Tag: panggil dokter hewan ke rumah

Anjing Menggonggong Tengah Malam

Kenali Penyebab Anjing Menggonggong Tengah Malam

Anjing memang terbiasa menggonggong bagi pemilik hewan. Anjing menggonggong merupakan tanda kalau ia menginginkan sesuatu. Namun, saat mendengar anjing tiba-tiba saja menggonggong tengah malam, tentu saja membuat orang takut.

Biasanya orang akan berpikir kalau anjing tersebut melihat makhluk halus. Padahal, tanda itu bisa saja bermaksud hal yang lain.

Ingin tahu maksud anjing menggonggong tengah malam? Yuk penjelasannya dalam artikel di bawah ini!

Penyebab Anjing Menggonggong Tengah Malam

1. Ada Orang Asing

Anjing akan berbeda tingkahnya ketika ada orang asing di sekitar rumah anda. Hewan berbulu ini dikenal mempunyai indera penciuman yang tajam sehingga ia akan waspada saat ada orang asing di sekitar rumah anda. Anjing Menggonggong merupakan tanda ia memberi peringatan.

2. Takut

Anjing dapat merasakan takut. Ini terjadi karena mereka tiba-tiba saja dikurung di dalam kandang, mengingat ia dapat bermain dengan bebas walaupun orang sedang berisitirahat.

Saat anjing khawatir, selain menggonggong, ia akan mencakar benda di sekelilingnya atau mondar-mandir karena gelisah.

3. Ingin Bermain

Penyebab yang ketiga adalah anjing ingin bermain. Anjing merasa bosan dan kesepian sehingga dengan mengonggonggong mereka berusaha menarik perhatian anda. Anda dapat mengajaknya bermain di dalam ruangan agar ia senang.

4. Masalah Kecemasan

Anjing dapat mengalami gangguan kecemasan sehingga kewaspadaannya meningkat. Contohnya anjing mendengar tetangga berjalan di luar atau mendengar pergerakan tikus di lonteng.

5. Mendengar Suara Anjing Lain

Anjing menggonggong sebagai bentuk respons pada anjing lain yang menggonggong di luar rumah. Anjing yang berada di luar rumah bisa saja memberikan tanda bahaya atau memberitahu lokasinya.

6. Anjing Sakit

Saat anjing merasa sakit, ia akan melolong untuk menunjukkan rasa tidak nyaman. Lolongan anjing biasanya akan berlangsung sepanjang hari. Anda sebaiknya memeriksa anjing kesayangan ke dokter hewan agar diberikan penanganan yang tepat.

Nah itulah penyebab anjing menggonggong di malam hari. Apabila anjing menunjukkan gejala kesehatan lain, anda dapat menghubungi dokter hewan. Dokter hewan akan memeriksa kondisi anjing anda.

Kini, Pet Care menyediakan layanan konsultasi dokter hewan ke rumah. Anda dapat menghubungi call center Pet Care.

Gangguan pencernaan pada anjing

Gangguan Pencernaan Pada Anjing : Gejala dan Penyebabnya

Mempunyai hewan peliharaan yang sehat dan aktif adalah impian pemilik hewan. Apabila hewan peliharaan mengalami gangguan kesehatan, tentu membuat anda khawatir. Salah satu masalah kesehatan yang sering terjadi pada anjing yakni gangguan pencernaan.

Anjing yang tiba-tiba lesu, tidak mau makan, muntah, atau berat badan turun adalah tanda bahwa mereka terkena gangguan pencernaan. Jangan menganggap sepele permasalahan gangguan pencernaan karena hal ini dapat mengancam kesehatan anjing kesayangan.

Lantas, apa saja gejala dan penyebab gangguan pencernaan pada anjing?

Gejala Gangguan Pencernaan pada Anjing

  • Berat badan turun
  • Muntah atau diare
  • Tingkah laku berubah
  • Anjing menyentuh atau memukul bibir
  • Anjing makan rumput

Penyebab Gangguan Pencernaan pada Anjing

Anjing seringkali mengalami gangguan pencernaan. Banyak hal menyebabkannya, diantaranya mengonsumsi makanan yang salah, terlalu banyak makan, atau pola makan yang tidak teratur.

