Category: CARE

Anjing Diare? Cegah Dengan Vaksin Parvovirus Sesuai Jadwal

Pernah mendangar tentang vaksin parvovirus?

Anjing yang muntah atau diare hingga berdarah mungkin terkena parvovirus. Virus ini dapat bertahan di lingkungan selama berbulan-bulan. Virus ini mudah menyebar antar anjing melalui kontak dengan kotoran yang terkontaminasi.

Parvovirus mudah menular dan menyerang anjing, terutama anak anjing yang belum divaksinasi. Oleh karena itu, anak anjing penting untuk diberikan vaksin Parvovirus sesuai jadwal.

Bagi anda yang masih bingung tentang Parvovirus, artikel ini akan membahas parvovirus, pencegahannya, dan jadwal vaksinasi yang tepat.

Yuk, pelajari bersama!

Apa itu Parvovirus pada Anjing?

Parvovirus pada anjing merupakan salah satu penyakit yang menular dan dapat mempengaruhi hewan peliharaan. Dikenal secara resmi sebagai Canine Parvovirus (CPV), virus ini dapat menginfeksi anjing dari segala usia, tetapi biasanya anak  anjing yang belum divaksinasi berisiko tertinggi terkena virus ini.

Parvovirus merupakan virus yang sangat menular dan berbahaya bagi anjing, terutama anak anjing. Virus ini menyerang sistem pencernaan dan dapat menyebabkan dehidrasi, diare berdarah, dan kematian. 

Penyebab Parvovirus pada Anjing?

Parvovirus pada anjing disebabkan oleh Canine Parvovirus, yang terutama menyerang saluran pencernaan. Virus ini dapat bertahan dalam lingkungan selama berbulan-bulan hingga bertahun-tahun, sehingga dapat dengan mudah menular melalui kontak langsung dengan kotoran anjing yang terinfeksi atau melalui lingkungan yang terkontaminasi.

Gejala Parvovirus pada Anjing

1. Anjing yang terinfeksi Parvovirus sering muntah secara berulang.

2. Diare yang berair, berbau busuk, dan berdarah adalah gejala umum Parvovirus.

3. Anjing yang terinfeksi Parvovirus cenderung kehilangan nafsu makan dan menjadi lemah.

4. Karena muntah dan diare berat, anjing dapat mengalami dehidrasi yang parah.

5. Demam juga dapat terjadi pada anjing yang terinfeksi Parvovirus.

Agar anjing tidak terkena Parvovirus, maka lakukan vaksinasi. Vaksinasi merupakan salah satu cara paling efektif untuk melindungi anjing Anda dari berbagai penyakit menular, termasuk Parvovirus. 

Bagaimana Vaksin Parvovirus Bekerja?

Vaksin parvovirus adalah vaksin yang dirancang untuk memicu sistem kekebalan tubuh anjing untuk melawan virus parvovirus. Vaksinasi Parvovirus bekerja dengan memperkenalkan antigen yang dilemahkan atau dimatikan dari virus Parvovirus ke dalam tubuh anjing. 

Sistem kekebalan tubuh anjing merespons antigen ini dengan memproduksi antibodi yang dapat melawan virus asli jika anjing tersebut terpapar virus secara alami di kemudian hari. Dengan cara ini, vaksin membantu melatih sistem kekebalan tubuh anjing untuk mengenali dan melawan virus Parvovirus dengan lebih efektif.

Pentingnya Vaksin Parvovirus pada Anjing?

1. Perlindungan Terhadap Penyakit Serius

Vaksinasi Parvovirus memberikan perlindungan terhadap penyakit yang serius dan mematikan pada anjing. Dengan memvaksinasi anjing, membantu melindungi kesehatannya dan meningkatkan peluang untuk hidup lebih lama dan lebih sehat.

2. Pencegahan Penyebaran Penyakit

Vaksinasi tidak hanya melindungi anjing, tetapi juga membantu mencegah penyebaran Parvovirus pada anjing lain. Dengan memutuskan rantai penularan, membantu menjaga kesehatan seluruh populasi anjing.

3. Investasi Kesehatan Jangka Panjang

Biaya vaksinasi jauh lebih murah daripada biaya perawatan yang diperlukan jika anjing terinfeksi Parvovirus. Dengan melakukan vaksinasi secara teratur,  menjaga anjing tetap sehat dan berumur panjang.

Jadwal Vaksin Parvovirus pada Anjing

Jadwal vaksinasi Parvovirus untuk anjing akan bervariasi tergantung pada faktor-faktor seperti usia anjing, status vaksinasi sebelumnya, kondisi kesehatan, dan rekomendasi spesifik dari dokter hewan yang merawatnya. Berikut, jadwal umum mengenai vaksinasi parvovirus.

Vaksinasi Primer

Vaksinasi ini membantu membangun kekebalan awal anjing terhadap Parvovirus.

  • Anjing biasanya menerima vaksinasi Parvovirus sebagai bagian dari vaksinasi rutin yang diberikan pada usia muda, seringkali mulai dari usia 6-8 minggu.
  • Vaksinasi primer biasanya terdiri dari serangkaian dosis vaksin, yang diberikan dalam interval tertentu, biasanya setiap 2-4 minggu sampai anjing mencapai usia 16 minggu.

