Tag: kesehatan anjing

Vaksin Anak Anjing

Ini Waktu yang Tepat untuk Vaksin Anak Anjing

Anak anjing tidak hanya memerlukan makanan, perhatian, mainan, dan kebutuhan bersosialisasi saja. Tetapi anak anjing juga memerlukan rangkaian vaksinasi lengkap.

Rangkaian vaksinasi secara lengkap perlu diberikan untuk anak anjing agar terhindar dari risiko penyakit menular berbahaya. Rangkaian vaksin ini terdiri dari vaksin inti dan vaksin non inti.

Vaksin inti untuk anak anjing diantaranya yaitu vaksin distemper, vaksin hepatitis, vaksin parvovirus, dan vaksin leptospirosis. Sedangkan vaksin non inti untuk anak anjing yaitu vaksin batuk kennel (bordetella bronchiseptica dan canine parainfluenza) dan vaksin rabies. 

Layanan vaksin anjing di rumah dari Pet-Care dapat membantu melakukan vaksinasi lengkap untuk anak anjing kesayangan Anda. Tanpa perlu keluar rumah, dokter hewan dapat melakukan vaksin di lokasi Anda.

Cukup hubungi Call Center Pet-Care untuk mendapatkan layanan dokter hewan terdekat tanpa repot keluar rumah. 

Waktu Vaksinasi untuk Anak Anjing

Melansir laman Vet Help Direct, waktu yang tepat untuk memvaksin anak anjing mulai dari usia 6 minggu. Kemudian, dilanjutkan melakukan vaksin booster dengan jarak waktu 2 sampai 4 minggu. Sampai pada penutup rangkaian vaksinasi dengan vaksin dosis terakhir di usia 16 minggu. 

Namun, jangan lupa untuk mendiskusikan jadwal rangkaian vaksinasi anak anjing bersama dengan dokter hewan. Serta melakukan pemeriksaan medis secara menyeluruh pada anak anjing sebelum melakukan rangkaian vaksinasi.

Sebelum anak anjing mendapatkan rangkaian vaksin secara lengkap sebaiknya selalu jaga dan awasi anak anjing Anda. Usahakan agar anak anjing tidak berinteraksi dengan hewan lain selama belum mendapatkan vaksinasi lengkap.

Pengawasan tersebut perlu dilakukan karena sistem kekebalan tubuh anak anjing belum mampu menghindari penularan risiko penyakit berbahaya. 

Vaksinasi tidak hanya memberikan kekebalan pada tubuh anak anjing tetapi juga meningkatkan kekebalan kelompok. Artinya, semakin banyak anjing divaksin maka semakin semakin rendah penyebaran virus. Hal ini baik untuk kesehatan populasi anjing secara menyeluruh. 

Jika banyak dari pemilik hewan yang tidak memvaksin anjing mereka, kemungkinan penyakit menular seperti hepatitis dan distemper menjadi endemik menjadi semakin besar.

Layanan vaksin anjing di rumah dari Pet-Care dapat membantu melakukan vaksinasi lengkap untuk anak anjing kesayangan Anda. Tanpa perlu keluar rumah, hanya dengan menghubungi Call Center Pet-Care untuk mendapatkan layanan dokter hewan terdekat tanpa repot keluar rumah. 

Gejala dan Penanganan Flu Anjing

Flu Anjing Mudah Menular! Kenali Gejala dan Penanganannya

Flu tidak hanya menyerang manusia. Hewan peliharaan seperti anjing juga dapat terserang flu. Anjing yang terserang flu akan merasa tidak nyaman. Jika kondisi ini dibiarkan, flu dapat memburuk dan membahayakan anjing

Flu pada anjing dapat bertahan selama 2 hingga 3 minggu. Tergantung pada penanganan yang diberikan. 

Sebagai pemilik hewan peliharaan, penting untuk mengetahui gejala dan penanganan flu pada anjing. Hal ini dilakukan agar proses penyembuhan flu anjing lebih cepat. Serta menghindari kemungkinan penularan pada anjing lainnya.

Gejala Flu Anjing

Melansir laman Fetch dari WebMD, gejala flu anjing serupa dengan flu pada manusia. Umumnya gejala yang muncul adalah bersin, pilek, dan batuk. Gejala lainnya yaitu kelelahan dan kehilangan nafsu makan. 

