkan tak segan mengonsumsinya.

Daging anjing ternyata tidak baik untuk dikonsumsi, mengingat kejadian luar biasa yang terjadi di Vietnam, yaitu penyebaran rabies.

Agar terhindar dari penyakit, sebaiknya hewan kesayangan Anda rutin dilakukan check-up.

Sudah tersedia layanan vaksinasi di Pet-Care.

Hubungi Call-Center atau gunakan aplikasi Pet-Care, dokter hewan akan datang ke lokasi Anda.

Mitos Makan Daging Anjing

Di sebagian negara mengonsumsi daging anjing dilarang oleh pemerintah karena termasuk bentuk kekerasan terhadap hewan.

Sebaliknya beberapa negara, seperti China, Korea Selatan, dan Filipina makan daging anjing justru dipandang sebagai tradisi.

Di samping mengkonsumsi dagingnya dapat termasuk ke dalam bentuk kekerasan terhadap anjing.

Terdapat hal yang lebih serius untuk diperhatikan jika manusia mengkonsumsi daging anjing, yaitu resiko penularan penyakit dan virus:

  • Mengonsumsi daging anjing beresiko terkena rabies

Rabies merupakan penyakit yang dapat dihindari melalui program vaksinasi.

Menurut World Health Organization (WHO), rabies merupakan penyakit yang tingkat fatalitasnya mencapai 100%.

Penyakit yang terdapat di seluruh benua ini dipercaya berasal dari anjing melalui air liur dan gigitan.

WHO berupaya memberikan tindak pencegahan melalui vaksinasi.

Namun transaksi daging anjing secara bebas membuat pencegahaan ini tidak efektif.

Anjing yang diperjualbelikan tersebut tidak terjamin kesehatannya.

Hal inilah yang menjadikan daging anjing terbilang berbahaya.

  • Anjing memiliki kekebalan terhadap antibiotik

Tidak semua anjing hidup di tempat yang layak.

Menurut Change For Animals Foundation, anjing terbiasa hidup di tempat yang keras.

Mereka diberi makanan dengan kualitas rendah sehingga nutrisinya tidak terpenuhi.

Maka darinya, tingkat infeksi dari suatu penyakit akan semakin tinggi.

Sebagian peternak menanggapinya dengan memberikan anjing antibiotik dan vaksin yang tidak terukur.

Pemberian antibiotik yang berlebihan dapat memicu resistensi antibiotik, di mana kuman yang ada pada tubuh anjing memiliki kekuatan untuk menghancurkan pengaruh antibiotik.

Kuman yang seperti ini bila terdapat pada daging anjing akan justru berkembang.

Kuman yang berkembang akan semakin kuat dan tidak dapat dipungkiri beresiko menular ke manusia melalui kontak, apalagi bila mengkonsumsi dagingnya.

  • Mengonsumsi daging anjing beresiko terkena kolera

Sayangnya, anjing menjadi salah satu hewan yang dapat terdampak penyakit kolera.

Kolera dipercaya bersumber dari drainase dan kualitas air yang terkontaminasi.

Manusia juga dapat terinfeksi bakteri tersebut.

Selain dari kualitas air, bakteri juga dapat bersarang pada daging yang mentah, tak terkecuali pada daging anjing.

Gejala yang dapat terjadi di antaranya diare dan rasa mual.

Bahaya bukan makan daging anjing sembarang? 

Mitos makan daging anjing telah dibuktikan oleh berbagai penelitian, salah satunya yang dilakukan oleh Iowa State University.

WHO juga berupaya semaksimal mungkin untuk menghentikan penyebaran rabies, yakni melalui vaksinasi.

Sudah selayaknya hewan kesayangan Anda mendapat perhatian lebih agar terhindar dari infeksi, baik rabies maupun infeksi lainnya.

Segera hubungi Call-Center agar terkoneksi dengan dokter hewan profesional.Anda juga dapat menggunakan aplikasi Pet-Care untuk berbagai layanan seperti vaksinasi, konsultasi, dan layanan on call.

Dokter Hewan Surabaya Pet-Care

Hewan Kesayangan Anda Sakit? Berikut Fakta dan Layanan Dokter Hewan Surabaya

Anda berdomisili di Kota Pahlawan dan segera membutuhkan tindakan dokter hewan? Ini fakta dan layanan dokter hewan Surabaya.