Booster dan Vaksinasi Tahunan

  • Setelah vaksinasi primer selesai, anjing biasanya mendapatkan vaksinasi booster satu tahun setelah dosis terakhir dari seri vaksinasi primer.
  • Setelah itu, vaksinasi Parvovirus biasanya diperbarui setiap tahun atau sesuai dengan rekomendasi dari dokter hewan.
  • Vaksinasi tahunan atau revisi vaksinasi secara berkala membantu memperkuat kekebalan anjing terhadap Parvovirus dan memastikan perlindungan yang berkelanjutan.

Penting untuk diingat bahwa hanya dokter hewan yang dapat memberikan rekomendasi yang tepat mengenai jadwal vaksinasi Parvovirus untuk anjing.

Oleh karena itu, Konsultasikan dengan  dokter hewan terdekat melalui  Call Center Pet Care untuk merencanakan jadwal vaksinasi yang sesuai dan memberikan perlindungan terbaik bagi sahabat empat kaki.

Namun, jika takut untuk membawa anjing ke Pet Shop, Pet Care menyediakan layanan vaksinasi yang siap datang ke rumah. Tenaga medis dari Pet Care bersertifikat lengkap dan berpengalaman.

Sekarang, vaksin parvovirus tidak perlu repot keluar rumah, ayanan dokter hewan dari Pet Care dapat dilakukan langsung di rumah atau lokasi Anda.

Grooming Anjing Ke Rumah Solusi Hemat Tanpa Ke Salon

Grooming anjing ke rumah adalah cara agar anjing bahagia, cantik dan sehat tanpa perlu ke salon. Walaupun ada banyak cara lain untuk memberikan kesehatan anjing seperti memberi makanan berkualitas, mencukupi kebutuhan olahraga, memberikan cinta dan perhatian. 

Namun, grooming anjing adalah hal yang penting dan utama bagi anjing. Grooming dapat mempengaruhi kesehatan fisik dan mental anjing. lho. 

Memilih layanan grooming anjing yang tepat memberikan banyak manfaat bagi pemilik dan anjing kesayangan. Di era modern ini, banyak pemilik anjing yang memilih untuk melakukan grooming di rumah sebagai alternatif yang lebih hemat dan praktis dibandingkan dengan pergi ke salon.

Yuk, ketahui keuntungan menggunakan layanan grooming anjing ke rumah!

Hemat Waktu dan Biaya

Di era modern yang serba cepat, kesibukan menjadi hal yang tak terelakkan. Tak jarang, hal ini berimbas pada perawatan hewan peliharaan, seperti anjing. 

Mengantar dan menjemput anjing ke salon grooming bisa memakan waktu dan tenaga. Di sinilah layanan grooming anjing ke rumah menjadi solusi praktis yang semakin populer.

Layanan grooming ke rumah menghemat waktu dan biaya transportasi. Pemilik tak perlu repot mengantarkan dan menjemput anjing ke salon, sehingga waktu dan energi dapat dialokasikan untuk hal lain.

Pemilik dapat memilih waktu grooming yang sesuai dengan jadwal mereka. Layanan grooming ke rumah umumnya menyediakan layanan di luar jam kerja, sehingga pemilik tak perlu mengambil cuti atau meninggalkan pekerjaan.

Perawatan oleh Groomer Profesional

Groomer yang datang ke rumah merupakan profesional terlatih dan berpengalaman. Mereka akan membawa peralatan grooming yang lengkap dan berkualitas agar hasilnya pun maksimal. 

Groomer dapat memberikan perhatian dan fokus yang lebih personal kepada anjing. Hal ini menyebabkan grooming menjadi lebih menyeluruh dan sesuai dengan kebutuhan anjing.

Keamanan dan Kenyaman Anjing Terjamin

Kebanyakan pemilik merasa kerepotan jika harus membawa anjing ke pet shop karena anjing biasanya melakukan penolakan selama di perjalanan menuju pet shop. Hal ini tentunya merepotkan dan dapat membuat anjing stress.

Belum lagi anjing yang menolak ketika bertemu dengan orang asing atau berada di lingkungan yang baru. Selain anjing, pemilik pun bisa stress menghadapi hal ini.

Grooming di rumah akan membuat anjing merasa lebih tenang dan rileks karena  berada di lingkungan sendiri, dikelilingi oleh aroma dan orang-orang yang dikenalnya. Tidak ada suara bising, bau asing, atau anjing lain yang dapat membuat anjing stres. 

Groomer akan fokus pada satu anjing saja selama proses grooming. Para groomer akan memberikan perhatian dan kasih sayang yang maksimal selama proses perawatan. 

Karena proses perawatan dilakukan di rumah, anjing tidak akan terpapar penyakit yang mungkin ditularkan oleh anjing lain. 

