Jangan Sepelekan Anjing Demam, Cegah Sebelum Terlambat
Pernahkah kamu mendapati anjing demam tiba-tiba tanpa tahu penyebabnya? Kondisi ini sering membuat pemilik khawatir karena demam pada anjing bisa menjadi tanda adanya masalah serius di dalam tubuhnya.
Mulai dari infeksi bakteri, virus, parasit, hingga gangguan organ dalam, semua dapat memicu kenaikan suhu tubuh anjing. Mengetahui penyebabnya sejak dini sangat penting agar hewan kesayangan mendapatkan penanganan yang tepat dan terhindar dari risiko penyakit berbahaya. Yuk, pelajari bersama!
Penyebab Anjing Demam

Anjing demam sering kali menjadi tanda adanya masalah kesehatan yang serius. Penyebab anjing demam dapat beragam, mulai dari infeksi, gangguan organ, hingga penyakit menular. Suhu tubuh normal anjing berada di kisaran 38–39 derajat Celsius. Jika suhu tubuhnya meningkat lebih dari itu, kondisi ini patut diwaspadai. Pemilik perlu memahami penyebab, gejala, serta penyakit yang mungkin mendasarinya agar dapat memberikan penanganan yang tepat.
Infeksi Bakteri dan Virus
Salah satu penyebab utama anjing mengalami demam adalah infeksi bakteri maupun virus. Infeksi ini dapat menyerang berbagai organ tubuh seperti paru-paru, usus, ginjal, atau bahkan kulit. Penyakit distemper, parvovirus, dan leptospirosis adalah beberapa contoh penyakit menular pada anjing yang ditandai dengan demam.
Distemper biasanya disertai gejala batuk, pilek, dan mata berair, sementara parvovirus sering memunculkan diare berdarah serta muntah hebat. Infeksi bakteri pada saluran pernapasan atau saluran kemih juga dapat memicu kenaikan suhu tubuh secara drastis.
Baca juga: Kenali 2 Tahap Gejala Distemper Anjing
Radang dan Peradangan Organ
Selain infeksi, radang atau peradangan organ juga menjadi penyebab anjing demam. Kondisi ini dapat terjadi akibat cedera, alergi, atau adanya benda asing yang masuk ke dalam tubuh. Misalnya, radang sendi pada anjing dapat memicu demam karena tubuh sedang berusaha melawan peradangan tersebut.
Begitu pula dengan radang gusi atau infeksi gigi yang sering diabaikan, ternyata dapat menyebabkan suhu tubuh meningkat. Jika dibiarkan, radang berpotensi merusak organ lain dan menurunkan daya tahan tubuh anjing.
Gigitan Kutu dan Parasit
Kutu serta parasit juga sering menjadi penyebab anjing demam. Kutu tidak hanya membuat anjing merasa gatal, tetapi juga membawa penyakit seperti ehrlichiosis atau babesiosis.
Penyakit ini menyerang sel darah merah dan dapat memunculkan gejala demam, lesu, kehilangan nafsu makan, serta pucat pada gusi. Infeksi cacing dalam saluran pencernaan pun bisa memicu demam karena sistem kekebalan tubuh bekerja keras melawan gangguan tersebut. Oleh sebab itu, menjaga kebersihan dan memberikan obat antiparasit secara rutin sangat penting dilakukan.
Penyakit Autoimun dan Gangguan Organ Dalam
Tidak hanya disebabkan oleh infeksi dan parasit, anjing demam juga bisa terjadi akibat penyakit autoimun. Pada kondisi ini, sistem imun anjing menyerang jaringan tubuhnya sendiri sehingga memicu peradangan luas. Gangguan organ dalam seperti penyakit ginjal, liver, dan jantung juga sering ditandai dengan gejala demam. Pemilik biasanya menemukan tanda tambahan seperti muntah, lemas, perubahan nafsu makan, atau pembengkakan pada tubuh anjing.
Luka dan Infeksi Pasca Operasi
Luka yang terinfeksi atau kondisi pasca operasi juga dapat menimbulkan demam. Luka yang tidak dirawat dengan baik bisa menjadi tempat berkembang biaknya bakteri. Infeksi pada luka operasi bahkan lebih berbahaya karena dapat menyebar ke organ dalam. Oleh karena itu, penting sekali menjaga kebersihan luka dan mengikuti anjuran perawatan dari dokter hewan setelah anjing menjalani tindakan medis.
Gejala yang Harus Diwaspadai
Selain peningkatan suhu tubuh, ada beberapa gejala yang sering menyertai anjing demam. Misalnya, anjing tampak lesu, tidak mau makan, sering bersembunyi, menggigil, atau mengalami muntah dan diare. Terkadang, mata terlihat sayu dan napas menjadi lebih cepat. Gejala tersebut menunjukkan bahwa tubuh anjing sedang melawan penyakit. Jika demam berlangsung lebih dari 24 jam, segera lakukan pemeriksaan karena bisa jadi penyebabnya cukup serius.
Pentingnya Penanganan Tepat
Memberikan perawatan rumahan tanpa mengetahui penyebab pasti anjing demam dapat berisiko. Beberapa pemilik mungkin mencoba memberi obat penurun panas manusia, padahal hal tersebut berbahaya bagi anjing. Penanganan terbaik adalah membawa anjing ke dokter hewan untuk diperiksa lebih lanjut.
Dokter biasanya akan melakukan pemeriksaan fisik, tes darah, atau pemeriksaan laboratorium guna mengetahui penyebab utama demam. Dengan begitu, pengobatan bisa diberikan sesuai kebutuhan, mulai dari antibiotik, cairan infus, hingga terapi suportif lainnya.
Demam pada anjing merupakan tanda bahwa ada sesuatu yang tidak normal dalam tubuhnya. Penyebabnya bisa berasal dari infeksi bakteri, virus, parasit, radang organ, gangguan autoimun, hingga infeksi luka. Setiap pemilik anjing perlu memperhatikan gejala yang muncul dan tidak menunda pemeriksaan medis. Jika anjing mengalami demam, segera lakukan saran ke dokter hewan terdekat Pet Care agar mendapatkan diagnosis dan pengobatan yang tepat.
Sayangi anjing kesayangan dengan memberikan perhatian penuh pada kesehatannya. Jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter hewan terdekat dengan menghubungi layanan call center Pet Care. Segera jadwalkan pemeriksaan sekarang juga sebelum terlambat!