Gagal Ginjal Pada Kucing : Penyebab dan Gejalanya

Penyakit gagal ginjal tidak hanya menyerang manusia. Kucing pun bisa mengalami penyakit mematikan ini. Untuk itu, penting bagi kita untuk selalu memperhatikan kesehatan hewan kesayangan. Yuk simak ulasan mengenai penyakit gagal ginjal pada kucing dibawah ini.

Kucing akan dikatakan memiliki penyakit ini apabila ginjal nya tidak berfungsi normal selama lebih dari tiga bulan. Tepatnya pada saat ginjal anabul tidak dapat menghilangkan limbah dari aliran darah dan hormon pengontrol tekanan darah.

Apa Penyebab Gagal Ginjal Kucing?

Kucing dengan usia yang sudah lebih dari tujuh tahun cenderung lebih mudah terkena penyakit mematikan ini. Terdapat dua kategori dalam penyakit gagal ginjal yaitu akut dan kronis. Berikut beberapa penyebab paling umum yang menimbulkan penyakit gagal ginjal pada kucing.

  • Tekanan darah tinggi
  • Menelan zat beracun
  • Sudah tua atau berusia lebih dari 7 tahun
  • Faktor keturunan
  • Penyumbatan saluran kemih dan ginjal
  • Infeksi bakteri
  • Trauma

Sakit ginjal pada kucing harus segera dikenali dari ciri-ciri dan gejalanya. Tanda dari gagal ginjal biasanya akan nampak serta berkembang dalam waktu seminggu sampai satu bulan. Sedangkan kategori ginjal kronis akan lebih lama.

Bagaimana Gejala Penyakit Ginjal Pada Kucing?

Ciri ciri dibawah ini adalah gejala paling umum yang biasany ditunjukan oleh kucing yang menderita gagal ginjal. Namun, jika Anda ingin mengetahui kondisi pasti nya lebih baik langsung berkonsultasi pada dokter hewan.

  • Produksi urinnya meningkat
  • Muntah karena adanya penumpukan racun
  • Pengurangan nafsu makan
  • Kucing lebih sering minum
  • Bau mulut tidak sedap
  • Tidak bersemangat atau lebih sering tidur

Jika kucing Anda sudah menunjukan ciri-ciri diatas lebih baik langsung konsultasikan dengan dokter hewan terdekat karna lebih baik mencegah daripada mengobati kan?

Dengan memperhatikan keadaan kesehatan kucing sama dengan Anda memberinya kehidupan yang nyaman sekaligus bahagia. Jangan lupa untuk melakukan pemeriksaan rutin pada anabul agar bisa terhindar dari berbagai virus maupun penyakit berbahaya.

Sekian pembahasan mengenai penyakit gagal ginjal pada kucing yang bisa Pet Care bagikan. Dapatkan informasi menarik lainnya mengenai kesehatan hewan peliharaan di social media Pet Care.

Rabies Pada Anjing? Berikut Tanda dan Cara Penanganannya

Rabies merupakan penyakit yang seringkali dikaitkan dengan anjing. Namun, apakah anda sebenarnya mengetahui apa itu rabies dan bagaimana cara menangani rabies pada anjing? Yuk, simak jawabannya dalam artikel berikut! 

Apa Itu Rabies?

Rabies, yang seringkali disebut sebagai penyakit anjing gila, merupakan suatu virus membahayakan yang dapat menyerang anjing ataupun hewan-hewan lainnya ataupun manusia. Umumnya, anjing merupakan hewan yang paling sering terkena rabies. 

Pada penularannya, rabies dibawa oleh hewan-hewan liar dan ditularkan pada anjing melalui gigitan atau luka terbuka lainnya. Saat ada luka terbuka, virus akan mudah menyerang tubuh anjing dan dapat menimbulkan kematian dalam waktu singkat. Dengan kata lain, rabies hanya memerlukan waktu satu minggu untuk mematikan anjing. 

Bagaimana Tanda-Tanda Rabies pada Anjing?

Pada umumnya, anjing yang terkena rabies akan mengalami kemarahan berlebih serta kelumpuhan. Dua gejala umum ini dapat terjadi berbarengan atau hanya salah satu. Namun, tidak menutup kemungkinan bahwa gejala pertama yang ditimbulkan bukan kelumpuhan atau kemarahan. Anjing yang terkena rabies dapat menunjukkan gejala lemas, demam, muntah-muntah, dan lain sebagainya. 