Tips Memilih Layanan Grooming Anjing Ke Rumah

  • Pastikan groomer memiliki reputasi baik dan berpengalaman.
  • Tanyakan jenis perawatan yang ditawarkan dan pastikan sesuai dengan kebutuhan anjing.
  • Mintalah rekomendasi dari teman atau keluarga yang pernah menggunakan layanan grooming anjing ke rumah.
  • Bandingkan harga dan layanan dari beberapa penyedia jasa sebelum memilih.

Kini, Pet Care menyediakan layanan grooming kucing dan anjing yang bisa datang ke rumah khusus Area Jakarta. Grooming menjadi mudah dan praktis tanpa ribet dengan groomer profesional.

Pemesanan layanan grooming dari Pet Care mudah dilakukan dan biaya terjangkau serta transparan. 

Pesan sekarang melalui layanan Pet Care dan nikmati pelayanan grooming oleh profesional yang siap datang ke rumah.

Penyebab Katarak pada Anjing dan Cara Pencegahannya

Katarak pada anjing adalah kondisi di mana lensa mata menjadi keruh, sehingga menghalangi cahaya masuk ke mata dan menyebabkan penglihatan kabur atau bahkan kebutaan. 

Katarak dapat terjadi pada anjing dari segala usia, ras, dan jenis kelamin, tetapi lebih sering terjadi pada anjing tua.

Untuk menjaga kesehatan anjing dengan baik, penting untuk memahami penyebab yang mendasarinya. Yuk, kenali penyebab umum katarak pada anjing!

Usia

Seperti manusia, anjing juga rentan terhadap perkembangan katarak seiring bertambahnya usia. Proses penuaan secara alami dapat menyebabkan perubahan pada lensa mata, yang akhirnya dapat mengakibatkan katarak.

Genetik

Faktor genetik berperan penting dalam perkembangan katarak anjing. Beberapa ras anjing cenderung memiliki genetik yang lebih tinggi terkena katarak dibandingkan yang lain. Misalnya, anjing Golden Retriever, Cocker Spaniel, dan Poodle memiliki kecenderungan genetik yang lebih tinggi terhadap katarak dibandingkan dengan beberapa ras lainnya.

Trauma Mata

Trauma terhadap mata, baik karena kecelakaan atau cedera lainnya dapat menjadi pemicu perkembangan katarak anjing. Benturan keras pada mata dapat merusak struktur lensa, menyebabkan perubahan yang mengarah pada katarak.

Penyakit atau Kondisi Medis

Beberapa penyakit atau kondisi medis lainnya, seperti diabetes mellitus, hipotiroidisme, atau penyakit inflamasi, juga dapat meningkatkan perkembangan katarak anjing. Gangguan metabolik atau autoimun tertentu dapat mengganggu keseimbangan kimia dalam mata yang pada akhirnya dapat menyebabkan katarak.

Penggunaan Obat-obatan Tertentu

Penggunaan obat-obatan tertentu dalam jangka panjang atau dalam dosis yang tinggi ternyata memiliki efek samping. Efek samping ini merugikan mata anjing dan dapat menyebabkan perkembangan katarak.

Gejala Katarak pada Anjing

  • Mata terlihat keruh atau berkabut
  • Penglihatan kabur atau kebutaan
  • Mata sensitif terhadap cahaya
  • Mata berair
  • Sering mengedipkan mata
  • Kesulitan melihat dalam cahaya redup
  • Menabrak benda atau tersandung

Mengatasi Katarak pada Anjing

Ketika anjing Anda didiagnosis menderita katarak, langkah pertama yang penting adalah berkonsultasi dengan  dokter hewan terdekat melalui layanan Pet Care. Dengan menghubungi call center Pet Care dokter hewan terdekat dari lokasi anda akan melakukan pemeriksaan menyeluruh.

Untuk mengurangi resiko perkembangan katarak dapat dilakukan pencegahan sebagai berikut:

  • Mengontrol diabetes anjing 
  • Melindungi mata anjing dari cedera
  • Memberikan makanan yang sehat dan bergizi kepada anjing 
  • Jauhkan benda-benda berbahaya dari jangkauan anjing

Turkish Van si Kucing Pencinta Air

Biasanya kucing akan takut atau menghindar jika terkena air. Tetapi berbeda dengan kucing satu ini, Turkish Van ini justru dikenal karena suka dengan air. Mereka bahkan suka berendam di air, lho. 

Kucing Turkish Van memiliki bulu yang indah, dan kepribadiannya yang aktif. Jika berencana memelihara kucing unik ini, berikut fakta unik dan cara perawatannya. Yuk, kita pelajari bersama!

Bentuk Fisik Unik

Turkish Van adalah kucing berbadan besar dengan bulu yang panjangnya sedang dan tebal. Berat badan van Turki jantan dapat mencapai sekitar 16 pon atau 7 kg, sedangkan van Turki betina dapat mencapai sekitar 12-14 pon atau 5-6 kg.

Seperti kucing besar lainnya, kucing Van Turki mencapai umur dewasa setelah 3-5 tahun. Mereka bisa hidup selama 17 sampai 20 tahun. Van Turki memiliki kepala yang lebar dan berbentuk segitiga, dengan hidung yang panjangnya sedang, tulang pipi yang menonjol, dagu yang kecil, serta telinga yang lebar dan panjang.