  • Makanan. Makanan adalah penyebab umum gangguan pencernaan pada mereka. Ada beberapa makanan yang berbahaya untuk anjing. Anjing akan muntah apabila alergi terhadap makanan tersebut.
  • Asam lambung yang menumpuk berlebihan. Gangguan pencernaan ini terjadi saat anjing memproduksi terlalu banyak asam lambung atau makan makanan yang terlalu asam. Tekanan yang menumpuk di sistem lambung menyebabkan rasa sakit dan kembung. Untuk melepaskan tekanannya, anjing akan muntah lewat mulut atau anus.
  • Radang lambung. Radang lambung dapat menyebabkan kontraksi otot yang akhirnya menyebabkan muntah.
  • Peradangan usus. Sama halnya dengan radang lambung, peradangan usus menyebabkan kontraksi otot. Ini terjadi di dalam usus yang mempercepat isi perut lewat saluran sehingga hanya menyisakan waktu sedikit bagi cairan unuk diserap kembali oleh usus.

Apabila anjing menunjukkan gejala gangguan pencernaan seperti yang disebutkan di atas, anda harus segera membawanya ke dokter hewan. Dokter hewan akan mendiagnosis dan memberikan pengobatan yang tepat untuk anjing anda. Anda dapat menghubungi call center Pet Care untuk berkonsultasi dengan dokter hewan terdekat.

Anda dapat melakukan tindakan pencegahan pada anjing anda. Periksa kembali makanan di mangkuk anjing anda agar mereka tidak sakit perut. Anjing bisa saja alergi setelah mengganti merek makanannya. Obat yang dikonsumsi anjing juga dapat menyebabkan anjing sakit perut. Segera bawa ke dokter agar tahu apakah ada efek samping dari mengkonsumsi obat tersebut.

Kucing Mendengkur

Ini Penyebab Kucing Mendengkur

Ketika kucing diusap atau digendong, akan terdengar suara dengkuran. Suara kucing mendengkur karena mereka merasa nyaman dan senang. Namun faktanya, tidak semua penyebab kucing mengeluarkan dengkuran karena senang saja. Ada beberapa penyebab kucing mendengkur.

Apa saja? Simak penjelasannya di bawah ini.

Penyebab Kucing Mendengkur

1. Nyaman dan Senang

Seperti yang sudah dijelaskan di atas, salah satu penyebabnya karena kucing nyaman dan senang. Saat pemilik mengusap kucing dengan perlahan, kemudian mereka menutup mata dan akhirnya mengeluarkan dengkuran, itu artinya kucing nyaman.

2. Sakit

Kucing yang mendengkur cukup lama, bisa saja ia sedang sakit. Dengkuran mereka bisa membuat cedera mereka sendiri cepat sembuh. Getaran dari mendengkur memudahkan mereka menyembuhkan luka, memudahkan sistem pernapasan dan mengurangi rasa sakit.

3. Komunikasi Induk Kucing dengan Anak-anaknya

Suara dengkuran menjadi komunikasi dasar yang diajarkan induk kucing. Mendengkur juga sebagai tanda ikatan awal induk dengan anaknya. Dengkuran disertai mengeong juga bisa menjadi tanda kucing menarik perhatian seperti meminta makan, menangis.

Anak kucing yang baru lahir akan buta dan tuli, sehingga induk kucing harus membantu mengarahkan anaknya ke induk kucing untuk memberikan susu pertama. Anak kucing akan mendengkur beberapa hari setelah lahir untuk memberitahu induknya di mana mereka berada dan untuk memberitahu bahwa mereka baik-baik saja.

4. Menenangkan Diri

Saat kucing hendak menenangkan diri dan mengurangi stres, mereka akan mengeluarkan dengkuran. Mereka juga akan mendengkur ketika takut dan cemas akan sesuatu.

Perlukah Membawa ke Dokter Hewan?

Jika kucing mendengkur di rumah tetapi tingkahnya berbeda dari biasa, bisa saja mereka sakit  atau terluka. Apalagi jika kucing menunjukkan gejala medis lain, seperti flu atau batuk, segera hubungi dokter hewan agar mendapatkan penanganan yang tepat. Dokter hewan akan melakukan pemeriksaan pada kucing anda.