Pada gejala yang menunjukkan kemarahan, yang dimaksud marah ditujukan pada tingkah laku agresif atau delusional. Kemudian, anjing dapat menyerang siapapun secara tiba-tiba. Selanjutnya, gejala yang menunjukkan kelumpuhan dapat terjadi secara bertahap, seperti kehilangan kemampuan fisik secara perlahan. Kelumpuhan ini dapat diawali dengan hilangnya sistem-sistem otot, sistem pernapasan, dan berakhir pada kematian apabila tidak ditangani dengan cepat. 

Cara Menangani Rabies pada Anjing

Sebenarnya, anda dapat mencegah penyakit rabies pada anjing. Caranya adalah dengan memberikan vaksin rabies secara rutin dan dalam dosis yang sesuai. Vaksin ini harus dilakukan dari sedini mungkin. Apabila anda ingin memvaksin anjing anda, anda dapat memanggil layanan vaksin anjing di rumah yang disediakan oleh PetCare

Selain itu, pencegahan juga dapat dilakukan dengan mencegah anjing terekspos pada hewan-hewan liar lainnya. Seperti yang telah dibahas, rabies dapat dibawa oleh hewan liar seperti kelelawar. Oleh sebab itu, sebisa mungkin jaga anjing dengan menutup pintu, menaruh anjing di tempat tertutup, rajin membersihkan pekarangan rumah, dan lain-lain. 

Apabila anda meyakini anjing anda telah terkena gigitan atau terluka karena hewan liar, segera beri pertolongan pertama dengan membersihkan luka tersebut. Bersihkan dengan obat antiseptik. Selanjutnya, langkah yang dapat anda lakukan adalah membawa anjing anda ke dokter hewan untuk diperiksa lebih lanjut. Dokter hewan memiliki pengetahuan tentang step-step pertolongan anjing yang terkena rabies.

Setelah mendapatkan pertolongan pertama, jangan bebaskan anjing anda seperti sedia kala. Untuk satu hingga dua minggu, isolasi anjing anda dari hewan-hewan lain di rumah anda agar tidak menjadi penyakit menular. Sebisa mungkin jauhkan juga manusia dari anjing yang terkena rabies karena manusia juga dapat terpapar rabies. 

3 Cara Cegah Kutu Pada Kucing Kesayangan

Kutu kucing merupakan ektoparasit yang disebabkan dari masalah kulit. Oleh karena itu, kita sebagai pemilik hewan harus bisa memperhatikan dan mengontrol kondisi kesehatan kulit hewan kesayangan.

Bulu kucing yang sehat tentu akan lebih nyaman untuk dielus dan pastinya kucing juga bisa leluasa untuk beraktivitas. Sementara, saat anabul kesayangan kita terserang kutu, mereka cenderung akan lebih sering menggaruk sampai melukai kulitnya sendiri karena merasakan gatal yang berlebih.

Oleh karena itu, penting untuk kita melakukan tindak pencegahan kutu pada anabul peliharaan. Mau tahu gimana caranya? Simak penjelasannya dibawah ini.

Cara Mencegah Kutu Kucing

Kucing yang terkena kutu Biasanya ditandai dengan bintik hitam yang muncul di bulu. Penyebab paling umum dari tumbuhnya ektoparasit ini adalah karena kucing anda sering bermain di luar ruangan sepanjang hari. Dimana saat itu parasit kutu mungkin saja terbang ke kucing Anda. Berikut adalah tips untuk mencegah hal tersebut.

Perawatan anti kutu

Untuk mencegah kutu pada kucing Anda bisa melakukan perawatan antikutu secara rutin. Jika Anda belum tahu mengenai perawatan antikutu sebaiknya konsultasikan dengan dokter hewan terdekat, mungkin mereka akan menyarankan produk antikutu yang sesuai dengan kondisi kucing peliharaan Anda.

Ingat jangan gunakan produk anti kutu yang dibuat untuk anjing. Produk anti kutu pada tiap jenis hewan peliharaan berbeda beda jadi Anda tidak bisa sembarangan dalam menggunakannya. Jika Anda menggunakan produk antikutu anjing untuk kucing bisa saja berakibat fatal untuk kesehatan kulit dan bulu kucing.

Membersihkan tempat tidur kucing secara rutin

Tips kedua yang bisa Anda lakukan untuk mencegah kutu pada kucing adalah membersihkan tempat tidurnya secara rutin. Larva dan telur kutu bisa saja menempel di tempat tidur anabul, dengan rutin membersihkan tempat tidurnya diharapkan dapat mencegah larva dan telur tumbuh menjadi kutu yang akan mengganggu anabul Anda.