Bulu kucing ini memiliki tekstur yang unik dan tahan terhadap air. Bulu-bulunya panjang, lembut, dan sering kali memiliki pola warna yang khas, dengan tubuh putih dan “topi” warna pada kepala.

Turkish Van Hobi Berenang

Turkish Van memiliki bulu berwarna putih elegan dengan marking merah di wajah dan ekornya yang lebat. Julukan “kucing renang” disematkan pada ras ini karena kebiasaan mereka yang senang bermain air. 

Legenda Turki kuno bahkan bercemengatakan rita bahwa kucing Turkish Van melompat dari Bahtera Nuh dan berenang ke darat saat banjir surut. Meskipun terdengar mustahil, kesukaan Turkish Van terhadap air bukanlah mitos.  

Diceritakan pada tahun 1955, turis pecinta kucing melihat beberapa kucing mirip Anggora Turki asyik berenang di Danau Van, Turki.

Apa yang membuat Turkish Van berbeda dengan kucing lainnya? Rahasianya terletak pada bulunya yang unik. Lapisan bulunya memiliki tekstur khusus yang tahan air. 

Bulu bagian bawahnya memiliki lapisan berminyak tipis yang membantu air mengalir dan tidak meresap ke kulit.  Selain itu, bulunya yang juga cepat kering, membuat mereka nyaman setelah bermain air.

Salah Satu Ras Kucing Langka

Turkish Van adalah salah satu ras kucing paling langka di dunia. Diperkirakan hanya ada sekitar 2.000 ekor di seluruh dunia.

Karena dianggap langka dan memiliki standar yang ketat, program pengembangbiakan untuk ras kucing asal Turki ini pun tergolong sedikit.

Meskipun langka, kucing ini masih bisa ditemukan di breeder khusus atau penampungan kucing tertentu.  Namun, harganya bisa lebih mahal dibandingkan ras kucing lainnya yang lebih umum.

Sifat Turkish Van

Turkish Van dikenal sebagai kucing yang penyayang dan setia kepada pemiliknya. Mereka senang menghabiskan waktu dengan keluarga manusia dan tidak segan menunjukkan kasih sayang.

Selain itu, kucing ini juga terkenal cerdas. Kecerdasannya membuat mereka mudah dilatih. Anda bisa mengajarkan mereka berbagai trik dan permainan dengan kesabaran dan pendekatan positif.

Kucing ini termasuk aktif dan membutuhkan banyak stimulasi mental dan fisik. Mereka senang bermain, berlari, dan memanjat.

Kucing ini memiliki suara yang khas dan berbeda dari kucing lainnya. Suara mereka lebih tinggi dan melodis.

Pet Care menyediakan layanan konsultasi dokter hewan dengan menghubungi layanan call center Pet Care.

Layanan home visit ini memberikan kenyaman bagi pemilik dan hewan kesayangan ketika ingin berkonsultasi atau perawatan. Jangan ragu hubungi kami.

Anjing Tiba-Tiba Kaku? Berikut Cara Mengatasinya

Anjing yang  tiba-tiba kaku atau mengalami kesulitan bergerak bisa menjadi tanda masalah kesehatan yang serius. Masalah anjing kaku adalah kondisi yang umum terjadi pada anjing, terutama pada anjing tua. 

Anjing kaku atau canine stiff person syndrome (CSP) bisa menjadi tanda berbagai masalah kesehatan, mulai dari masalah otot dan sendi hingga penyakit neurologis.

Artikel ini akan membantu untuk mengetahui penyebab dan cara mengatasi anjing yang mengalami kekakuan. Yuk, kita pelajari bersama!

Apa Itu Anjing Kaku?

Anjing kaku atau canine stiff person syndrome (CSP) adalah kondisi neurologis yang jarang terjadi pada anjing. Penyakit ini mirip dengan sindrom manusia yang dikenal dengan nama yang sama. Pada CSP, anjing mengalami kekakuan otot yang kronis dan sering kali menimbulkan rasa sakit. Gejala utama CSP meliputi kekakuan otot, terutama terjadi di bagian belakang anjing. Biasanya dimulai dari ekor dan menyebabkan sulitnya bergerak atau berjalan.

Penyebab dan Gejala Anjing Kaku

Meskipun penyebab pasti CSP pada anjing belum sepenuhnya diketahui, tetapi diyakini kondisi ini disebabkan autoimun. Autoimun menyebabkan sistem kekebalan tubuh anjing menyerang sel-sel saraf yang mengontrol kontraksi otot. Berikut beberapa penyebab anjing mengalami kekakuan:

  • Masalah otot dan sendi: Ini adalah penyebab paling umum dari kekakuan pada anjing. Artritis, displasia pinggul, dan cedera otot atau ligamen dapat menyebabkan anjing merasa kaku dan sakit.
  • Penyakit neurologis: Beberapa penyakit neurologis, seperti mielopati degeneratif dan penyakit cakram intervertebralis, dapat menyebabkan anjing kehilangan fungsi saraf dan mengalami kekakuan.
  • Infeksi: Infeksi bakteri atau virus dapat menyebabkan peradangan dan kekakuan pada otot dan sendi.
  • Obat-obatan: Beberapa jenis obat, seperti steroid, dapat menyebabkan efek samping berupa kekakuan pada anjing.