Kini Pet Care memiliki layanan konsultasi pada dokter hewan dengan menghubungi layanan call center Pet Care. Dokter hewan akan datang langsung ke rumah anda sehingga anabul tidak perlu keluar rumah.

Kucing Jalan Sempoyongan

Penyebab Kucing Jalan Sempoyongan

Kucing memang menjadi hewan peliharaan yang menggemaskan. Sebagai pemilik hewan, anda tentu ingin agar kucing anda terus aktif dan sehat. Namun, kucing adalah hewan yang rentan terkena penyakit. Kucing bisa saja tiba-tiba jalan sempoyongan yang membuat anda bingung.

Lantas apa penyebab kucing jalan sempoyongan? Yuk simak dalam artikel di bawah ini!

Penyebab Kucing Jalan Sempoyongan

1. Cerebellar Hypoplasia

Cerebellar hypoplasia adalah gangguan kesehatan kucing yang mempengaruhi koordinasi tubuh, sistem motorik dan kesadaran spasial. Gejala kucing mengalami ini adalah mereka bergerak dengan kaku, tak beraturan, dan tidak seimbang. Ini terjadi karena ada gangguan di bagian otak kecil kucing karena tidak berkembang baik saat di kandungan. Kebanyakan kasus cerebellar hypoplasia adalah bawaan dari lahir.

2. Keracunan

Keracunan pada kucing dapat terjadi ketika kucing mengonsumsi makanan yang terkena pestisida, menjilat cairan pembersih lantai, atau memakan hewan lain yang terkena racun. Gejala kucing yang keracunan yakni ketidakseimbangan tubuh, muntah, dan kejang. Segera bawa ke dokter hewan agar kucing mendapat penanganan yang tepat.

3. Ataksia

Ataksia atau ataxia adalah salah satu gangguan neurologis atau sistem saraf pada kucing yang mempengaruhi koordinasi tubuh kucing. Kucing akan sulit mengontrol tubuhnya dan akhirnya berjalan sempoyongan.

4. Distemper

Penyakit distemper adalah penyakit yang mudah menular pada sesama kucing bahkan bisa menyebabkan kematian. Gejala kucing yang terkena distemper adalah kucing sempoyongan dan keseimbangannya buruk.

5. Feline Vestibular Disease

Feline Vestibular Disease adalah gangguan pada sistem vestibular yang mengatur keseimbangan dan orientasi ruang pada kucing. Kucing yang terserang Feline Vestibular Disease akan jalan sempoyongan, mengangkat kepala, dan terlihat kebingungan.

6. Idiopatic Vestibular Disease

Idiopatic Vestibular Disease menyebabkan ketidakseimbangan pada kucing tanpa penyebebab yang jelas. Di 30 menit pertama kucing akan jalan sempoyongan bahkan untuk berdiri pun sulit. Mata kucing akan bergerak dengan cepat dan muntah. Kondisi ini akan membaik dengan sendirinya dan tidak menyebabkan masalah serius. Namun, jika anda khawatir segera bawa ke dokter hewan.

Perlukah Ke Dokter Hewan?

Kucing yang berjalan sempoyongan perlu dibawa ke dokter hewan. Dokter hewan akan memeriksa lebih lanjut mengenai penyebab yang mendasarinya. Mereka akan melakukan pemeriksaan medis untuk menentukan penanganan yang tepat pada kucing anda.

Kini Pet Care menyediakan konsultasi dokter hewan ke rumah melalui layanan call center Pet Care.

Kucing Ringworm

Gejala Ringworm pada Kucing dan Cara Mengobatinya

Kucing menjadi salah satu hewan yang dijadikan hewan peliharaan oleh manusia. Walaupun kucing mendapatkan perawatan yang maksimal dari pemilik, mereka adalah hewan yang cukup rentan mengalami infeksi jamur pada kulit atau ringworm.