Pada beberapa anjing, serangan flu dapat mengakibatkan demam hingga 40 derajat celsius. Tetapi 20 persen anjing yang terserang flu tidak menunjukkan gejala apapun. 

Flu anjing berisiko menjadi penyebab timbulnya penyakit serius. Flu anjing dapat berubah menjadi pneumonia. Bila anjing atau anak anjing terinfeksi pneumonia, kemungkinan sakit parah menjadi lebih tinggi. 

Apabila menemukan gejala flu pada anjing kesayangan Anda, segera hubungi dokter hewan terdekat atau gunakan layanan Pet-Care panggil dokter hewan ke rumah. Tidak perlu keluar rumah, hanya dengan menghubungi Call Center Pet-Care atau melalui aplikasi Pet-Care dokter hewan kami akan mengunjungi lokasi Anda. 

Penanganan Flu Anjing

Flu anjing tergolong dalam jenis penyakit yang mudah menular. Hal ini karena virus flu anjing tetap hidup pada benda mati. Oleh karena itu anjing dapat tertular flu melalui mainan atau benda-benda disekitarnya. 

Flu anjing juga dapat ditularkan melalui manusia. Virus batuk dan bersin pada manusia dapat bertahan selama 2 menit hingga 24 jam pada pakaian atau benda-benda disekitar. Melalui benda-benda inilah virus menularkan anjing.

Sama seperti manusia, ketika flu menyerang anjing juga membutuhkan istirahat. Berikan anjing tempat istirahat yang tenang dan nyaman. Jangan lupa untuk memberikan anjing banyak air untuk memenuhi kebutuhan cairan tubuhnya. 

Pengobatan juga dapat dilakukan dengan memberikan anjing antibiotik yang telah diresepkan dokter. Layanan Pet-Care panggil dokter hewan ke rumah dapat membantu Anda mendapatkan resep antibiotik untuk anjing yang terserang flu.  

Konsultasi dan pengobatan dapat dilakukan dengan menghubungi Call Center Pet-Care. Tidak perlu keluar rumah, dokter hewan dari Pet-Care akan mendatangi rumah atau lokasi Anda. 

Selain itu, jangan lupa untuk selalu jaga kebersihan mainan dan tempat makan anjing. Pisahkan antara anjing yang sehat dengan anjing yang terkena flu. Jangan biarkan pada satu tempat yang sama.

Diabetes pada anjing dan kucing

Dokter Hewan: Diabetes Bisa Terjadi pada Anjing dan Kucing

Diabetes tidak hanya terjadi pada manusia. Hewan peliharaan seperti anjing dan kucing juga dapat menderita penyakit diabetes. 

Diabetes pada anjing dan kucing memerlukan penanganan yang tepat. Tanpa penanganan yang tepat, diabetes pada anjing dan kucing dapat menyebabkan kematian. 

Melalui laman media sosial Tiktok, Dokter Hewan Maulana Ar Raniri Putra (ArRan) memberikan edukasi seputar diabetes melitus yang dapat menyerang anjing dan kucing.  

Diabetes pada anjing dan kucing mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Hal ini disebabkan karena semakin banyak kucing yang mengalami obesitas. 

Dokter Maulana mengingatkan, walaupun anjing dan kucing dengan penampilan gembul terlihat lucu dan menggemaskan tetapi kondisi ini membahayakan hewan peliharaan. Bahaya obesitas pada hewan peliharaan serupa dengan bahaya obesitas pada manusia.

Selain menyebabkan gangguan pada jantung dan persendian. Obesitas juga merupakan penyebab utama diabetes melitus pada anjing dan kucing.

Gejala Diabetes Anjing dan Kucing

Melansir laman Pet MD, gejala dari diabetes melitus yang paling umum terjadi pada anjing maupun kucing diantaranya yaitu:

  • Peningkatan rasa haus
  • Peningkatan frekuensi dan volume buang air kecil
  • Buang air kecil di luar kotak kotoran
  • Nafsu makan meningkat
  • Penurunan berat badan disaat nafsu makan meningkat
  • Muntah
  • Otot mengecil
  • Lesu dan lemah
  • Kualitas bulu memburuk, seperti bulu berminyak atau berketombe

Upaya Pencegahan

Dokter Maulana menyarankan upaya pencegahan agar anjing dan kucing terhindar dari diabetes. Hal pertama yang dapat dilakukan adalah mengatur pola makan anjing maupun kucing kesayangan Anda.