Memilih untuk mengadopsi hewan peliharaan bukanlah hal yang sepele.

Hewan peliharaan perlu diajak untuk terbiasa dengan lingkungan tempat tinggal manusia agar dapat memberikan suasana berbeda bagi peliharaan Anda.

Beberapa kebutuhan seperti pemeriksaan menyeluruh perlu dilakukan secara berkala.

Namun Anda pecinta hewan tidak usah khawatir, karena layanan Pet-Care sudah tersebar di Jawa dan Bali.

Cukup dengan hubungi Medi-Call Pet-Care Services, dokter hewan bersertifikasi bisa datang ke lokasi Anda.

Anda juga dapat menggunakan Pet-Care yang dapat diunduh melalui Play Store.

Dokter Hewan Surabaya

Dokter hewan di Indonesia terbilang cukup langka.

Menurut data dari PDHI (Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia) per 2020, dari seluruh  permintaan akan dokter hewan, angka dokter hewan di Indonesia hanya mencapai 30%-nya saja atau sekitar 20ribu.

Bagaimana yang terjadi di Surabaya? Simak poin-poin berikut ini.

  • Sekolah kedokteran hewan pertama ada di Surabaya

Pada 1861, Pemerintahan Belanda mendirikan sekolah pertama di Surabaya.

Sekolah tersebut bernama Inlandsche Veeartsen School (IVS) dan menerima penduduk Nusantara.

IVS didirikan oleh Belanda dalam rangka memenuhi kebutuhan hewan ternak esensial seperti kuda.

9 tahun berdiri, IVS diberhentikan karena hanya membuahkan beberapa lulusan saja.

Kebutuhan dokter hewan pada saat itu cukup tinggi, mengingat wabah sampar sapi dan penyakit mulut dan kuku harus segera ditangani.

Menjawab hal tersebut, pada 1914 didirikan kembali sekolah kedokteran hewan dengan nama Nederlands Indische Veeartzen School (NIVS).

  • Dokter hewan Surabaya terbaik ada di sini

Jumlah dokter hewan di Surabaya berdasarkan data Rumah Sakit Hewan Jawa Timur adalah 8 personil.

Tentunya, data tersebut membuat sebagian pet owner merasa kesulitan dalam mencari tempat layanan yang tepat.

Untuk menjawab kekhawatiran Anda, Pet-Care menghadirkan dokter hewan terbaik yang telah memiliki Surat Tanda Register, Surat Izin Praktik dan Sertifikat Perawatan hewan kesayangan.

Tidak usah bimbang, panggil dokter hewan terdekat ke lokasi Anda sekarang.

  • Layanan dokter hewan Surabaya

Kompleksitas yang terjadi di wilayah perkotaan memaksa sebagian masyarakat menggeluti berbagai aktivitas.

Seiring dengan perkembangan teknologi digital, kompleksitas dan spesialisasi tidak menjadi hambatan.

Berbagai perusahaan, khususnya di bidang kesehatan, berupaya untuk meningkatkan fleksibilitasnya.

Misalnya saja Pet-Care dengan layanan dokter hewan ke rumah atau on call.

Layanan yang disediakan di antaranya vaksinasi lengkap anjing dan kucing, suntik rabies, pemeriksaan rutin, dan masih banyak lagi.

Sebagai pecinta hewan, Anda tidak perlu khawatir lagi dalam menentukan pelayanan terbaik bagi hewan kesayangan.

Konsultasi kini menjadi lebih mudah dengan hubungi Medi-Call Pet-Care Services atau dengan gunakan aplikasi Pet-Care pada ponsel pintar Anda.

Cara Merawat Anjing Golden Pet-Care

Yuk, Kenali Cara Merawat Anjing Golden Retriever Berikut Ini!

Mari berkenalan dengan anjing golden retriever! Bagaimana cara merawat anjing golden retriever? Artikel ini akan menjawab rasa penasaran Anda!

Anjing golden retriever merupakan salah satu anjing yang popular untuk dipelihara.

Ini dikarenakan jenis golden retriever disebut sebagai anjing yang ramah untuk keluarga, khususnya anak kecil.

Perangainya yang aktif dan ceria serta perawakannya yang cukup besar membuat asyik untuk diajak bermain bersama, khususnya aktivitas fisik.