Berikut gejala anjing yang mengalami kekakuan yang perlu diwaspadai:

  • Kesulitan bangun atau berbaring
  • Kaku saat berjalan atau berlari
  • Menolak untuk melompat atau naik tangga
  • Menangis atau merintih saat bergerak
  • Kekakuan pada satu atau lebih anggota tubuh
  • Pembengkakan pada sendi

Dampak CSP pada Anjing

CSP tidak hanya memengaruhi kesejahteraan fisik anjing, tetapi juga dapat memiliki dampak psikologis pada pemiliknya. Melihat hewan peliharaan menderita bisa sangat menyedihkan. Pemilik anjing dengan CSP perlu memberikan perawatan ekstra, termasuk perhatian medis yang intensif dan perubahan gaya hidup untuk memastikan kenyamanan dan kesejahteraan hewan peliharaan mereka.

Cara Membantu Anjing yang Kaku

Berikut beberapa cara yang dapat Anda lakukan di rumah untuk membantu anjing yang mengalami kekakuan:

  • Berikan anjing tempat tidur yang hangat dan nyaman.
  • Bantu anjing bangun dan berbaring dengan hati-hati.
  • Pijat otot dan sendi anjing dengan lembut.
  • Bawa anjing jalan-jalan singkat dan sering.
  • Berikan anjing makanan yang sehat dan bergizi.

Jika anjing menunjukkan gejala kekakuan, segera menghubungi dokter hewan terdekat melalui layanan Pet Care. Dengan menghubungi call center Pet Care dokter hewan terdekat dari lokasi anda akan melakukan pemeriksaan menyeluruh.

Dokter hewan akan melakukan pemeriksaan fisik dan mungkin melakukan tes diagnostik seperti rontgen, tes darah, atau MRI.

Perawatan untuk anjing kaku tergantung pada penyebabnya. Dokter hewan akan meresepkan obat untuk meredakan rasa sakit dan peradangan, fisioterapi untuk membantu anjing mendapatkan kembali mobilitasnya, atau operasi untuk memperbaiki masalah sendi.

Kucing Takut Air? Yuk, Simak Penjelasannya

Kucing dikenal sebagai hewan yang takut air. Bagi sebagian besar pemilik kucing, memandikan kucing kesayangan bisa menjadi pengalaman yang menegangkan. Ini karena kucing terkenal dengan ketidaksukaannya terhadap air.

Tapi tahukah kalian, apa sebenarnya alasan di balik fenomena ini? Ternyata, ada beberapa faktor yang membuat kucing enggan bersentuhan dengan air.

Yuk, cara tahu alasannya!

Alasan Kucing Takut Air

Insting Alami

Kucing berevolusi dari nenek moyang mereka yang hidup di habitat kering seperti padang pasir dan stepa. Mereka beradaptasi untuk mendapatkan air dari mangsanya, bukan dari sumber air terbuka. Akibatnya, naluri mereka tidak terbiasa dengan air, sehingga memicu rasa waspada dan tidak nyaman.

Bulu Basah yang Berat

Bulu kucing yang basah kuyup bisa terasa berat dan menggumpal, sehingga membatasi gerakan mereka yang lincah dan gesit. Kondisi ini membuat kucing merasa rentan dan kesulitan untuk melarikan diri jika ada bahaya.

Hilangnya Aroma Tubuh

Kucing mengandalkan indra penciuman yang tajam untuk berkomunikasi dan mengenali lingkungan. Air dapat menghilangkan aroma alami mereka yang berasal dari kelenjar di tubuhnya. Hal ini dapat membuat mereka merasa tertekan dan bingung.

Pengalaman Negatif

Trauma masa lalu, seperti pengalaman dimandikan secara paksa atau disemprot air sebagai hukuman, bisa membuat kucing mengaitkan air dengan pengalaman yang tidak menyenangkan. Akibatnya, mereka akan berusaha menghindari air di masa depan.

Kurang Terbiasa

Kucing yang tidak terbiasa dengan air sejak kecil cenderung lebih takut saat dewasa. Sebaliknya, kucing yang dibiasakan dengan pengalaman mandi yang positif sejak dini bisa lebih toleran terhadap air.

Jadi, Perlukah Memandikan Kucing?

Meskipun tidak semua kucing takut air, memandikan mereka secara rutin umumnya tidak diperlukan. Kucing pandai menjaga kebersihan diri mereka sendiri. Namun, ada beberapa situasi di mana memandikan kucing menjadi perlu, misalnya jika bulunya terlalu kotor, terkena kutu atau jamur, atau dalam kondisi tertentu yang direkomendasikan dokter hewan.