Perhatikan juga pemberian jenis makanan pada anjing dan kucing. Usahakan tidak memberikan terlalu banyak snack atau makanan manis. 

Selain itu, pemberian nasi pada anjing dan kucing sebaiknya dihindari. Hal ini karena konsumsi nasi pada hewan peliharaan dapat memicu diabetes melitus.

Serta jangan lupa untuk selalu ajak hewan peliharaan Anda untuk rajin bergerak. 

Bila Anda menemukan tanda-tanda diabetes pada hewan peliharaan, layanan Pet-Care panggil dokter hewan ke rumah dapat membantu. Tidak perlu keluar rumah, cukup dengan menghubungi Call Center Pet-Care atau melalui Aplikasi Pet-Care pelayanan dokter hewan dapat dilakukan di rumah atau di lokasi Anda. 

Vaksin Parainfluenza Anjing

Parainfluenza, Vaksin Penting untuk Anjing saat Musim Hujan!

Pergantian musim dari panas ke hujan membuat tubuh anjing perlu melakukan penyesuaian. Pada masa ini sistem kekebalan tubuh anjing perlu diperhatikan. Jangan sampai kekebalan tubuh anjing melemah, apalagi hingga terserang penyakit.

Melansir laman Today’s Veterinary Practice, virus Canine Parainfluenza adalah virus menular yang berasal dari virus asam ribonukleat dan menyerang sistem pernapasan anjing. 

Terdapat beberapa gejala yang dapat dikenali apabila anjing Anda terjangkit virus Canine Parainfluenza. Gejala tersebut diantaranya yaitu batuk kering, demam dengan suhu tinggi, pilek, bersin, peradangan mata, depresi, lesu, dan kehilangan nafsu makan.

Selain itu, virus Canine Parainfluenza ini juga dapat menyebabkan batuk kennel. Batuk kennel merupakan salah satu penyakit yang kerap menyerang anjing di kala musim penghujan. 

Musim hujan memberikan kondisi yang berbeda dari musim lain. Suhu udara menjadi lebih dingin dan tingkat kelembaban menjadi lebih tinggi. Hal ini dapat berdampak pada sistem kekebalan tubuh anjing. 

Sistem kekebalan tubuh yang melemah akibat batuk kennel dapat menyebabkan tubuh anjing lebih rentan terserang penyakit lainnya. Inilah pentingnya vaksin Parainfluenza sebagai upaya pencegahan serangan penyakit pada anjing kesayangan Anda.

Vaksinasi Parainfluenza dapat dilakukan dengan menggunakan layanan vaksin anjing dari Pet-Care dengan menghubungi Call Center Pet-Care atau melalui aplikasi Pet-Care. Layanan vaksinasi anjing dari Pet-Care menghadirkan dokter hewan terdekat untuk melakukan vaksin ke lokasi Anda.

Vaksin Parainfluenza

Parainfluenza memang bukan tergolong ke dalam vaksin inti anjing. Tapi vaksin ini mampu mengurangi risiko infeksi pernapasan dan meningkatkan sistem kekebalan pada tubuh anjing.

Vaksin Parainfluenza penting diberikan pada anjing sebagai antisipasi melawan virus dan mempertahankan sistem kekebalan tubuh. 

Vaksin ini penting terutama bagi Anda yang memelihara lebih dari satu anjing. Virus Canine Parainfluenza lebih mudah menyebar dari anjing yang satu ke anjing yang lain bila mereka saling berdekatan.

Selain melalui kontak dengan anjing yang terinfeksi, penyebaran virus Canine Parainfluenza juga dapat terjadi karena penggunaan tempat makan dan tempat tidur anjing bersama-sama. 

Vaksin Parainfluenza dapat bertahan melawan virus dalam selama kurang dari 3 tahun. Sebaiknya vaksin ini diberikan sedini mungkin, terutama pada anak anjing ketika berusia 6 sampai 8 minggu. 