Saat kucing mengalami ringworm, akan muncul ruam berbentuk melingkar layak cincin. Pada umumnya ringworm akan mengakibatkan rasa gatal berlebihan dan menimbulkan luka. Ringworm dapat menular ke manusia dan hewan lain.

Lalu apa saja gejala dan bagaimana cara mengobati ringworm ini? Yuk simak penjelasannya di bawah ini!

Gejala Ringworm pada Kucing

Ringworm dapat menyebar melalui foliker rambut dan kulit yang terinfeksi. Ringworm lebih sering dialami oleh kucing muda atau kucing dengan rambut tebal. Hal ini dikarenakan sistem kekebalan tubuh pada kucing muda belum maksimal sedangkan pada kucing dengan rambut tebal mereka dapat menjadi perkembangan spora sehingga sulit dihilangkan.

Berikut beberapa gejala yang ada pada kucing saat terkena ringworm :

  • Munculnya infeksi atau luka yang berbentuk cincin melingkar pada kulit kucing
  • Adanya bercak merah
  • Kucing mengalami rambut rontok di bagian tertentu
  • Munculnya ketombe pada rambut atau tekstur bersisik
  • Ringworm di kulit kepala akan dimulai dengan benjolan atau luka kecil

Cara Mengobati Ringworm pada Kucing

Kucing  masih menular selama tiga hingga enam minggu. Anda harus tetap mempertahankan perawatan dari dokter hewan meskipun kucing sudah menunjukkan tanda lebih baik sebelum perawatan selesai. Memberikan obat anti jamur selama waktu yang direkomendasikan dokter hewan adalah hal yang paling penting karena ringworm bisa saja muncul kembali.

 Dokter hewan biasanya akan mengobati ringworm dengan kombinasi obat anti jamur. Mereka juga bisa mengoleskan obat topikal seperti salep ke kulitnya. Dokter hewan akan merekomendasikan agar mandi dengan obat untuk pengobatan ringworm pada kucing. Mereka akan memberikan obat yang cocok untuk kucing kesayangan anda.

Sebaiknya memisahkan ruangan kucing dengan sekitar agar mudah dibersihkan dan tidak menyebarkan jamur pada orang atau hewan lain di rumah. Anda juga disarankan untuk membersihkan setiap ruangan dari bulu kucing anda dan bersihkan berbagai perlengkapan kucing.

Nah itulah gejala dan cara mengobati ringworm pada kucing. Jika kucing anda menunjukkan gejala seperti yang disebutkan di atas, anda dapat menghubungi layanan call center Pet Care untuk konsultasi dengan dokter hewan. Pet Care menyediakan layanan dokter hewan ke rumah sehingga penyebaran ringworm dapat dicegah.

Tungau Telinga Pada Kucing

Tungau Telinga Pada Kucing : Gejala dan Cara Mengobatinya

Hama seperti tungau sering kali menyerang hewan peliharaan termasuk kucing. Tungau dapat menyebabkan kucing menggaruk telinganya terus bahkan dapat menyebabkan iritasi parah. Hama ini tinggal di permukaan saluran telinga kucing.

Lantas apa saja gejala dan bagaimana cara mengobati tungau telinga pada kucing?

Gejala Tungau Telinga Pada Kucing

Tungau memang memiliki ukuran yang kecil, tetapi anda dapat memperhatikan tanda yang ditinggalkan oleh tungau. Tungau dapat mempengaruhi satu atau kedua telinga. Berikut gejala yang akan terlihat pada kucing saat terkena tungau :

  • Kemerahan di telinga kucing
  • Kerak di ujung telinga kucing
  • Sering menggaruk telinga
  • Kucing sering menggelengkan kepala
  • Kotoran telinga berwarna gelap

Penyebab umum tungau telinga pada kucing yakni tertular dari hewan lain. Kucing yang sering berinteraksi dengan hewan lain atau sering berada di luar ruangan dapat terkena tungau.

Kondisi kandang yang tidak sehat juga dapat menjadi penyebab kucing terkena tungau. Oleh karena itu, sebagai pemilik hewan peliharaan anda harus rutin membersihkan kandang kucing.