Namun, perlu diperhatikan bahwa anjing golden retriever memiliki kelemahan genetik. Sehingga cara merawat anjing golden retriever memerlukan perhatian yang tinggi.

Jangan khawatir, Anda dapat menggunakan layanan panggil dokter hewan ke rumah bersama Pet-Care. Dapatkan layanan yang anabul kesayangan Anda butuhkan dengan menghubungi Call-Center atau aplikasi Pet-Care.

Cara Merawat Anjing Golden Retriever

Ciri-ciri anjing golden retriever biasanya berukuran sedang hingga besar, berkepala lebar, bertelinga pendek, dan bermata ramah dan cerdas.

Hal yang paling menonjol dari anjing retriever adalah bulunya yang berwarna coklat keemasan.

Terlepas dari kepribadian friendly yang membuat anjing golden retriever terlihat mudah dirawat, terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan.

  • Perhatikan makanan yang diberikan

Sebaiknya berikan makanan berkualitas tinggi dengan gizi yang seimbang.

Penting juga untuk memperhatikan porsi dan pola makan anjing kesayangan Anda, tidak terlalu banyak maupun sedikit.

Anjing dapat mengalami obesitas ataupun kekurangan gizi yang dibutuhkan.

Hindari makanan yang dapat menimbulkan reaksi alergi pada anjing kesayangan Anda ini.

  • Ajak golden retriever Anda bermain

Golden retriever adalah anjing yang aktif dan cerdas yang membutuhkan banyak latihan harian dan stimulasi mental.

Sebagian besar anjing golden retriever tidak akan puas hanya dengan bermalas-malasan di sofa.

Anda dapat melempar bola atau tongkat untuk diambil anjing Anda selama sekitar 20 menit dua kali sehari.

  • Berikan latihan agar patuh akan perintah

Memberikan berbagai latihan seperti cara duduk, diam, berbaring, dan datang saat dipanggil dapat membuat anjing patuh akan perintah.

Anda juga dapat melatih anjing golden retriever Anda agar tetap nyaman berjalan dalam tali tuntun. Hal ini akan membuatnya tetap aman dalam berbagai situasi.

  • Periksakan anjing Anda ke dokter hewan secara rutin

Pemeriksaan rutin ke dokter hewan merupakan langkah yang efektif dalam perawatan anjing golden retriever.

Vaksinasi tepat waktu akan membantu anjing Anda agar dapat tumbuh dengan baik dan sehat.

Aktivitas fisik, interaksi, dan kunjungan rutin ke dokter hewan sangat diperlukan untuk menjaga anjing golden retriever Anda tetap sehat dan bahagia.

Layanan panggil dokter hewan Pet-Care ke rumah tersedia untuk membantu memenuhi kebutuhan hewan peliharaan Anda. Unduh aplikasi Pet-Care atau hubungi Call-Center untuk informasinya.

Makanan Kucing Sakit Ginjal Pet-Care

Tidak boleh sembarang! Berikut Makanan Kucing Sakit Ginjal yang Disarankan

Kucing Anda terdiagnosa sakit ginjal? Pola diet apa yang sesuai? Ketahui tips menentukan makanan kucing sakit ginjal melalui artikel berikut.

Dalam keadaan sakit, tubuh anabul bekerja optimal untuk meredakan penyakitnya.

Selain mengetahui gejala sakit ginjal, seperti buang air berlebihan dan nafsu makan menurun, pemberian makanan yang tepat dapat mendukung proses penyembuhan.

Dengan nutrisi yang diperhatikan, kucing akan mampu melawan penyakitnya.

Maka dari itu, kurangi pemberian sembarang makanan yang justru berakibat fatal bagi proses pemulihannya.

Konsultasi dan layanan dokter hewan bisa Anda dapatkan dengan fleksibel hanya dengan menghubungi Call-Center Pet-Care.

Anda juga dapat menggunakan aplikasi Pet-Care yang tersedia pada ponsel pintar Anda.

Makanan Kucing Sakit Ginjal

Sebelum menentukan makanan kucing yang sesuai, ada baiknya Anda mengetahui nutrisi tepat bagi anabul yang terdampak sakit ginjal.

Nutrisi berperan penting dalam menjaga keseimbangan cairan tubuh dan juga membantu mengontrol kesehatan darah.