Bila menemukan anjing peliharaan terserang virus Canine Parainfluenza, segera kunjungi dokter hewan terdekat atau gunakan layanan Pet-Care panggil dokter hewan ke rumah melalui Call Center Pet-Care atau aplikasi Pet-Care.

Tidak perlu ragu, karena dokter hewan Pet-Care telah memiliki sertifikat resmi dan  berpengalaman.


Mulut Anjing Berbusa

5 Penyakit dengan Gejala Mulut Anjing Berbusa

Mulut anjing yang biasanya berada dalam kondisi kering, kini mengeluarkan liur dan busa. Hal ini tentu mengkhawatirkan pemilik hewan peliharaan. Terlebih jika hal ini terjadi secara tiba-tiba pada anjing kesayangan Anda.

Busa atau buih pada mulut anjing terlihat seperti gelembung busa sabun. Busa pada mulut anjing juga sering mengandung air liur, berwarna putih, dan menempel di kedua sisi mulut.

Pada dasarnya kemunculan air liur dan busa pada mulut anjing merupakan hal yang biasa terjadi. Umumnya, disebabkan oleh proses tumbuh gigi pada anak anjing atau efek samping setelah anjing mengonsumsi obat. 

Busa pada mulut anjing juga dapat muncul ketika anjing sedang berada dalam kondisi stres atau terengah-engah akibat aktivitas berlebihan.Tetapi penting untuk memeriksa gejala berbahaya lain seperti kesulitan menelan, lesu, tidak ingin makan atau minum, dan bertingkah aneh yang berbeda dari kesehariannya.

Petlovers dapat berkonsultasi dan memeriksakan kemungkinan kondisi yang lebih serius dari mulut anjing berbusa dan berliur dengan menghubungi layanan Pet-Care panggil dokter hewan ke rumah melalui Call-Center Pet-Care atau aplikasi Pet-Care.

Penyakit Anjing dengan Gejala Mulut Berbusa

Berikut 5 penyakit anjing dengan gejala mulut berbusa yang perlu Petlovers ketahui.

Penyakit Gigi

Anjing berisiko tinggi terkena berbagai penyakit gigi. Terutama jika kebersihan mulut anjing tidak diperhatikan dengan baik. Salah satu gejala dari penyakit gigi pada anjing adalah munculnya busa putih pada mulut. Bila tidak segera ditangani maka kondisi penyakit gigi ini dapat memburuk sewaktu-waktu. 

Keracunan

Keracunan menjadi salah satu penyebab paling umum yang terjadi ketika mulut anjing mengeluarkan busa putih. Banyak hal yang dapat menjadi racun bagi tubuh anjing. Termasuk bumbu dapur seperti bawang merah dan bawang putih. Zat-zat berbahaya dari kendaraan yang tertinggal di garasi rumah juga berbahaya bagi anjing.

Kejang

Meskipun kejang pada anjing dapat mengejutkan pemiliknya serta memerlukan penanganan serius. Kejang kerap terjadi pada banyak anjing. Ketika kejang menyerang biasanya mulut anjing akan mengeluarkan busa.

Mual

Penyebab dari kemunculan busa pada mulut anjing selanjutnya adalah mual. Ketika anjing mengalami mual, biasanya diawali dengan gejala keluarnya banyak air liur dari mulut anjing. Kemudian, disusul dengan kemunculan busa putih.

Rabies

Salah satu gejala utama dari rabies adalah keluarnya busa putih dari mulut anjing. Rabies menjadi kondisi paling serius yang mungkin terjadi ketika mulut anjing Anda mengeluarkan busa. Kondisi ini dapat berakibat fatal pada anjing Anda, juga anjing-anjing lain disekitar lingkungan tempat tinggal Anda karena penyebaran rabies terjadi dengan sangat cepat. 

Kelima tanda diatas merupakan kemungkinan penyakit berbahaya pada Anjing dengan gejala mulut berbusa. Jika Anda mendapati mulut anjing kesayangan Anda berbusa, segera hubungi Call-Center Pet-Care atau aplikasi Pet-Care untuk mendapatkan layanan Pet-Care panggil dokter hewan ke rumah.

