Tag: kesehatan anjing

anjing pup darah

Solusi Anjing Pup Darah, Pemilik Hewan Perlu Tahu

Walaupun terlihat menjijikan, memeriksa pup atau tinja anjing merupakan kebiasaan baik dan sangat perlu untuk dilakukan. Dikarenakan perubahan warna, konsistensi, dan frekuensi pup anjing dapat menjadi tanda awal suatu penyakit. 

Penyebab anjing mengeluarkan tinja disertai darah beragam, mulai dari masalah ringan hingga berat yang berkaitan kondisi kesehatan anjing. Alasan tinja berdarah anjing yang paling umum adalah alergi makanan, sembelit, salah makan, infeksi bareteri maupun virus, koliti, hingga cedera.

Konsultasi dengan dokter hewan jadi pilihan yang tepat untuk menemukan alasan dari kondisi pup darah pada anjing. Hal ini karena penanganan pup darah pada anjing harus disesuaikan dengan penyebabnya.

Pet-Care menyediakan layanan dokter hewan terdekat yang dapat membantu para pemilik hewan menemukan penyebab anjing kesayangan mereka pup disertai dengan darah. Konsultasi dan pengobatan dilakukan langsung di lokasi Anda dengan menghubungi Call Center Pet-Care terlebih dahulu.

Solusi Mengatasi Anjing Pup Darah

Terdapat dua jenis tinja berdarah pada anjing, hematochezia dan melena. Hematochezia dicirikan dengan warna darah merah terang dan terjadi akibat adanya gangguan pada saluran pencernaan bagian bawah seperti usus besar. Sedangkan melena berwarna lebih gelap dan lengket seperti lem serta berbentuk seperti jeli. Melena muncul sebagai gejala adanya gangguan pada saluran pencernaan bagian atas. 

Solusi untuk mengatasi anjing dengan tinja berdarah yang paling tepat adalah melakukan pemeriksaan langsung ke dokter hewan terdekat. Penanganan perlu segera dilakukan ketika anjing telah menunjukkan gejala-gejala berikut ini.

  • Tampak lemah dan lesu
  • Gusi pucat (putih atau merah muda pucat)
  • Muntah
  • Menolak makan dan minum
  • Lebih pasif dan tidak responsif

Penanganan oleh dokter hewan akan melakukan pemeriksaan dengan tes darah, urin, kotoran, dan rontgen bila diperlukan. Tinja berdarah dapat diredakan secara alami dengan merubah pola makan anjing dan mencukupi kebutuhan cairan tubuh. Namun upaya penanganan ini perlu disertai dengan pengobatan sesuai anjuran dokter hewan. 

Agar pup darah pada anjing tidak kembali terulang, sebaiknya periksakan kesehatan anjing secara rutin. Pemeriksaan dapat dilakukan dengan menghubungi layanan dokter hewan terdekat dari Pet-Care.

perut anjing membesar

Perut Anjing Membesar Tapi Tidak Hamil? Pahami Penyebab dan Cara Mencegahnya

Membesarnya perut anjing yang tidak mengandung membuat pemiliknya merasa khawatir dan bertanya-tanya mengapa hal tersebut dapat terjadi. Kondisi ini dapat dikategorikan dalam keadaan darurat yang membahayakan, namun juga dapat terjadi karena hal sepele.

Namun, para pemilik anjing tidak boleh sembarangan mendiagnosa kondisi tersebut. Hal ini lebih baik dikonsultasikan kepada tenaga ahli dengan membawa anjing kesayangan Anda ke dokter hewan terdekat, agar memperoleh penanganan yang tepat.

Pet-Care menyediakan layanan dokter hewan terdekat yang dapat membantu para pemilik hewan memeriksakan kesehatan perut anjing. Konsultasi dan pemeriksaan dapat dilakukan secara langsung di rumah atau lokasi Anda dengan cara menghubungi Call Center Pet-Care. Mudah dan tidak perlu keluar rumah.

Penyebab Perut Anjing Membesar

Terdapat beberapa penyebab perut anjing membengkak. Pets Web MD merangkum beberapa penyebab perut anjing membengkak, mulai dari dilatasi lambung, peritonitis, sindrom cushing, asites, pendarahan internal, obstruksi usus, hingga tumor.

  • Dilatasi lambung atau kembung terjadi akibat adanya gas yang terjebak dan berputar-putar di dalam perut anjing. Jika tidak segera diobati, dalam hitungan jam kondisi ini dapat berakibat fatal karena terhalangnya suplai darah ke perut.
  • Peritonitis adalah pembengkakan yang muncul akibat infeksi luka tusukan benda tajam. Namun, kondisi ini juga dapat terjadi karena pecahnya kandung empedu atau kandung kemih. Tindak pembedahan perlu dilakukan oleh dokter hewan untuk mengeluarkan cairan infeksi.
  • Sindrom cushing atau hiperadrenokortikisme merupakan suatu kondisi yang disebabkan oleh produksi hormon kortisol yang berlebihan.
  • Asites adalah pembengkakan yang terjadi akibat akumulasi atau terkumpulnya cairan di dalam perut. Penyebabnya beragam, gagal jantung, penyakit hati, masalah ginjal, dan penyakit usus dapat menimbulkan asites. Sehingga, perawatannya pun berbeda-beda tergantung pada penyebab asites itu sendiri.
Cara Mencegah Perut Anjing Membesar

Upaya pencegahan dapat dilakukan dengan memeriksakan kesehatan anjing secara rutin. Mulai dari pemeriksaan jantung, paru-paru, perut, usus, hingga organ tubuh lainnya. 