Cucilah tempat tidur kucing anda dengan air panas dan keringkan. Bersihkan tempat tidurnya dengan cara ini sesering mungkin paling tidak dua minggu sekali.

Bersihkan rumah secara menyeluruh

Jika kucing Anda suka bermain di rumah, sebaiknya anda sebutkan membersihkan tempat yang mereka sukai. Rutinlah membersihkan rumah secara menyeluruh, terutama di karpet maupun sofa. Sedotlah debu seminggu sekali agar tidak ada telur dan larva yang tertinggal.

Lalu bagaimana jika anabul kesayangan kita sudah tertular kutu? Kali ini Pet Care juga akan berbagi informasi mengenai cara menghilangkannya. Ada beberapa cara yang bisa kalian lakukan untuk membantu menghilangkan kutu pada kucing, diantaranya :

  • Menggunakan bedak kutu kucing
  • Rutin menyisir bulu kucing
  • Konsultasi ke dokter hewan
  • Mandikan kucing dengan shampoo khusus

Ingat! Jangan tunggu sampai kutu bersarang di bulu anabul kesayangan Anda, lekas jaga kebersihan kandang kucing maupun tempat yang sering ditempati oleh peliharaan Anda agar tidak ada parasit yang mengganggu anabul kesayangan. 

Dapatkan informasi menarik lainnya di social media Pet Care dan gunakan layanan dokter hewan ke rumah dari Pet Care untuk melakukan konsultasi mengenai kesehatan hewan peliharaan.

Bulu Anjing Mengalami Kerontokan? Berikut Cara Mengatasinya! 

Bagi pecinta hewan, memiliki anjing merupakan suatu hal yang membahagiakan. Namun, bagaimana jika bulu anjing mengalami kerontokan secara terus menerus? Nah, apabila anda sedang mengalami anjing yang bulunya rontok, kenali cara mengatasinya dalam artikel berikut! 

Kenapa Bulu Anjing Rontok?

Saat bulu anjing rontok, penyebab yang paling sering terjadi adalah adanya parasit di kulit terluarnya. Sekali tertular parasit ini, anjing anda dapat dengan cepat mengalami kerontokan yang cukup parah. Selain itu, kerontokan juga dapat disebabkan oleh adanya penyakit kulit. Apabila ada parasit atau penyakit kulit, anjing akan cenderung menunjukkan prilaku menggaruk-garuk secara ekstrim hingga bulunya ikut rontok. 

Kedua, bulu anjing juga dapat rontok berlebihan apabila anda tidak memerhatikan shampoo yang digunakan. 

Terakhir, sejatinya memang ada beberapa anjing yang akan mengalami kerontokan berlebih dan ada juga ras-ras anjing yang jarang mengalami kerontokan. Umumnya, anjing-anjing yang berbulu lebat akan lebih sering mengalami kerontokan bulu. Namun, jumlah bulu yang rontok harus tetap diawasi, apabila kerontokan tersebut dirasa tidak wajar, segera cari pertolongan pertama agar keadaan dapat teratasi dengan cepat. 

Cara Mengatasi Bulu Anjing Rontok

Hal pertama dalam mengatasi bulu yang rontok adalah jangan gunakan shampoo manusia untuk anjing kesayangan anda. Belikanlah shampoo khusus anjing dengan varian yang sesuai pada permasalahan anjingmu. Biasanya, shampoo anjing memiliki beberapa jenis, seperti untuk anti jamur, kutu, anti ketombe, detangling, shampoo for long hair, kulit sensitif, puppy, dan lain sebagainya. Dengan memberikan shampoo yang sesuai, bulu anjing anda dapat lebih terawat dan terhindar dari penyakit, kutu, dan lain sebagainya.

Selain itu, anda juga harus memerhatikan nutrisinya. Dengan kata lain, berikan makanan yang bergizi dan telah diformulasikan untuk anjing. Dalam beberapa kasus, bulu anjing juga dapat rontok jika nutrisi yang masuk ke tubuh anjing jauh dibawah jumlah yang seharusnya.

Apabila telah mengikuti cara di atas tetapi anjing anda tetap terlihat menggaruk atau tidak nyaman dengan kulitnya, segera bawa anjing anda ke dokter hewan terdekat atau panggil layanan dokter hewan ke rumah. Dokter akan memberikan obat dan shampoo khusus yang telah diformulasikan untuk mengobati permasalahanmu. 