Macam-Macam Penyakit Zoonosis Pet-Care

Bisa Menular ke Manusia! Berikut Macam-Macam Penyakit Zoonosis

Rabies dan Monkeypox mungkin tidak lagi asing di telinga Anda. Penyakit tersebut merupakan contoh dari macam-macam penyakit zoonosis. Mari kenali apa saja melalui uraian berikut.

Hewan memiliki banyak manfaat bagi manusia, mulai dari suplai bahan pangan, edukasi, peliharaan, hingga pada kebutuhan olahraga dan transportasi.

Meskipun begitu, Anda mesti berhati-hati karena hewan dapat membawa virus dan patogen lainnya.

Dilaporkan bahwa terdapat berbagai macam penyakit yang berasal dari hewan, misalnya saja influenza dan COVID-19.

Patogen atau kuman dapat dengan mudah menulari manusia jika manusia tidak dapat menjaga kebersihannya.

Adapun cara patogen dapat menginfeksi manusia adalah dengan melalui kontak langsung (sentuhan), kontak tidak langsung (habitat), serangga pembawa (gigitan kutu atau nyamuk), makanan (tingkat kematangan), dan air (kontaminasi).

Saat ini, Medi-Call Pet-Care menyediakan layanan vaksinasi untuk melindungi hewan dari berbagai virus yang mungkin berbahaya bagi hewan dan Anda.

Mulai dari hewan ternak hingga peliharaan kesayangan Anda dapat melakukan vaksinasi dengan dokter hewan Pet-Care datang ke rumah, segera hubungi Call-Center atau gunakan aplikasi Pet-Care.

Macam-Macam Penyakit Zoonosis

Menurut World Health Organization (WHO), zoonosis merupakan penyakit menular yang dapat berasal dari hewan dan ditularkan ke manusia.

Patogen yang berperan cukup beragam: bakteri, virus, dan parasit melalui agen seperti makanan, air, dan lingkungan.

Penyakit zoonosis memiliki macam ragam, namun yang paling dekat dengan hewan peliharaan di antaranya:

  • Bakteri Salmonella

Salmonella merupakan bakteri yang dapat menyebar melalui makanan atau minuman yang terkontaminasi.

Bakteri ini dapat berkembang pada burung dan mamalia, termasuk manusia.

Hewan peliharaan, seperti hamster, kucing, dan anjing sangat mungkin terjangkit.

Manusia bisa tertular jika mereka tidak menjaga kebersihan tangannya.

Media penularan dapat berasal dari tempat tidur, kandang, dan sumber pangannya.

  • Monkeypox 

Penyakit cacar monyet ini berupa ruam yang disebabkan oleh infeksi virus monkeypox.

Ruam tersebut biasa ditemukan di tempat sensitif manusia dan area seperti tangan, kaki, dada, wajah, hingga mulut.

Penyakit ini dinamakan sebagai monkeypox karena pasalnya penyakit yang ditemukan pada tahun 1958 ini menyerang koloni monyet.

Penularan monkeypox ke manusia dapat melalui kontak langsung dengan pengidap, droplet.

Bahkan peliharaan yang terinfeksi juga dapat menularkan ke manusia melalui gigitan dan cakaran.

Gejala yang biasa muncul berupa sakit kepala, demam akut, hingga lesi cacar yang muncul di seluruh tubuh.

  • Rabies

Rabies merupakan penyakit fatal yang dapat dicegah.

Melalui gigitan dan cakaran, virus rabies dengan mudah tersebar.

Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), di Amerika Serikat, penyakit rabies yang merenggut jiwa ternyata berasal dari kelelawar.

Vaksinasi yang gencar dilakukan di negara tersebut membuat anjing dan peliharaan lainnya 99% terbebas dari rabies.

Untuk mengetahui peliharaan Anda terkena rabies, perlu adanya tes laboratorium.

Di beberapa kasus memang hewan yang terinfeksi cenderung berperilaku agresif dan mengeluarkan liur.

Walau begitu, hal tersebut tidak dapat menjadi diagnosis akurat karena tidak semua hewan tentu mengalaminya.

Vaksinasi menjadi hal utama bagi Anda yang memelihara hewan kesayangan.