Memahami alasan di balik ketidaksukaan kucing terhadap air dapat membantu merawat mereka dengan lebih baik. Hargai naluri dan kenyamanan mereka, dan lakukan pendekatan yang lembut dan positif jika memang perlu memandikan mereka.

Tips Memandikan Kucing

Jika harus memandikan kucing, pastikan untuk menggunakan air hangat, shampo khusus kucing, dan hindari area sensitif seperti telinga dan mata. Sediakan handuk yang lembut untuk mengeringkan tubuhnya, dan berikan banyak pujian dan elusan setelahnya untuk menciptakan pengalaman yang positif.

Dalam menjalankan aktivitas grooming seperti memandikan kucing, penting untuk menggunakan peralatan yang tepat dan memahami kebutuhan grooming yang spesifik untuk ras dan jenis bulu anjing. 

Kini, Pet Care menyediakan layanan grooming kucing dan anjing yang bisa datang ke rumah. Grooming menjadi mudah dan praktis tanpa ribet dengan Pet Care.

Pesan sekarang melalui layanan Pet Care dan nikmati pelayanan grooming oleh profesional yang siap datang ke rumah.

Selain itu, memperhatikan kebersihan dan kesehatan anjing selama proses grooming juga sangat penting. Selalu konsultasikan bersama dokter hewan terdekat melalui call center Pet Care untuk mendapatkan layanan home visit dimanapun lokasi kalian. 

Pallas Cat, Si Kucing Liar Berbulu Tebal

Pallas Cat, atau yang lebih dikenal dengan sebutan “Manul” dalam bahasa Mongolia, yang berarti “kucing liar kecil”. Kucing liar ini berukuran kecil dan memikat hati banyak orang. Mereka tinggal di padang rumput dan daerah berbatu di Asia Tengah, seperti Mongolia, Rusia bagian selatan, dan China. Yuk,mengenal lebih jauh tentang kucing menggemaskan ini!

Penampilan Unik Pallas Cat

Sering kita ketahui bahwa kucing dengan bulu panjang kebanyakan berjenis Anggora atau Persia. Namun, kucing liar ini ternyata memiliki bulu yang lebat.

Pallas Cat memiliki ciri khas yang membuatnya mudah dikenali. Bulunya yang tebal dan panjang berwarna abu-abu muda, dengan pola garis-garis samar dan bintik hitam di dahinya. 

Telinganya bulat dan terletak rendah di samping kepala, berbeda dengan kebanyakan kucing yang telinganya tegak. Wajah datar dengan telinga rendah dan mata bulat besar memberi mereka ekspresi “grumpy” yang ikonik. Pupil mereka berbentuk lingkaran, tidak seperti celah vertikal pada kucing lainnya. Hal ini membantu mereka melihat lebih baik dalam cahaya redup.

Pallas Cat tergolong kucing kecil dengan panjang tubuh sekitar 46-65 cm dan berat 2-5 kg.

Lingkungan Pallas Cat

Habitat Kucing ini adalah beriklim yang dingin dan kering. Bulu tebal mereka yang berukuran dua kali lipat dari kucing domestik berfungsi sebagai tameng yang sangat baik untuk menahan suhu dingin. Kakinya yang pendek dan kuat membantu mereka bergerak dengan lincah di medan berbatu.

Pallas Cat adalah hewan soliter, artinya mereka lebih suka hidup sendiri kecuali pada musim kawin. Mereka aktif di malam hari, berburu pikas, tikus, dan hewan pengerat kecil lainnya. Pallas adalah pemburu yang tangguh, mengandalkan kesabaran dan kelincahan mereka untuk menangkap mangsa.

Kucing Yang Dilindungi

Meskipun populasinya tersebar luas, Kucing Pallas saat ini berstatus “Hampir Terancam” karena beberapa faktor. Habitat mereka terancam oleh aktivitas manusia seperti penggembalaan ternak yang berlebihan dan pembangunan infrastruktur. Perburuan liar juga menjadi ancaman bagi kelangsungan hidup mereka.

  • Perubahan Iklim: Pemanasan global dan perubahan iklim menyebabkan perubahan pada habitat Pallas Cat, seperti padang rumput dan pegunungan. Hal ini dapat menyebabkan penurunan populasi mangsa mereka dan mengganggu keseimbangan ekosistem.
  • Penggundulan Hutan: Deforestasi untuk kegiatan pertanian, pertambangan, dan pembangunan infrastruktur menyebabkan hilangnya habitat Pallas Cat secara signifikan.
  • Fragmentasi Habitat: Pembangunan jalan dan permukiman manusia memecah habitat Pallas Cat menjadi fragmen-fragmen kecil, yang dapat menyebabkan isolasi populasi dan penurunan keanekaragaman genetik.

Berbagai upaya konservasi sedang dilakukan untuk melindungi Kucing Pallas. Organisasi dan pemerintah setempat bekerja sama untuk melindungi habitat mereka, mengurangi perburuan liar, dan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya konservasi kucing langka ini.

Pet Care menyediakan layanan konsultasi dokter hewan dengan menghubungi layanan call center Pet Care.

Layanan home visit ini memberikan kenyaman bagi pemilik dan hewan kesayangan ketika ingin berkonsultasi atau perawatan. Jangan ragu hubungi kami.