Setelah seluruh permasalahan teratasi, tetap awasi anjing anda agar hal tersebut tidak terulang lagi. 

Cara Merawat Anak Kucing Tanpa Induk Agar Tumbuh Sehat

Anak kucing pada dasarnya sangat ketergantungan dengan induknya. Namun, bagaimana jika Ia tidak memiliki induk? Nah dibawah ini Pet Care akan berbagi informasi mengenai cara merawat anak kucing tanpa induk. Simak ya!

Kita sebagai manusia tentu tidak bisa menggantikan posisi induk kucing dan ada beberapa anak kucing yang merasa tidak nyaman dengan manusia saat pertama kali bertemu.

Kalian bisa mencoba beberapa cara dibawah ini ketika ingin mencoba memelihara anak kucing tanpa induk.

Berikan Susu Pengganti

Pastikan Anda memberi susu pengganti yang sesuai usia kucing dan jangan memberikan susu sapi karena dapat menyebabkan gangguan pencernaan pada kucing. 

Ketika anda memelihara kitten yang baru lahir, berikan susu setiap satu hingga dua jam. Sementara, saat berusia 3 hingga 4 minggu Anda bisa memberikannya tiap 4 atau 6x perhari.

Sediakan Tempat yang Nyaman

Jika anda berniat memelihara kucing, pastikan sudah menyiapkan tempat yang nyaman. Misalnya, menyediakan tempat tidur yang hangat dan memberikan sedikit lampu untuk menambah kehangatan tubuh kitten.

Eliminasi dan Latihan Pispot

Anak kucing tidak memiliki kemampuan untuk buang air kecil sendirian sampai mencapai usianya yaitu sekitar 2-3 minggu. Sang induk biasanya akan menjilati sekitar anus juga alat kelaminnya.

Nah, kalian bisa menggantikannya dengan menggunakan handuk hangat yang sudah dibasahi kemudian mengusapkannya pada area anal dan genitalnya dengan hati-hati. Cara ini bisa Anda lakukan tiap selesai menyusui.

Melakukan Vaksinasi saat Usianya Sudah Cukup

Biasanya kitten memang lahir dengan antibodi dari sang induk. Namun, seiring dengan bertambahnya usia antibodi akan menurun. Oleh karena itu dibutuhkan vaksinasi. Lakukanlah vaksinasi untuk menjaga kucing dari berbagai virus dan penyakit yang berbahaya.

Pet Care menyediakan layanan vaksin kucing dan anjing, Anda bisa menggunakan layanan ini dengan cara menghubungi call center Pet Care atau memesannya melalui Aplikasi. Vaksinasi juga bisa dilakukan dirumah sehingga akan memudahkan Anda juga mencegah timbulnya kestressan anabul.

Nah itu dia beberapa cara merawat anak kucing tanpa induk yang bisa Anda coba ketika sudah bertekad untuk memelihara anak kucing. Jangan lupa juga untuk melakukan pemeriksaan rutin agar kucing kesayangan Anda bisa selalu sehat dan hidup bahagia.

Kenali Border Collie, Salah Satu Anjing Terpintar di Dunia

Border Collie merupakan anjing berukuran sedang yang berasal dari Inggris dan Skotlandia. Diantara ras-ras anjing lainnya, Border Collie seringkali dianggap sebagai anjing yang memiliki kepintaran di atas rata-rata. Anjing ini juga tergolong sebagai anjing yang dapat hidup panjang, yaitu hingga 15 tahun lebih. Yuk, kenali Border Collie melalui fakta-fakta berikut!

Border Collie adalah Anjing Peliharaan yang Aktif

Sewajarnya anjing berukuran sedang, Border Collie membutuhkan pergerakan yang cukup aktif setiap harinya. Biasanya, pemelihara Border Collie akan membutuhkan rumah dengan ruang terbuka yang luas agar mereka dapat bebas berlarian. Namun, jika anda tidak memiliki taman luas, anda juga dapat memelihara Border Collie dengan rutin mengajak mereka beraktivitas ke luar rumah. Apabila anda tidak bisa memenuhi hal ini, Border Collie dapat merasa stress dan terkurung. 

Border Collie adalah Teman Pengembala

Di wilayah asalnya, Skotlandia, banyak pengembala memanfaatkan Border Collie untuk menjaga domba-dombanya. Dengan tubuhnya yang gesit dan lincah, Border Collie mampu menggiring domba-domba tersebut agar tetap berada di jalurnya. 