Apa saja nutrisi yang dibutuhkan saat kucing sakit ginjal? Berikut ini informasi yang Anda perlu ketahui.

  • Protein

Protein berperan mengganti sel-sel yang rusak pada tubuh kucing.

Namun, tidak selamanya protein baik bagi kucing karena kucing sakit ginjal perlu mengurangi kadar protein pada tubuhnya.

Hal tersebut bertujuan agar memperlambat perkembangan penyakit ginjal kronis.

Rendahnya kadar protein juga berarti sedikitnya proses ekskresi, yaitu proses pengeluaran zat-zat sisa metabolisme.

Terlalu rendah juga tidak baik bagi kucing, protein yang baik diharapkan berkisar 28-35% dari biasanya.

Saran makanan bagi diet protein adalah makanan bayi kucing.

  • Cairan

Ginjal kucing yang sakit kurang efektif dalam mengeluarkan zat-zat sisa.

Maka dalam menunjang kinerja ginjal, perlu adanya suplai cairan yang cukup.

Kucing dapat meminum air bersih beberapa kali sehari.

Selain itu, kucing Anda dapat diberi makanan yang cenderung lembap seperti makanan basah.

Makanan basah tersebut dapat dijumpai pada makanan kaleng.

  • Fosfor

Fosfor merupakan salah satu mineral yang banyak terdapat pada tubuh kucing.

Walaupun berperan penting dalam memelihara organ tubuh, fosfor erat kaitannya dengan kinerja ginjal kucing.

Diet fosfor dimaksudkan agar ginjal kucing yang sedang sakit tidak bekerja keras.

Makanan kucing sakit ginjal jelas berbeda dengan makanan reguler.

Anda dapat pertimbangkan makanan kucing formula khusus dengan penyesuaian kandungan protein, karbohidrat, dan fosfor.

Produsen makanan diet ginjal diantaranya Royal Canin, Hill’s Prescription, dan Blue Buffalo.

Kucing sakit ginjal memiliki berbagai pantangan dalam pola dietnya.

Pantangan yang dimaksud adalah kandungan zat tertentu yang jumlahnya terlalu sedikit atau malah berlebihan, misalnya kadar protein.

Oleh karenanya, penting untuk menjaga nutrisi dan suplai cairan pada kucing kesayangan Anda agar kinerja ginjal kucing dapat normal kembali.

Dokter hewan akan membantu kucing Anda dengan pemberian formulasi makanan khusus diet ginjal.

Untuk informasi lebih lanjut, Anda dapat hubungi Call-Center atau gunakan aplikasi Pet-Care yang tersedia secara gratis di gawai Anda.

Fakta Kucing Munchkin Pet-Care

Intip Fakta Kucing Gemas Berkaki Pendek, Kucing Munchkin!

Belum familiar dengan kucing unik bernama kucing munchkin? Simak artikel berikut yang berisi tentang apa saja fakta kucing munchkin!

Kucing munchkin dikenal sebagai kucing yang berkaki pendek yang merupakan hasil dari mutasi genetik.

Terdapat berbagai jenis warna dan bulu pada ras kucing munchkin, tetapi satu hal yang tetap sama adalah kaki pendeknya.

Kucing munchkin juga disebut-sebut mirip dengan anjing dachshund, dengan telinga berbentuk segitiga dan mata yang besar.

Untuk perawatan kucing munchkin sendiri terbilang tidak mudah.

Namun, kucing munchkin ideal untuk dijadikan peliharaan apabila Anda dapat merawatnya dengan baik dan benar.

Anda dapat menggunakan layanan panggil dokter hewan Pet-Care ke rumah melalui Call-Center atau unduh aplikasi Pet-Care untuk membantu perawatan anabul kesayangan Anda.

Fakta Kucing Munchkin

Kucing munchkin tergolong sebagai kucing berukuran kecil hingga sedang.

Panjang kaki munchkin biasanya 5 sampai 7,6 cm dari kucing normal.

Dibandingkan dengan kucing normal, kucing munchkin akan lebih pendek antara 5 sampai 12,7 cm.

Selain kakinya yang pendek, berikut fakta-fakta kucing munchkin.

  • Ras kucing yang kontroversial

Saat pertama kali ditunjukkan ke publik, penampilan fisik kucing munchkin yang ‘unik’ membuat beberapa pihak merasa tidak nyaman.