Jangan biarkan anabul atau anjing kesayangan Anda terdampak patogen jahat.

Kunjungi laman Medi-Call Pet-Care untuk layanan vaksinasi, seperti Hepatitis dan Feline Calici.

Akses lainnya bisa melalui Call-Center dan aplikasi Pet-Care.

Mitos Makan Daging Anjing Pet-Care

Menjawab Mitos Makan Daging Anjing yang Sering Didengar

Mitos makan daging anjing beredar di masyarakat, mulai dari infeksi rabies, tindak kekerasan, hingga pada kualitas yang buruk. Simak penjabarannya berikut ini.

Anjing dikenal sebagai hewan yang ramah dan loyal kepada manusia.

Karenanya, anjing dapat dikategorikan sebagai hewan peliharaan layaknya kucing dan hamster.

Bagi manusia, hewan ini memiliki manfaat baik secara emosional maupun fungsional.

Secara emosional, kehadiran anjing dapat membuat pemiliknya terasa ditemani.

Secara fungsional, anjing seringkali membantu manusia menjaga rumah agar lebih aman.

Di samping kedua fungsi ini,  ada juga kalangan masyarakat yang bahkan tak segan mengonsumsinya.

Daging anjing ternyata tidak baik untuk dikonsumsi, mengingat kejadian luar biasa yang terjadi di Vietnam, yaitu penyebaran rabies.

Agar terhindar dari penyakit, sebaiknya hewan kesayangan Anda rutin dilakukan check-up.

Sudah tersedia layanan vaksinasi di Pet-Care.

Hubungi Call-Center atau gunakan aplikasi Pet-Care, dokter hewan akan datang ke lokasi Anda.

Mitos Makan Daging Anjing

Di sebagian negara mengonsumsi daging anjing dilarang oleh pemerintah karena termasuk bentuk kekerasan terhadap hewan.

Sebaliknya beberapa negara, seperti China, Korea Selatan, dan Filipina makan daging anjing justru dipandang sebagai tradisi.

Di samping mengkonsumsi dagingnya dapat termasuk ke dalam bentuk kekerasan terhadap anjing.

Terdapat hal yang lebih serius untuk diperhatikan jika manusia mengkonsumsi daging anjing, yaitu resiko penularan penyakit dan virus:

  • Mengonsumsi daging anjing beresiko terkena rabies

Rabies merupakan penyakit yang dapat dihindari melalui program vaksinasi.

Menurut World Health Organization (WHO), rabies merupakan penyakit yang tingkat fatalitasnya mencapai 100%.

Penyakit yang terdapat di seluruh benua ini dipercaya berasal dari anjing melalui air liur dan gigitan.

WHO berupaya memberikan tindak pencegahan melalui vaksinasi.

Namun transaksi daging anjing secara bebas membuat pencegahaan ini tidak efektif.

Anjing yang diperjualbelikan tersebut tidak terjamin kesehatannya.

Hal inilah yang menjadikan daging anjing terbilang berbahaya.

  • Anjing memiliki kekebalan terhadap antibiotik

Tidak semua anjing hidup di tempat yang layak.

Menurut Change For Animals Foundation, anjing terbiasa hidup di tempat yang keras.

Mereka diberi makanan dengan kualitas rendah sehingga nutrisinya tidak terpenuhi.

Maka darinya, tingkat infeksi dari suatu penyakit akan semakin tinggi.

Sebagian peternak menanggapinya dengan memberikan anjing antibiotik dan vaksin yang tidak terukur.

Pemberian antibiotik yang berlebihan dapat memicu resistensi antibiotik, di mana kuman yang ada pada tubuh anjing memiliki kekuatan untuk menghancurkan pengaruh antibiotik.

Kuman yang seperti ini bila terdapat pada daging anjing akan justru berkembang.

Kuman yang berkembang akan semakin kuat dan tidak dapat dipungkiri beresiko menular ke manusia melalui kontak, apalagi bila mengkonsumsi dagingnya.

  • Mengonsumsi daging anjing beresiko terkena kolera

Sayangnya, anjing menjadi salah satu hewan yang dapat terdampak penyakit kolera.

Kolera dipercaya bersumber dari drainase dan kualitas air yang terkontaminasi.