Cara Mengobati Tungau Telinga Pada Kucing

Cara pertama yang dapat anda lakukan yakni membersihkan telinga kucing. Bersihkan penumpukan kotoran dan bilas dengan lembut. Gunakan obat pembersih telinga khusus kucing lalu teteskan ke dalam lubang telinga kucing.

Jika anda khawatir merusak gendang telinga kucing, sebaiknya bawa ke dokter hewan. Dokter hewan akan memberikan penanganan dan resep yang tepat untuk kucing kesayangan. Dokter hewan bisa saja memberikan obat suntik tambahan jika diperlukan. Obat tungau telinga kucing tersedia dalam bentuk oles atau suntikan.

Anda sebaiknya memeriksa kembali kucing dalam waktu satu atau dua minggu kemudian untuk memastikan tungau sudah hilang. Dokter hewan akan memberikan langkah selanjutnya yang tepat untuk kucing kesayangan.

Tungau sebenarnya dapat dicegah. Anda dapat memberikan perawatan anti parasit pada kucing anda. Jangan lupa untuk menjaga lingkungan sekitar kucing agar selalu bersih. Kucing sebaiknya tetap di dalam ruangan untuk mencegah tungau datang lagi.

Pet Care menyediakan layanan konsultasi dokter hewan ke rumah sehingga kucing anda tetap di dalam ruangan. Anda dapat menghubungi call center Pet Care.

Mata Kucing Berair

Mata Kucing Berair : Penyebab dan Cara Mengatasinya

Kucing juga memiliki air mata yang berfungsi untuk menjaga mata tetap lembab dan menghilangkan debu. Akan tetapi, apabila air mata keluar terlalu banyak atau disebut mata berair, hal ini menunjukkan bahwa kucing anda mengalami masalah infeksi di matanya.

Saat terlihat penumpukan air mata dan kotoran mata di sekitar mata atau kelopak mata maka dapat disimpulkan ada masalah di mata anabul anda. Kemudian muncul tanda lain dari kucing anda seperti bersin, bengkak pada kelopak mata, atau kucing menggosok mata terlalu sering.

Lantas, apa penyebab dan cara mengatasi kucing berair?

Penyebab Mata Kucing Berair

1. Infeksi Mata

Luka atau benda asing yang masuk ke dalam mata seperti kotoran atau debu dapat menimbulkan infeksi mata. Kondisi mata kucing berair bisa menjadi tanda kucing mengalami konjungtivitis. Konjungtivitis membuat mata kucing merah dan bengkak akhirnya membuat kucing anda tidak nyaman dan merasa kesakitan.

Mata berair bisa dialami anak kucing yang baru lahir dikarenakan induk kucing mengalami ingeksi vagina atau melahirkan di tempat tidak bersih.

2. Alergi

Alergi dapat menyebabkan mata kucing berair. Hal ini dapat terjadi saat kucing terkena debu, jamur, serbu sari tanaman, atau obat-obattan tertentu yang dapat mengiritasi mata.

3. Flu Kucing

Infeksi saluran pernapasan atas atau flu kucing dapat menjadi penyebabnya. Flu kucing bisa terjadi karena infeksi calicivirus atau virus herpes kucing. Keduanya dapat menyebabkan mata berair.

4. Ulkus Mata

Ulkus mata bisa menyebabkan produksi air mata berlebihan dan keluar lendir. Gejala ulkus mata bisa menyebabkan mata kucing memerah, sensitif pada cahaya, terlalu sering mengedip dan menggosokkan matanya.

5. Epifora

Produksi air mata yang berlebihan menandakan kucing mengalami epifora. Epifora terjadi saat ada masalah pengeringan dari mata ke hidung melalui saluran air mata. Saluran air mata kucing membengkak dan tersumbat akibat rhinitis (radang selaput hidung) atau sinusitis (radang selaput sinus). Rambut-rambut kecil di permukaan bawah kelopak mata kucing bisa juga menjadi penyebab epifora.

Cara Mengatasi Mata Kucing

Cara mengatasinya yaitu anda harus mencari tahu penyebabnya terlebih dahulu. Anda dapat mengobatinya dengan cara :

  • Bersihkan benda asing yang meyangkut di sekitar mata kucing.
  • Memberikan obat antibiotik dalam bentuk tetes mata atau untuk diminum.
  • Memberikan obat yang mengandung antihistamin atau steroid untuk meredakan gejala alergi.
  • Untuk meredakan konjungtivitis, anda dapat memberikan obat antiperadangan.