Meskipun para ahli mengatakan bahwa kucing tersebut lahir secara sehat, pihak-pihak tersebut tetap tidak mengindahkannya.

Ras kucing munchkin akhirnya diakui oleh The International Cat Association (TICA) pada tahun 2003.

  • Berkaki pendek namun gesit dan lincah

Kekuatan yang dimiliki kucing munchkin adalah kecepatannya dalam berlari.

Terlebih lagi, kucing munchkin memiliki banyak energi yang membuatnya gesit dan lincah saat berlari.

Meski demikian, kakinya yang pendek membuat kucing munchkin kesulitan dalam melompat dan memanjat tempat yang tinggi.

  • Risiko kesehatan akibat bertubuh pendek

Tubuhnya yang pendek terkadang dapat menyebabkan adanya masalah kesehatan genetik.

Kucing munchkin seringkali mengalami masalah kesehatan pada daerah tulang belakang dan dada.

Kucing munchkin juga berisiko tinggi terkena osteoarthritis atau peradangan kronis pada sendi.

  • Berusia yang cukup panjang

Meskipun terdapat beberapa risiko kesehatan akibat bertubuh pendek, kucing munchkin tergolong sebagai kucing yang sehat.

Terlepas dari kelainan genetik yang dialaminya, kucing munchkin dapat berumur 12 hingga 14 tahun lamanya.

Diperlukannya vaksinasi dan diperiksakan secara teratur untuk mendukung kelangsungan hidup kucing munchkin.

Anda bisa mendapatkan layanan vaksin untuk hewan peliharaan Anda dengan layanan panggil dokter hewan ke rumah bersama Pet-Care. Hubungi Call-Center atau unduh aplikasi Pet-Care untuk informasi selengkapnya.

Cara Memandikan Kucing Pet-Care

Tidak Perlu Pusing! Begini Cara Memandikan Kucing yang Tepat

Apakah Anda sudah mengetahui cara memandikan kucing kesayangan Anda secara tepat? Bagaimana, sih, caranya? Berikut panduannya!

Kucing merupakan hewan yang dapat membersihkan dirinya sendiri.

Kucing dapat menjaga kebersihan tubuhnya dengan anggota tubuhnya seperti lidah, gigi, dan cakar.

Beberapa kucing lebih memilih untuk membersihkan dirinya dengan menjilati dirinya atau menggulingkan dirinya di atas pasir.

Meski demikian, kucing Anda tetap membutuhkan bantuan untuk tetap bersih apabila sang anabul sudah sangat kotor.

Selain itu, kucing perlu dimandikan apabila terpapar sesuatu yang membahayakan, seperti semprotan beracun hingga terkena parasit.

Cara memandikan kucing yang tepat tentunya harus disertai ketekunan dan kehati-hatian.

Anda dapat menghubungi dokter hewan Pet-Care untuk berkonsultasi maupun mendapatkan layanan panggil dokter hewan ke rumah melalui Call Center atau aplikasi Pet-Care.

Cara Memandikan Kucing

Memandikan kucing bisa dibilang sebagai sesuatu yang menantang.

Tidak semua kucing menyukai air, sehingga seringkali memberontak ketika dimandikan.

Selain menggunakan air, salah satu cara memandikan kucing ialah menggunakan handuk yang sudah dibasahi air hangat.

Hindari memandikan kucing terlalu sering karena berpotensi merusak bulu dan menyebabkan iritasi pada kulit kucing.

Hal-hal berikut dapat Anda perhatikan sebelum memandikan anabul kesayangan Anda.

  • Potong kuku kucing sebelum dimandikan

Beberapa hari sebelum dimandikan, Anda dapat memotong kuku anabul kesayangan Anda.

Selain untuk kenyamanan sang anabul, Anda juga dapat terhindar dari potensi tercakar saat memandikan.

  • Sisir bulu kucing sebelum dimandikan

Bulu kucing perlu disisir secara teratur agar tidak kusut maupun rontok.

Untuk menghilangkan bulu tersebut, Anda dapat menyisir bulu anabul kesayangan Anda sebelum dimandikan.

  • Gunakan sampo khusus kucing

Hindari penggunaan sampo khusus manusia karena tingkat pH yang dimiliki tentunya berbeda dengan tubuh kucing.