Manusia juga dapat terinfeksi bakteri tersebut.

Selain dari kualitas air, bakteri juga dapat bersarang pada daging yang mentah, tak terkecuali pada daging anjing.

Gejala yang dapat terjadi di antaranya diare dan rasa mual.

Bahaya bukan makan daging anjing sembarang? 

Mitos makan daging anjing telah dibuktikan oleh berbagai penelitian, salah satunya yang dilakukan oleh Iowa State University.

WHO juga berupaya semaksimal mungkin untuk menghentikan penyebaran rabies, yakni melalui vaksinasi.

Sudah selayaknya hewan kesayangan Anda mendapat perhatian lebih agar terhindar dari infeksi, baik rabies maupun infeksi lainnya.

Segera hubungi Call-Center agar terkoneksi dengan dokter hewan profesional.Anda juga dapat menggunakan aplikasi Pet-Care untuk berbagai layanan seperti vaksinasi, konsultasi, dan layanan on call.

Dokter Hewan Surabaya Pet-Care

Hewan Kesayangan Anda Sakit? Berikut Fakta dan Layanan Dokter Hewan Surabaya

Anda berdomisili di Kota Pahlawan dan segera membutuhkan tindakan dokter hewan? Ini fakta dan layanan dokter hewan Surabaya.

Memilih untuk mengadopsi hewan peliharaan bukanlah hal yang sepele.

Hewan peliharaan perlu diajak untuk terbiasa dengan lingkungan tempat tinggal manusia agar dapat memberikan suasana berbeda bagi peliharaan Anda.

Beberapa kebutuhan seperti pemeriksaan menyeluruh perlu dilakukan secara berkala.

Namun Anda pecinta hewan tidak usah khawatir, karena layanan Pet-Care sudah tersebar di Jawa dan Bali.

Cukup dengan hubungi Medi-Call Pet-Care Services, dokter hewan bersertifikasi bisa datang ke lokasi Anda.

Anda juga dapat menggunakan Pet-Care yang dapat diunduh melalui Play Store.

Dokter Hewan Surabaya

Dokter hewan di Indonesia terbilang cukup langka.

Menurut data dari PDHI (Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia) per 2020, dari seluruh  permintaan akan dokter hewan, angka dokter hewan di Indonesia hanya mencapai 30%-nya saja atau sekitar 20ribu.

Bagaimana yang terjadi di Surabaya? Simak poin-poin berikut ini.

  • Sekolah kedokteran hewan pertama ada di Surabaya

Pada 1861, Pemerintahan Belanda mendirikan sekolah pertama di Surabaya.

Sekolah tersebut bernama Inlandsche Veeartsen School (IVS) dan menerima penduduk Nusantara.

IVS didirikan oleh Belanda dalam rangka memenuhi kebutuhan hewan ternak esensial seperti kuda.

9 tahun berdiri, IVS diberhentikan karena hanya membuahkan beberapa lulusan saja.

Kebutuhan dokter hewan pada saat itu cukup tinggi, mengingat wabah sampar sapi dan penyakit mulut dan kuku harus segera ditangani.

Menjawab hal tersebut, pada 1914 didirikan kembali sekolah kedokteran hewan dengan nama Nederlands Indische Veeartzen School (NIVS).

  • Dokter hewan Surabaya terbaik ada di sini

Jumlah dokter hewan di Surabaya berdasarkan data Rumah Sakit Hewan Jawa Timur adalah 8 personil.

Tentunya, data tersebut membuat sebagian pet owner merasa kesulitan dalam mencari tempat layanan yang tepat.

Untuk menjawab kekhawatiran Anda, Pet-Care menghadirkan dokter hewan terbaik yang telah memiliki Surat Tanda Register, Surat Izin Praktik dan Sertifikat Perawatan hewan kesayangan.

Tidak usah bimbang, panggil dokter hewan terdekat ke lokasi Anda sekarang.

  • Layanan dokter hewan Surabaya

Kompleksitas yang terjadi di wilayah perkotaan memaksa sebagian masyarakat menggeluti berbagai aktivitas.

Seiring dengan perkembangan teknologi digital, kompleksitas dan spesialisasi tidak menjadi hambatan.