Border Collie adalah Anjing yang Sangat Pintar

Kepintaran Border Collie sebenarnya telah terlihat dari fakta di atas, yaitu menjadikan mereka sebagai anjing penggembala. Jika mereka tidak pintar, mereka tidak akan bisa menggiring banyak domba pada satu jalur yang sama. Terlebih lagi, mengajari anjing untuk melakukan suatu pekerjaan bukan merupakan hal yang mudah. Namun, hal tersebut menjadi mudah bagi Border Collie. 

Anjing ini merupakan anjing yang mudah diajarkan. Oleh sebab itu, Border Collie juga seringkali dijadikan sebagai anjing yang membantu tim SAR dalam melakukan tugasnya. Tubuh mereka gesit, pelari handal, dan juga pintar, tiga kombinasi yang cukup menjanjikan untuk membantu tim penyelamat. 

Selain itu, Border Collie juga sangat ramah terhadap manusia serta sesama anjing. Namun, kepintarannya juga membuat anjing ini seringkali waspada terhadap sekitarnya. 

Di balik kepintarannya, Border Collie juga mudah untuk dipelihara. Apabila anda ingin memelihara Border Collie, pastikan anda dapat mengimbangi keaktifan mereka dan memberikan tempat tinggal yang cukup. Selain itu, perhatikan juga nutrisi harian dan vaksinasinya agar tidak mudah terserang penyakit. Kini, PetCare telah memiliki layanan vaksin hewan di rumah.

Jangan Salah Beli, Berikut Cara Memilih Kandang Anjing yang Sesuai

Memilih kandang anjing yang sesuai merupakan sesuatu yang sangat penting. Saat memutuskan untuk memelihara anjing, salah satu hal utama yang dipikirkan adalah kandang. Selayaknya manusia yang membutuhkan kamar, anjing juga butuh tempat tersendiri untuk mereka berteduh dan bersantai setelah beraktivitas. 

Kita, manusia, pastinya mempertimbangkan bahan, kualitas, dan kekuatan kasur sebelum membelinya. Nah, hal serupa juga harus dilakukan sebelum membeli kandang anjing. Yuk, kenali jenis-jenis dan cara memilih kandang anjing berikut. 

Jenis Kandang Anjing

Kandang Tetap

Kandang tetap merupakan kandang yang telah dibuat dan disusun agar tidak dapat dipindah kemana pun. Dengan kata lain, kandang ini biasanya dipasang dengan bahan pengait yang kuat agar tidak mudah dirubuhkan oleh anjing. 

Biasanya, kandang jenis ini dibangun dengan besi atau bahan yang biasa dijadikan pagar rumah. Selain itu, kandang jenis ini juga biasanya tidak berada di dalam rumah, melainkan di luar rumah atau halaman rumah.

Kandang Portabel

Kandang dengan jenis ini merupakan kandang yang dapat dibawa kemana pun. Biasanya, kandang ini dibuat menggunakan alumunium, besi, dan plastik. Apabila anda sering mengajak anjing anda berjalan-jalan, anda harus mempertimbangkan kandang dengan jenis ini.

Cara Memilih Kandang Anjing

Apabila anda ingin memasang kandang tetap, perhatikan lokasi penempatan kandang sebelum membangunnya. Jika anda memasang kandang tanpa memperhitungkan lokasi, akan sulit untuk memindahkannya bila terjadi hal yang tidak diinginkan. 

Pertama, perhatikan posisi matahari. Sebisa mungkin, taruh kandang di tempat yang terkena sinar matahari. Selain itu, perhitungkan juga atap yang akan digunakan sebagai pelindung kandang. Bila anda menaruh kandang di tempat terbuka, anda akan membutuhkan atap agar anjing kesayangan anda tidak kehujanan atau kepanasan. Terakhir, perhatikan juga alas kandang. Buat tanah atau alas tersebut miring ke arah pembuangan air agar tidak ada genangan yang mengotori kandang. 

Jika anda ingin membeli kandang portabel, berikut adalah beberapa hal yang harus anda perhatikan.

Ukuran

Sebelum membeli kandang portabel, anda harus mengukur anjing anda dahulu. Agar aman dan anjing dapat leluasa bergerak, belilah kandang yang berukuran jauh lebih besar dari tubuh anjing. Setidaknya, sediakan kandang yang berukuran sekitar dua kali ukuran tubuhnya untuk dia bergerak.