Pastikan bahan sampo tersebut tidak mengandung bahan kimia maupun parfum yang kuat.

  • Gunakan air hangat

Untuk menghindari kucing merasa stress, kucing akan lebih tenang dan rileks apabila dimandikan dengan air hangat.

Pastikan air tidak lebih tinggi dari kaki anabul kesayangan Anda.

Hindari memakai air yang terlalu panas.

  • Bersihkan secara menyeluruh

Mulailah dengan mengoleskan sampo ke bagian leher kucing Anda, diikuti oleh tubuh, kaki, dan ekor.

Hindari air masuk ke mata, hidung, dan telinga kucing.

Pastikan kucing Anda dibilas secara menyeluruh.

  • Keringkan secara sempurna

Segera balut kucing Anda menggunakan handuk setelah dimandikan.

Anda dapat menyisir bulunya agar mempercepat pengeringan, khususnya kucing yang bulunya tergolong panjang seperti kucing persia.

Hindari pemakaian pengering rambut untuk mencegah resiko membakar kulit kucing Anda secara tidak sengaja.

Melakukan grooming dan memandikan kucing bukanlah perkara mudah apabila kucing kerap kali merasa tidak nyaman ketika disisir maupun dimandikan.

Jangan khawatir, layanan dokter hewan Pet-Care ke rumah hadir untuk Anda! Hanya dengan menghubungi Call Center Pet-Care, Anda bisa mendapatkan layanan yang Anda butuhkan untuk hewan peliharaan Anda.

Cara Merawat Anak Kucing Pet-Care

Cara Merawat Anak Kucing yang Baru Lahir, Perlu Diketahui!

Apakah kucing kesayangan Anda baru saja melahirkan? Seperti apa sajakah cara merawat anak kucing yang baru lahir? Simak artikel berikut!

Untuk merawat anak kucing yang baru lahir tentu membutuhkan pengetahuan khusus tentang perawatannya.

Anak kucing yang baru lahir masih sangatlah rentan sehingga Anda perlu memperhatikan yang ada di sekelilingnya dalam keadaan bersih dan streril.

Anda juga perlu memperhatikan nutrisi yang dibutuhkan.

Selain itu, Anda juga perlu memeriksa dan memastikan apabila ada hal yang janggal dari segi perilaku atau penampilan fisik anabul kesayangan Anda.

Terlepas dari upaya terbaik yang sudah Anda berikan, beberapa anak kucing yang baru lahir cenderung sulit untuk bertahan hidup. 

Bahkan, beberapa penelitian menyebutkan bahwa angka kematian anak kucing bisa mencapai 40%.

Jangan khawatir, Anda dapat konsultasikan perihal anabul kesayangan Anda hingga panggil dokter hewan Pet-Care ke rumah hanya dengan menghubungi Call-Center atau menggunakan aplikasi Pet-Care.

Cara merawat anak kucing

Anak kucing yang baru lahir biasanya dirawat langsung oleh induknya. Apabila sang induk tidak ada, maka Anda dapat turun tangan langsung dalam merawat anak kucing tersebut.

Langkah-langkah berikut dapat membantu Anda dalam perawatan anak kucing kesayangan Anda yang baru lahir:

  • Batasi kontak dengan anak kucing yang baru lahir

4 minggu pertama merupakan usia yang krusial bagi anak kucing yang baru lahir. Sistem imun anak kucing di usia tersebut tergolong rendah sehingga rentan terhadap penyakit dan infeksi.

Batasi jumlah orang yang melakukan kontak langsung dengan anak kucing yang baru lahir tersebut. Pastikan tangan Anda selalu dalam keadaan bersih sebelum dan sesudah melakukan kontak langsung.

Jangan mencampur anak kucing yang sehat dan sakit dalam satu tempat.

  • Jaga kehangatan tubuh anak kucing

Anak kucing yang baru lahir cenderung mudah merasa kedinginan. 

Untuk menjaga suhu tubuh anak kucing, Anda dapat menyediakan tempat tidur atau kotak yang kemudian sepenuhnya dilapisi selimut atau handuk yang lembut.

  • Perhatikan pemberian makan pada anak kucing

Anak kucing ini harus diberi susu botol yang merupakan pengganti dari susu kucing yang tersedia dalam bentuk bubuk atau cair. 