Apabila cara diatas sudah dilakukan dan tidak membuahkan hasil, segera hubungi dokter hewan terdekat agar kucing kesayangan mendapat penanganan yang tepat. Pet care kini menyediakan layanan dokter hewan ke rumah dengan menghubungi call center Pet care.

Anjing Dehidrasi

Anjing Dehidrasi? Berikut Tanda dan Penyebab

Air merupakan hal yang penting untuk tubuh anjing. Anjing perlu minum setiap hari karena air membantu suhu tubuh, mendukung fungsi organ tubuh, dan membantu pencernaan. Dehidrasi pada anjing terjadi ketika anjing kehilangan lebih banyak air dan elektolit daripada yang mereka konsumsi.

Anjing melakukan berbagai aktivitas seperti buang air kecil dan besar, terengah-engah, dan bernapas yang mengakibatkan mereka kehilangan air. Air juga akan menguap lewat cakar mereka. Apabila mereka mengalami dehidrasi parah, mereka bisa saja mati.

Lantas apa saja tanda dan penyebab anjing dehidrasi? Apa yang harus anda lakukan pada anjing kesayangan? Simak dalam artikel di bawah ini!

Tanda Anjing Dehidrasi

1. Hidung Kering dan Mata Cekung

Hidung anjing dikenal lembab. Jika hidung anjing kering, hal ini bisa menjadi tanda dehidrasi atau masalah medis lain.

Mata cekung menjadi tanda dehidrasi parah. Jumlah cairan di bantalan lemak di belakang mata berkurang sehingga menyebabkan mata tenggelam dalam rongga mata.

2. Menguji Elastisitas Kulit Anjing

Anda dapat memeriksa dehidrasi dengan menarik secara perlahan kulit anjing anda yang kendur di bagian belakang leher atau di atas tulang belikatnya kemudian lepaskan. Apabila kulitnya kendur dan langsung kembali ke posisi semula maka mereka tidak dehidrasi, sedangkan apabila kulitnya membutuhkan waktu lebih lama untuk kembali ke semula maka mereka mengalami dehidrasi.

3. Gusi Kusam

Periksa mulut anjing terutama bagian gusinya. Gusi yang baik yakni berwarna merah muda, berkilau, dan tampak lembab. Anda dapat menyentuh gusi anjing anda, jika jari anda menempel pada gusinya yang lengket dan warna gusi terlihat kusam, dapat disimpulkan bahwa itu tanda dehidrasi.  

4. Terengah-engah Dengan Berlebihan

Anjing biasanya terengah-engah untuk mendinginkan diri. Apabila anjing anda terengah-engah dari biasanya, ini bisa menjadi tanda anjing dehidrasi. Segera beritahu dokter hewan terdekat jika anjing anda terengah-engah agar diberikan penanganan tepat.

Penyebab Anjing Dehidrasi

  • Sengatan Panas

Sengatan panas dapat membuat suhu tubuh anjing naik. Jangan meninggalkan anjing di dalam kendaraan tertutup terlalu lama karena mereka tetap akan terkena sengatan panas. Olahraga berat atau aktivitas tanpa henti juga bisa menjadi penyebab suhu tubuh anjng naik.

  • Muntah atau Diare

Saat anjing mengalami muntah atau diare terus menerus, maka mereka terus kehilangan cairan di dalam muntahan atau diare. Mereka tidak dapat minum cukup air untuk menggantikan cairan yang hilang dan dehidrasi akan kian parah jika tidak segera ditangani.

  • Tidak Mendapat Air yang Cukup

Jika anjing tidak mendapatkan air yang cukup untuk memenuhi kebutuhan air harian, mereka akan mengalami dehidrasi. Mangkuk air harus diperiksa setiap hari dan pastikan air bersih dan segar yang mereka minum.