Bahan

Apabila anjing anda tergolong dalam ras mini, anda masih bisa membelikan kandang dengan bahan plastik yang tebal. Namun, akan lebih baik bila anjing anda diberikan material yang keras seperti logam atau alumunium. Hal ini juga berlaku pada anijng ras besar. Sehubungan dengan ukuran dan tenaganya yang besar, anda dapat memilih bahan kandang keras. Sebisa mungkin anda harus menghindari bahan-bahan kandang yang mudah rusak seperti plastik. 

Sirkulasi Udara dan Tempat Pembuangan Kotoran

Terakhir, anda harus mempertimbangkan sirkulasi udara di dalam kandang. Terkadang, ada beberapa kandang yang desainnya menyulitkan udara untuk masuk. Oleh sebab itu, pastikanlah terdapat ruang terbuka yang cukup agar sirkulasi udara di dalam kandang tidak berantakan. Jika sirkulasi udara buruk, anjing anda akan berpotensi untuk terkena penyakit melalui bakteri yang singgah di kandang. 

Selain itu, anda juga harus memastikan kemana kotoran anjing ditaruh di dalam kandang. Kandang yang baik adalah kandang yang memiliki ruang untuk menaruh kotoran. Biasanya, ruang tersebut berada pada ujung kandang. 

Ketahuilah, kandang yang jorok dan kotor akan membawa penyakit pada anjing anda. Oleh sebab itu, menjaga kebersihan kandang anjing merupakan hal yang wajib untuk dilakukan. Apabila terlampau kotor, anda bisa membersihkannya dan memanggil layanan dokter hewan ke rumah dari PetCare untuk pengecekan dini. Yuk, sayangi anjing anda dan berikan dia tempat ternyaman.

Kenali 5 Makanan Yang Berbahaya Untuk Kucing Kesayangan

Makanan kucing yang paling sering kita berikan untuk kucing kesayangan adalah wet food atau dry food. Tapi, tahukah Anda? Masih banyak diluar sana yang membiarkan kucing untuk makan apa saja karena beranggapan kucing suka semua jenis makanan.

Padahal, ada beberapa jenis makanan yang sangat dilarang untuk dikonsumsi kucing karena bisa menimbulkan efek yang berbahaya untuk kesehatan hewan kesayangan kita.

Nah, agar kita bisa mencegah hal tersebut, Pet Care akan berbagi informasi mengenai beberapa makanan kucing yang dilarang dan berbahaya untuk hewan kesayangan kita di rumah. Simak informasi selengkapnya di bawah ini.

Jenis Makanan Yang Berbahaya Untuk Kucing

Pada dasarnya, kucing sama seperti manusia yang memiliki alergi terhadap beberapa jenis makanan. Dirangkum dari beberapa sumber, berikut makanan yang bisa saja membahayakan kondisi kesehatan kucingmu.

Alkohol dan Kafein

Mengkonsumsi alkohol maupun kafein akan membuat kucing muntah, diare sampai sulit bernafas bahkan di beberapa kasus juga mencapai kematian. Alkohol dan kafein mengandung zat yang berbahaya bagi kucing, maka dari itu jangan sampai kucing anda meminum atau mengkonsumsinya.

Cokelat

Tidak seperti manusia, kucing yang mengkonsumsi cokelat bisa menyebabkan beberapa masalah kesehatan yang serius seperti masalah jantung, diare, muntah sampai dispnea. Ingat! Jangan pernah memberikan cokelat apapun kepada kucing kesayangan Anda.

Telur mentah

Pernahkah Anda memberikan telur mentah utuh kepada kucing? Jika pernah, sebaiknya hindari kebiasaan ini. Kucing memang diperbolehkan makan telur mentah tapi hanya kuning telur nya saja. Mengapa? Putih telur mengandung avidin. Yang mana ketika avidin mengikat biotin, makan kucing akan kekurangan vitamin B.

Saran terbaiknya adalah sebisa mungkin tidak memberikan kucing makan telur mentah, mau itu kuningnya saja ataupun secara keseluruhan.

Anggur dan Kismis

Segera jauhkan anggur dan kismis dari tempat yang bisa dijangkau oleh anabul. Kenapa? Sampai saat ini belum diketahui kenapa anggur dan kismis berbahaya. Tapi, kucing yang mengkonsumsi anggur dan kismis meski dalam jumlah yang sedikit bisa menyebabkan gagal ginjal. 