Jangan beri anak kucing Anda susu sapi atau kambing karena hal ini akan membuatnya sakit, seperti diare.

Anda juga dapat membaca lebih lanjut mengenai betapa bahaya memberikan susu kepada kucing.

Dalam usia 4 minggu pertama, disarankan untuk menghubungi dokter hewan untuk membantu dalam perawatan anabul Anda.

Jika Anda mengalami kesulitan, Anda bisa mendapatkan bantuan profesional dari dokter hewan Pet-Care melalui Call-Center atau aplikasi Pet-Care untuk datang ke rumah dan membantu Anda untuk memeriksa hewan kesayangan Anda tanpa perlu khawatir.

Manfaat Memelihara Kucing Pet-Care

Hendak Memiliki Kucing? Beberapa Manfaat Memelihara Kucing Secara Psikologis

Bagi sebagian orang, kucing memang menggemaskan. Ternyata ada loh beberapa manfaat memelihara kucing secara psikologis di rumah Anda.

Kucing merupakan hewan peliharaan yang cukup populer, walau terbilang mudah, merawat kucing tidak bisa sembarangan.

Perlu adanya ketelitian dan komitmen, mulai dari pemberian makanan yang tepat, merawat bulu kucing secara rutin, hingga penyediaan kotak pasir.

Selain itu, layaknya manusia, kucing juga perlu secara rutin mengunjungi dokter hewan.

Anda dapat menghubungi layanan Pet-Care untuk berkonsultasi mengenai cara memelihara kucing dengan baik.

Tersedia juga sterilisasi, vaksinasi, dan perawatan lain seperti grooming untuk menunjang kesehatan kucing kesayangan Anda.

Cukup dengan menghubungi Call-Center atau menggunakan aplikasi Pet-Care, dokter hewan akan segera datang ke lokasi Anda.

Manfaat Memelihara Kucing

Memelihara kucing dapat memberikan manfaat bagi pemiliknya.

Selain manfaat bagi jasmani, memelihara kucing juga mendatangkan manfaat bagi psikologis pemiliknya.

Berikut ini merupakan manfaat memelihara kucing terutama bagi psikologis yang perlu Anda ketahui agar dapat dimaksimalkan dengan baik:

  • Mencegah stres dan anxiety

Di waktu luang Anda, bermain dengan kucing kesayangan membuat suasana hati Anda membaik.

Senyawa kimia pada otak, seperti oksitosin dan dopamin dilepas, hal ini dapat membuat Anda semakin rileks serta membantu menjaga sirkulasi darah.

Maka dari itu, senyawa kimia otak dapat membuat Anda merasa senang sehingga menurunkan kecemasan dan tekanan darah Anda.

Bahkan, penelitian menunjukan bahwa memelihara kucing dapat menenangkan sistem saraf.

  • Mengurangi perasaan kesepian

Manfaat memelihara kucing yang lain adalah Anda tidak akan lagi merasa sendiri.

Kucing dapat menjadi peliharaan yang penuh afeksi bagi Anda sehingga merasa seperti ditemani.

Kontak fisik dan sentuhan dapat membantu Anda melepas dari perasaan kesepian yang selama ini menghantui.

  • Mencegah Anda dari gangguan mental

Memiliki kucing sama saja dengan Anda memiliki selingan yang positif.

Anda cenderung tidak akan lagi mengalami overthinking dan membantu Anda keluar dari permasalahan mental seperti PTSD (Post-Traumatic Stress Disorder), yakni gangguan yang terjadi setelah mengalami suatu peristiwa.

Hal ini disebabkan kucing dapat membantu pemiliknya meringankan beban pikiran.

  • Meningkatkan self-esteem

Pemilik kucing cenderung memiliki penghargaan diri yang lebih tinggi daripada mereka yang tidak.

Memelihara kucing dipercaya mampu membuat pemiliknya berpikir lebih jernih, sehingga menyadari akan pentingnya penghargaan diri.

Setelah membaca artikel di atas, Anda dapat mempertimbangkan mengadopsi kucing di sekitar Anda dengan memperhatikan kesehatannya.

Medical check-up merupakan salah satu cara memonitor kesehatan kucing Anda yang dapat dengan mudah dilakukan melalui layanan Pet-Care.