Intip Pesona Maine Coon Si Kucing Raksasa

Pernah dengar soal kucing Maine Coon? Kucing ini telah lama menjadi primadona. Ia dipuja sebagai salah satu ras kucing paling menakjubkan di dunia. 

Dikenal dengan ukurannya yang besar, bulunya yang indah, dan kepribadiannya yang ramah, kucing ini menjadi favorit di antara pecinta kucing di seluruh dunia.

Yuk, kita pelajari bersama ras kucing raksasa ini!

Asal-Usul Kucing Maine Coon

Kucing Maine Coon adalah salah satu ras kucing asli Amerika Utara yang diyakini berasal dari negara bagian Maine, Amerika Serikat. Asal usul pastinya masih menjadi misteri, dengan banyak teori yang beredar. Salah satu teori yang paling diterima adalah bahwa mereka merupakan hasil persilangan antara kucing hutan Norwegia dan kucing Anggora.

Karakteristik Fisik

Satu hal yang paling menonjol dari kucing asal Amerina Utara ini adalah ukurannya yang besar dan tubuhnya yang berotot. Maine Coon adalah ras kucing domestik terbesar, dengan panjang tubuh mencapai 1 meter dan berat mencapai 8 kg. Mereka sering dijuluki “raja kucing” karena keanggunan dan kemegahannya. 

Bulu mereka yang panjang, tebal, dan halus memberikan mereka penampilan yang menawan, sementara ekornya yang panjang dan berbulu lebat menambah pesona mereka.

Wajahnya berbentuk kotak dengan telinga besar dan tinggi, serta mata yang besar dan ekspresif.

Sifat dan Kepribadian

Meskipun ukurannya besar, kucing Maine Coon dikenal sebagai kucing yang ramah, penyayang, dan ceria. Mereka sangat menyukai interaksi dengan manusia dan sering kali terikat kuat dengan pemiliknya. Sifat mereka yang lembut dan penuh kasih membuat mereka sangat cocok sebagai hewan peliharaan keluarga.

Maine Coon adalah kucing yang cerdas dan mudah dilatih. Kucing ini  juga memiliki sifat tenang dan tidak mudah stres.

Perawatan

Meskipun bulunya panjang dan tebal, perawatan kucing Maine Coon sebenarnya tidak terlalu rumit. Sering menyisir bulunya untuk mencegah kekotoran dan mengurangi hairball

Selain itu, memastikan mereka tetap aktif dan memberi mereka makanan berkualitas tinggi sesuai dengan kebutuhan nutrisi mereka adalah kunci untuk menjaga kesehatan dan kebahagiaan mereka.

Kucing ini tidak perlu dimandikan terlalu sering, cukup dua atau tiga kali setahun. Kukunya perlu dipotong secara teratur untuk mencegahnya tumbuh terlalu panjang dan melukai diri sendiri atau orang lain.

Selain itu, Maine Coon perlu dibawa ke dokter hewan terdekat yang bisa dihubungi melalui call center Pet Care untuk pemeriksaan kesehatan.

Layanan home visit ini memberikan kenyaman bagi pemilik dan hewan kesayangan ketika ingin berkonsultasi atau perawatan. Jangan ragu hubungi kami.

Waspadai Tanda-Tanda Anjing Sakit Berikut Ini

Sama seperti manusia, anjing juga bisa sakit. Sebagai pemilik, penting untuk mengenali ciri-ciri anjing sakit agar bisa segera mendapatkan perawatan yang tepat.

Anjing yang sakit ternyata akan menunjukkan tanda-tanda secara perilaku maupun perubahan fisik. Artikel ini akan membahas berbagai tanda dan gejala umum yang menandakan anjing sedang tidak sehat.

Yuk, pelajari bersama

Perubahan Perilaku Saat Anjing Sakit

  • Lesu dan tidak aktif: Biasanya anjing yang ceria dan senang bermain tiba-tiba menjadi lesu, malas beraktivitas, dan lebih banyak berdiam diri.
  • Menarik diri atau menjadi agresif: Anjing yang sakit terkadang menarik diri dari interaksi, enggan digendong, atau bahkan menunjukkan perilaku agresif yang tidak biasa.
  • Gangguan tidur: Pola tidur yang berubah, seperti sulit tidur atau tidur berlebihan, bisa menjadi indikasi adanya masalah kesehatan.

Perubahan Kebiasaan Makan dan Minum

  • Kehilangan nafsu makan: Anjing yang sehat biasanya lahap saat makan. Namun, jika anjing Anda mogok makan atau hanya sedikit makan, ini bisa menjadi tanda ia sedang sakit.
  • Minum berlebihan atau kurang minum: Perubahan signifikan dalam kebiasaan minum, baik minum berlebihan atau kurang minum, perlu diwaspadai.
  • Muntah dan diare: Muntah dan diare sesekali mungkin tidak perlu dikhawatirkan. Namun, jika terjadi terus-menerus, disertai dengan darah atau lendir, segera bawa ke dokter hewan.