  • Penyakit Kronis

Anjing yang menderita penyakit ginjal atau diabetes cenderung mengalami dehidrasi dan sering minum lebih banyak air dari biasanya. Anda harus memastikan konsumsi air mereka karena biasanya mereka masih mengalami dehidrasi walaupun konsumsi air sudah meningkat.

Apa Yang Harus Anda Lakukan?

Jika anjing anda menunjukkan tanda seperti yang disebutkan diatas, segera bawa ke dokter hewan. Dokter hewan akan melakukan pemeriksaan riwayat kesehatan secara menyeluruh, memeriksa fisik, suhu tubuh, detak jantung, dan laju pernapasan dan tes diagnostik.

Dokter hewan akan menyarankan untuk memberikan sedikit air pada anjing untuk memulai proses rehidrasi dengan menggunakan cairan infus. Anda juga bisa memberikan anjing anda sedikit air untuk diminum setiap beberapa menit atau berikan potongan es untuk dijilat.

Untuk membantu memulihkan keseimbangan elektrolit anjing, anda dapat memberikan cairan pengganti elektrolit. Cairan ini akan menggantikan cairan yang hilang.  

Anda dapat menghubungi call center Pet care untuk melakukan konsultasi pada dokter hewan yang akan datang ke rumah. Dokter hewan akan memberikan penanganan yang tepat untuk anjing kesayangan.

Jerawat Kucing

Jerawat Kucing : Penyebab dan Cara Mengatasi

Sama seperti manusia, kucing dapat terkena jerawat. Jerawat kucing biasanya terletak di bagian bawah dagu yang menyebabkan mereka enggan untuk dielus.

Bentuk jerawatnya yakni benjolan kecil yang diikuti dengan komedo hitam dan putih. Tanda yang paling umum adalah dagu yang terlihat kotor sehingga dinamakan jerawat dagu kucing. Dagu kucing anda akan terlihat bintik-bintik kotoran di atasnya.

Lantas apa saja penyebab dan cara mengatasinya? Yuk simak dalam artikel di bawah ini!

Penyebab Jerawat Pada Kucing

Pada manusia, penyebab munculnya jerawat karena kulit berminyak, sedangkan untuk kucing penyebab pastinya belum diketahui. Munculnya jerawat dapat terjadi ketika folikel rambut tersumbat karena memproduksi keratin yang berlebihan.

Ada penyebab lain munculnya jerawat pada anabul anda diantaranya :

– Sistem kekebalan tubuh yang buruk

– Perawatan yang buruk

– Alergi Makanan

– Produksi keratin dan minyak yang berlebihan

– Hormon yang tidak seimbang

– Wadah plastik yang sering dipakai oleh kucing saat makan dan minum.

– Stres yang bisa terjadi karena perubahan lingkungan

Cara Mengatasi Jerawat Pada Kucing

Anda harus mulai mencuci wajah kucing. Saat membersihkan wajah mereka dengan tisu wajah yang mengandung benzoil peroksida untuk kucing. Gunakan tisu khusus untuk kucing.

Memotong bulu di sekitarnya dapat mengurangi jumlah bakteri sehingga tidak menyebar. Jangan lupa untuk membersihkan tempat makan dan minum mereka lebih sering. Wadah makan kucing dari plastik dapat menjadi sarang bakteri sebaiknya ganti dengan mangkuk dari kaca atau besi.

Jangan pernah mengkorek jerawat anabul anda. Mengkorek jerawat akan memperburuk kondisi dan berpotensi menimbulkan rasa sakit yang lebih parah dan akhirnya infeksi. Sebaiknya konsultasikan pada dokter hewan yang akan mendiagnosis jerawat berdasarkan temuan klinis, riwayat kesehatan anabul kesayangan. Dokter hewan akan memberikan penanganan yang tepat untuk kucing anda.

Anda dapat menggunakan sampo antibakterial atau anti fungal. Berikan gel pereda jerawat pada anabul kesayangan. Dokter hewan juga akan merekomendasikan untuk memberikan antibiotik atau antiradang untuk mengurangi pembengkakan.

Jika anda masih membutuhkan konsultasi dokter hewan terdekat, anda dapat menghubungi layanan call center Pet Care.