Dapatkan layanan dokter hewan di Pet-Care dengan menghubungi Call-Center atau menggunakan aplikasi Pet-Care.

Kulit Kucing Juga Butuh Perawatan! Berikut Ini Cara Merawat Kulit Kucing

Sama seperti manusia, kulit kucing juga harus dirawat loh! Simak berbagai cara merawat kulit kucing yang tepat berikut ini!

cara merawat kulit kucing Pet-Care

Kulit dan bulu pada kucing bukan hanya untuk penampilan saja, tetapi juga sebagai cerminan dari kesehatan kucing tersebut.

Kulit kucing yang sehat dapat menjadi cara pencegahan kutu yang efektif serta meningkatkan nutrisi pada kucing.

Kucing merupakan hewan yang rentan terhadap berbagai masalah kulit seperti infeksi kulit, parasit, alergi dan masih banyak lagi.

Tanda-tanda kucing Anda mengalami masalah pada kulitnya adalah seringnya menggaruk serta menjilat kulit.

Jika Anda menemukan kucing terus-menerus menggaruk dan menjilat kulit sebaiknya segera periksakan ke dokter hewan, ini mungkin gejala suatu penyakit.

Saat ini terdapat layanan panggil dokter hewan Pet-Care ke rumah untuk memeriksa kondisi kesehatan hewan Anda, dapatkan dengan menghubungi Call-Center Pet-Care.

Cara Merawat Kulit Kucing

Kucing merupakan hewan yang aktif dan gemar berlarian baik di dalam rumah maupun di luar rumah.

Tetapi, berlarian terutama di luar rumah dapat menyebabkan kulitnya bergesekan dengan benda-benda asing sehingga bakteri dan virus dapat menempel pada kulit.

Ini menyebabkan berbagai masalah kulit pada kucing, oleh karenanya penting bagi pemiliknya untuk mengetahui cara merawat kulit kucing.

Berikut ini beberapa cara merawat kulit kucing yang bisa Anda lakukan di rumah:

  • Makanan penuh nutrisi

Cara merawat kulit kucing yang pertama adalah dengan memberikannya makanan penuh nutrisi.

Asam lemak omega-6 dan omega-3 sangat penting menutrisi kulit dan bulu kucing.

Kandungan asam lemak omega-6 dan omega-3 biasanya terdapat pada minyak ikan.

Selain itu pastikan juga memberikan kucing Anda makanan yang mengandung protein, lemak, karbohidrat, mineral, dan vitamin yang dapat dicerna.

  • Memberikan suplemen

Merawat kulit kucing selanjutnya dapat dilakukan dengan memberikan suplemen.

Suplemen dapat membantu mengatasi kulit gatal, terkelupas serta bulu yang kering pada kucing.

  • Mencegah kutu

Merawat kulit kucing selanjutnya adalah dengan melakukan perawatan mencegah kutu.

Kutu merupakan sumber utama dari gatal dan masalah kulit pada kucing serta hewan lainnya.

Jika tidak melakukan perawatan mencegah kutu, kucing akan terus-menerus menggaruk kulit yang gatal sehingga dapat menyebabkan luka dan kebotakan.

Mencegah kutu dapat dilakukan dengan memberikan produk anti-kutu untuk kucing.

Sebaiknya menggunakan produk pencegahan kutu yang memang khusus untuk kucing dan bukan untuk anjing.

Ini dikarenakan beberapa formula obat anjing tidak cocok untuk kondisi kulit kucing.

  • Grooming

Merawat kulit kucing lainnya dapat dengan melakukan grooming secara rutin.

Menyikat dan menyisir bulu kucing secara teratur dapat mengembalikan minyak alami pada bulu, menghilangkan kotoran, debu dan lain-lain.

Ini juga bisa menjadi kesempatan bagi pemilik untuk mencari tahu apakah ada yang benjolan atau pembengkakan di area kulit kucing peliharaan.

Melakukan grooming bagi beberapa pemilik hewan tidaklah mudah terutama bagi kucing yang tidak terbiasa dengan sisir dan air.

Namun jangan khawatir Anda bisa menggunakan layanan dokter hewan Pet-Care ke rumah untuk melakukan grooming pada hewan kesayangan di rumah cukup dengan menghubungi Call-Center Pet-Care.