Gejala Fisik

  • Demam: Panas badan yang tinggi (biasanya di atas 39°C) pada anjing bisa menjadi indikasi infeksi atau penyakit tertentu.
  • Penurunan berat badan: Berat badan anjing yang tiba-tiba turun bisa menjadi pertanda adanya masalah kesehatan yang serius.
  • Nafas terengah-engah atau kesulitan bernapas: Pernapasan yang cepat, dangkal, atau berbunyi bisa menandakan masalah pernapasan atau jantung.
  • Keluar cairan dari hidung atau mata: Keluarnya cairan bening atau berwarna dari hidung atau mata bisa menjadi tanda infeksi, alergi, atau iritasi.
  • Diare dengan darah atau lendir: Adanya darah atau lendir pada tinja anjing memerlukan perhatian dokter hewan segera.
  • Perubahan pada kulit dan bulu: Gatal-gatal, kemerahan, rontok, atau luka pada kulit dan bulu bisa disebabkan oleh alergi, infeksi, atau parasit.

Tidak semua anjing menunjukkan semua gejala di atas saat sakit. Beberapa anjing mungkin hanya menunjukkan satu atau dua tanda.

Beberapa gejala di atas juga bisa disebabkan oleh hal-hal lain, seperti keracunan makanan atau perubahan rutinitas.

Jika khawatir anjing sakit, jangan tunda untuk berkonsultasi dengan dokter hewan terdekat yang bisa dihubungi melalui call center Pet Care. Diagnosis dan pengobatan yang tepat akan mempercepat pemulihan dan mencegah komplikasi lebih lanjut.

Layanan home visit ini memberikan kenyaman bagi pemilik dan hewan kesayangan ketika ingin berkonsultasi atau perawatan. Jangan ragu hubungi kami.

Ciri Kucing Betina Hamil Secara Fisik dan Perilaku

Kucing betina hamil adalah kabar gembira bagi para pemilik. Momen ini adalah salah satu periode paling penting bagi kucing dan pemilik. Tentunya kucing hamil membutuhkan perawatan dan pengawasan yang lebih ketat. 

Namun, seringkali sebagai pemilik kita tidak mengetahui jika kucing sedang hamil. Akibatnya, kucing tidak mendapat perawatan dengan baik, sehingga bisa menyebabkan kucing stres.

Oleh karena itu, dalam artikel ini, kita akan bersama-sama membahas ciri kucing betina yang sedang hamil. Dengan begitu, kita bisa memastikan kesehatan dan kebahagiaan kucing.

Yuk, kita pelajari bersama.

1. Perubahan Perilaku Kucing Betina Saat Hamil

Salah satu ciri pertama yang dapat diamati pada kucing yang sedang hamil adalah perubahan perilaku. Kucing yang biasanya aktif mungkin menjadi lebih tenang atau suka menyendiri. Mereka mungkin mulai mencari tempat yang tenang untuk bersantai atau tidur.

2. Perubahan Pada Pola Makan

Kucing hamil cenderung mengalami perubahan pada pola makan mereka. Beberapa kucing mungkin menjadi lebih rakus dan makan lebih banyak dari biasanya, sementara yang lain mungkin kehilangan nafsu makan. Bisa juga kucing akan lebih sering minum air.

3. Perut Membesar

Salah satu ciri paling jelas dari kucing hamil adalah pembesaran perutnya. Ini biasanya mulai terjadi sekitar 3-4 minggu setelah pembuahan. Perut kucing akan terlihat membulat dan mengeras karena janin tumbuh di dalamnya.

4. Perubahan pada Puting Susu

Puting susu kucing betina akan mengalami perubahan saat hamil. Mereka akan menjadi lebih besar dan lebih berwarna merah muda dari biasanya. Mungkin juga kita bisa melihat cairan susu muncul dari putingnya.

5. Perubahan pada Siklus Estrus

Kucing yang sedang hamil tidak akan mengalami siklus estrus atau kawin lagi. Jika kucing biasanya keluar rumah untuk kawin tetapi tiba-tiba berhenti melakukannya, ini bisa menjadi tanda bahwa dia hamil.

6. Perubahan pada Berat Badan

Selain pembesaran perut, kucing hamil juga akan mengalami peningkatan berat badan secara keseluruhan. Ini disebabkan oleh hasil pertumbuhan janin di dalam rahim.

7. Perubahan Aktivitas

Kucing hamil akan menjadi lebih mudah lelah dan memilih untuk lebih banyak beristirahat. Mereka juga mengurangi aktivitas fisik mereka.

Merawat kucing betina hamil membutuhkan perhatian khusus tentang perubahan yang terjadi pada tubuh mereka. Penting untuk memberikan makanan berkualitas tinggi dan menghindari stres yang berlebihan. 

Selalu konsultasikan dengan dokter hewan terdekat yang bisa dihubungi melalui call center Pet Care untuk perawatan yang tepat selama kehamilan. 

Dengan memahami ciri-ciri kucing betina hamil, kita dapat membantu memastikan kesehatan dan kebahagiaan kucing kesayangan selama periode penting ini.