Perkiraan gejala yang akan muncul 12 jam setelah mengkonsumsi anggur dan kismis adalah kucing tampak lesu, muntah-muntah, tidak nafsu makan dan diare. Bawalah ke dokter hewan jika Anda mengetahui kucing Anda memakan anggur jenis apapun.

Apabila hewan peliharaan Anda terlanjur mengkonsumsi makanan diatas, sebaiknya segera konsultasikan ke dokter hewan terdekat agar segera mendapat solusi dan penanganan yang optimal. Temukan informasi bermanfaat lainnya di social media Pet Care.

Fakta Kucing Munchkin, Si Kucing Berkaki Pendek

Ada beragam jenis kucing di Indonesia, salah satunya adalah kucing munchkin. Kalian pasti sudah tidak asing dengan nama kucing yang satu ini kan? 

Kucing munchkin atau yang sering kita sebut dengan kucing kaki pendek adalah salah satu jenis hewan peliharaan yang populer di Indonesia. Bentuk kaki nya menjadi daya tarik yang paling menonjol dari kucing ini.

Dari Mana Asal Kucing Munchkin?

Hewan menggemaskan yang satu ini mulai dikembangbiakkan di Amerika Serikat pada tahun 1980-an. Kaki pendeknya terbentuk karena mutasi genetik alami. Munchkin merupakan kucing ras utama dari jenis berkaki pendek. 

Kucing kaki pendek diberi nama munchkin yang diambil dari karakter yang juga bernama sama dimana itu adalah karakter orang kerdil di sebuah film berjudul The Wizard of Oz.

Jarang Dikembangbiakkan Dengan Sesama Munchkin

Fakta menarik kedua adalah bahwa kucing ini jarang sekali dikembangbiakkan dengan jenis yang sama dikarenakan terdapat resiko yang terkait dengan genetiknya. 

Biasanya akan dipasangkan dengan jenis anabul domestik shorthair maupun long hair. Dengan begitu, akan membuat hewan ini memiliki bulu yang berkilau serta kaki yang tidak terlalu pendek.

Perkiraan Usianya Lebih Panjang

Jika Anda berniat untuk memelihara hewan berbulu dengan masa usia yang panjang maka munchkin bisa jadi solusinya. Kucing ini dapat hidup 12 sampai 15 tahun dengan catatan Anda merawatnya dengan baik dan benar.

Gesit

Kakinya yang pendek membuat kucing ini memiliki pergerakan yang gesit. Ia bergerak seperti musang dan cukup aktif saat bermain. 

Sebaiknya Anda tidak membiarkan kucing dengan jenis kaki pendek lompat ke tempat yang tinggi karena kaki nya yang pendek bisa menyebabkan cedera punggung.

Perawatan Kucing Berkaki Pendek

Tips perawatan yang bisa kami berikan untuk Anda ketika memelihara kucing munchkin adalah sebagai berikut :

  • Sisir 3-5x seminggu jika kucing munchkin berbulu panjang
  • Sisir 1-2x seminggu jika berbulu pendek
  • Memotong kuku dan membersihkan telinganya secara rutin
  • Memberikan makanan kucing yang seimbang
  • Mengunjungi dokter hewan untuk pemeriksaan rutin dan melakukan vaksinasi

Perawatan kucing yang dilakukan dengan maksimal dan benar akan membuat pertumbuhan kucing lebih optimal dan kesehatannya terjaga.

Pet Care menyediakan layanan dokter hewan ke rumah dan layanan vaksinasi kucing dan anjing di rumah. Semua tindakan akan dilakukan oleh dokter hewan profesional yang berpengalaman. Jika Anda membutuhkannya, bisa segera hubungi call center Pet Care.

Ingin Memiliki Anjing Berumur Panjang? Kenali 6 Ras Berikut! 

Memiliki anjing yang berumur panjang sangatlah mungkin terjadi. Sebelum memelihara anjing, ada baiknya anda mengetahui bahwa anjing memiliki rentang usia yang jauh lebih singkat dari manusia. Umumnya, seekor anjing hanya dapat hidup sekitar 10 tahun. Namun, beberapa ras anjing dapat hidup lebih panjang dengan perawatan yang juga dijaga. 

Umur anjing sejatinya berbeda-beda, terbagi atas ras dan ukuran tertentu. Untuk anjing ras mini, umumnya mereka dapat bertahan hidup lebih panjang dari anjing ras besar. Bila dirawat dengan baik, anjing ras mini dapat bertahan hingga lebih dari 15 tahun. Akan tetapi, anjing ras besar hanya dapat hidup rata-rata setengah dari usia anjing ras mini. 