Berbagai perusahaan, khususnya di bidang kesehatan, berupaya untuk meningkatkan fleksibilitasnya.

Misalnya saja Pet-Care dengan layanan dokter hewan ke rumah atau on call.

Layanan yang disediakan di antaranya vaksinasi lengkap anjing dan kucing, suntik rabies, pemeriksaan rutin, dan masih banyak lagi.

Sebagai pecinta hewan, Anda tidak perlu khawatir lagi dalam menentukan pelayanan terbaik bagi hewan kesayangan.

Konsultasi kini menjadi lebih mudah dengan hubungi Medi-Call Pet-Care Services atau dengan gunakan aplikasi Pet-Care pada ponsel pintar Anda.

Cara Merawat Anjing Golden Pet-Care

Yuk, Kenali Cara Merawat Anjing Golden Retriever Berikut Ini!

Mari berkenalan dengan anjing golden retriever! Bagaimana cara merawat anjing golden retriever? Artikel ini akan menjawab rasa penasaran Anda!

Anjing golden retriever merupakan salah satu anjing yang popular untuk dipelihara.

Ini dikarenakan jenis golden retriever disebut sebagai anjing yang ramah untuk keluarga, khususnya anak kecil.

Perangainya yang aktif dan ceria serta perawakannya yang cukup besar membuat asyik untuk diajak bermain bersama, khususnya aktivitas fisik.

Namun, perlu diperhatikan bahwa anjing golden retriever memiliki kelemahan genetik. Sehingga cara merawat anjing golden retriever memerlukan perhatian yang tinggi.

Jangan khawatir, Anda dapat menggunakan layanan panggil dokter hewan ke rumah bersama Pet-Care. Dapatkan layanan yang anabul kesayangan Anda butuhkan dengan menghubungi Call-Center atau aplikasi Pet-Care.

Cara Merawat Anjing Golden Retriever

Ciri-ciri anjing golden retriever biasanya berukuran sedang hingga besar, berkepala lebar, bertelinga pendek, dan bermata ramah dan cerdas.

Hal yang paling menonjol dari anjing retriever adalah bulunya yang berwarna coklat keemasan.

Terlepas dari kepribadian friendly yang membuat anjing golden retriever terlihat mudah dirawat, terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan.

  • Perhatikan makanan yang diberikan

Sebaiknya berikan makanan berkualitas tinggi dengan gizi yang seimbang.

Penting juga untuk memperhatikan porsi dan pola makan anjing kesayangan Anda, tidak terlalu banyak maupun sedikit.

Anjing dapat mengalami obesitas ataupun kekurangan gizi yang dibutuhkan.

Hindari makanan yang dapat menimbulkan reaksi alergi pada anjing kesayangan Anda ini.

  • Ajak golden retriever Anda bermain

Golden retriever adalah anjing yang aktif dan cerdas yang membutuhkan banyak latihan harian dan stimulasi mental.

Sebagian besar anjing golden retriever tidak akan puas hanya dengan bermalas-malasan di sofa.

Anda dapat melempar bola atau tongkat untuk diambil anjing Anda selama sekitar 20 menit dua kali sehari.

  • Berikan latihan agar patuh akan perintah

Memberikan berbagai latihan seperti cara duduk, diam, berbaring, dan datang saat dipanggil dapat membuat anjing patuh akan perintah.

Anda juga dapat melatih anjing golden retriever Anda agar tetap nyaman berjalan dalam tali tuntun. Hal ini akan membuatnya tetap aman dalam berbagai situasi.

  • Periksakan anjing Anda ke dokter hewan secara rutin

Pemeriksaan rutin ke dokter hewan merupakan langkah yang efektif dalam perawatan anjing golden retriever.

Vaksinasi tepat waktu akan membantu anjing Anda agar dapat tumbuh dengan baik dan sehat.

Aktivitas fisik, interaksi, dan kunjungan rutin ke dokter hewan sangat diperlukan untuk menjaga anjing golden retriever Anda tetap sehat dan bahagia.

Layanan panggil dokter hewan Pet-Care ke rumah tersedia untuk membantu memenuhi kebutuhan hewan peliharaan Anda. Unduh aplikasi Pet-Care atau hubungi Call-Center untuk informasinya.