Apabila anda ingin memelihara anjing yang memiliki usia panjang, kenali beberapa ras berikut!

Shih Tzu

Anjing ini identik dengan bulunya yang dapat memanjang seperti rambut manusia. Mereka juga memiliki sifat yang ramah pada manusia dan dapat dipelihara di dalam rumah. Umumnya, seekor Shih Tzu yang dirawat dengan baik dapat bertahan hingga 15 tahun, bahkan lebih. 

Namun, anda harus ekstra dalam merawat Shih Tzu. Bulunya yang panjang dan berat harus selalu dirawat. Caranya adalah dengan memandikannya secara rutin, memastikan bulunya selalu kering, dan menyisir bulunya setiap hari. Selain itu, penuhi juga kebutuhan-kebutuhan lainnya seperti nutrisi, kebutuhan bermain, dan lain sebagainya. 

Toy Poodle

Sebagai pecinta anjing, anda pasti sudah tidak asing dengan ras poodle. Selain bentuknya yang mini dan menggemaskan, ternyata Toy Poodle juga bisa hidup panjang, lho! Meskipun tubuhnya tergolong mini dan hanya sekitar 2 kilogram, Toy Poodle dapat hidup sekitar 15 tahun, bahkan lebih. 

Sama seperti Shih Tzu, merawat Toy Poodle juga harus diikuti dengan perawatan bulu. Namun, bulunya yang tergolong keriting ini tidak banyak rontok, kok! 

Pomeranian

Pomeranian juga merupakan anjing yang sangat populer untuk dipelihara di rumah. Anjing ini tergolong dalam anjing ras mini dengan ukuran sekitar 3 kilogram. Meskipun bertubuh mungil, banyak Chihuahua yang dapat hidup hingga lebih dari 15 tahun. 

Dachshund

Pernah dengar anjing sosis? Ya, itulah anjing Dachshund. Anjing dengan tubuh panjang dari Jerman ini juga memiliki usia yang tergolong panjang, yaitu sekitar 15 tahun. Namun, tidak menutup kemungkinan juga bahwa anjing ini dapat berusia lebih dari 15 tahun. Sejarah mencatat bahwa terdapat seekor anjing Dachshund yang menyentuh usia 21 tahun. 

Satu hal yang menarik dari anjing ini, Dachshund dapat dikategorikan dalam anjing yang perawatannya tidak sulit. Bulu mereka tidak terlalu rontok dan mereka tidak membutuhkan mandi setiap minggu. Namun, bila anda sering mengajak Dachshund anda ke tempat kotor, anda dapat memandikan mereka lebih sering.

Border Collie

Berbeda dengan anjing-anjing sebelumnya, Border Collie merupakan salah satu representasi anjing ras medium yang dapat hidup panjang. Seekor Border Collie dewasa dapat berukuran hingga 20 kilogram. Umumnya, Border Collie dapat hidup sekitar 15 tahun ke atas. Namun, bila dirawat dengan sangat baik, Border Collie dapat hidup hingga 20 tahun. Berdasarkan sejarah, terdapat seekor Border Collie yang hidup hingga 25 tahun lamanya.

Labrador Retriever

Anjing terakhir ini merupakan salah satu anjing ras besar yang dapat berusia panjang. Berat seekor Labrador Retriever dewasa dapat mencapai 30 kilogram atau lebih. Umumnya, Labrador Retriever dapat berusia sekitar 12 tahun lamanya. Namun, beberapa anjing ras ini telah membuktikan rentang waktu hidup yang lebih lama dari 12 tahun. 

Nah, sekarang anda telah mengetahui 6 ras anjing yang memiliki usia panjang. Bila diteliti satu persatu, sebenarnya masih banyak ras anjing yang dapat hidup lebih dari 15 tahun. 

Penting untuk diketahui, usia anjing-anjing ini dapat tergolong panjang bila diikuti dengan perawatan yang baik. Pertama, anda harus memastikan nutrisinya telah tercukupi setiap harinya. Kedua, jangan melewati vaksinasi anjing agar tubuhnya tetap sehat dan terbebas dari virus. Apabila anda membutuhkan vaksin anjing, anda dapat memanggil layanan vaksin hewan di rumah yang disediakan PetCare. Terakhir, sayangi anjing anda dan perlakukan mereka dengan baik.