Sedangkan pencegahan secara mandiri dapat dilakukan oleh para pemilik hewan dengan cara mengubah kebiasaan makan. Jika anjing terbiasa dengan porsi besar sekali makan, ubahlah dengan memberikan anjing makan dalam porsi kecil namun lebih sering.

Bila perut membesar sudah terlanjur terjadi maka segera kunjungi dokter hewan terdekat untuk memperoleh penanganan yang tepat. Pertolongan pertama oleh dokter hewan adalah memberikan cairan infus dan juga oksigen apabila dibutuhkan untuk kemudian dilanjutkan dengan pemeriksaan dan penanganan lainnya.

penyakit anjing tua

7 Penyakit Anjing Tua Yang Perlu Diwaspadai

Pertambahan usia kadangkala memberikan perubahan pada anjing kesayangan yang kita pelihara. Mulai dari perubahan perilaku, suasana hati, hingga kesehatan. Perubahan kesehatan sering dialami oleh anjing yang telah berusia lanjut. Seekor anjing digolongkan sebagai anjing tua ketika telah menginjak usia 7 tahun.

Umumnya, anjing dengan ras besar cenderung memiliki usia lebih pendek jika dibandingkan dengan anjing dengan ras kecil. Tetapi panjangnya usia anjing turut dipengaruhi oleh berbagai faktor lain yang berkaitan dengan kesehatan. Sehingga dokter hewan sangat menyarankan para pemilik anjing yang telah berusia lanjut untuk memeriksakan kesehatan anjing mereka, minimal 2 kali dalam setahun.

Layanan dokter hewan terdekat dari Pet-Care dapat membantu Anda untuk melakukan pemeriksaan kesehatan anjing berusia lanjut. Cukup dengan menghubungi Call Center Pet-Care, Anda dapat terhubung dengan dokter hewan terdekat tanpa perlu keluar rumah. Selain itu, Anda juga tidak perlu khawatir karena dokter hewan Pet-Care telah bersertifikat dan berpengalaman.

Perlu diwaspadai oleh para pemilik hewan, berikut ini adalah 7 penyakit yang dapat menyerang kesehatan anjing tua dilansir dari laman Pet MD.

1. Radang Sendi

Arthritis atau radang sendi terjadi akibat adanya kerusakan pada tulang rawan yang bertindak sebagai penyangga diantara persendian. Radang sendi dapat menyebabkan pembengkakan, kekakuan, dan nyeri di sekitar area radang. Gejala yang timbul akibat radang sendi adalah pincang atau perubahan cara berjalan dan kesulitan ketika bergerak, berdiri, atau berjalan. Anjing dengan radang sendi biasanya akan menunjukkan perilaku menjilati atau menggigit-gigit area sendi yang sakit, serta bersifat lebih mudah marah dan agresif.

2. Radang Gusi

Gingivitis atau radang gusi biasanya merupakan awal dari penyakit gusi. Peradangan gusi terjadi akibat bakteri pada mulut yang berubah menjadi plak atau karang gigi. Jika dibiarkan, plak yang menyebar di area gusi lama kelamaan akan menimbulkan pembengkakan. Kemudian, pembengkakan yang dibiarkan saja tanpa penanganan lebih lanjut dapat menyebabkan gusi terlepas, infeksi, hingga gigi keropos. Gejala yang timbul ketika anjing mengalami radang gusi adalah gusi berdarah, lunak, merah, dan juga bengkak. Radang gusi perlu diwaspadai karena dapat menyebarkan infeksi pada aliran darah dan menjadi penyebab kerusakan serius pada organ tubuh anjing.

3. Diabetes

Diabetes terjadi akibat produksi dan fungsi insulin yang abnormal. Seringkali diabetes dialami pada anjing ketika berusia 8 atau 9 tahun. Ras anjing yang rentan terkena diabetes adalah Samoyed, Cairn Terrier, Pugs, Toys Poodles, dan Miniature Schnauzers. Gejala yang dapat dikenali pada anjing dengan diabetes adalah sering harus, intensitas buang air meningkat, penurunan berat badan, kelelahan, mudah marah, infeksi berulang, pengliharan kabur, serta luka dan memar yang sulit sembuh.

4. Kebutaan

Kebutaan pada anjing tidak terjadi secara langsung, tetapi penurunan kualitas penglihatan yang berangsur memburuk dari waktu ke waktu. Tanda awal dari kebutaan biasanya adalah katarak. Anjing yang mengalami kebutaan dapat dikenali melalui perubahan perilaku seperti sering menabrak benda, sering terjatuh, pupil mata melebar, mata merah, dan iritasi.

5. Penyakit Ginjal

Banyak hal yang mengakibatkan ginjal gagal melakukan tugasnya (gagal ginjal). Salah satunya adalah batu ginjal yang menyumbat saluran kemih. Anjing dengan gejala batu ginjal biasanya akan minum lebih banyak air, buang air kecil lebih banyak, menunjukkan sikap apatis, kehilangan nafsu makan, penurunan berat badan, muntah, perubahan warna lidah, hingga terciumnya bau amonia pada hembusan napas anjing.

6. Kanker

Kanker menjadi salah satu penyakit yang paling umum terjadi pada anjing tua. Selain itu, kanker juga menjadi penyebab utama kematian pada anjing. Tes darah sulit untuk mendeteksi kanker pada anjing, sehingga perlu diamati adakah benjolan-benjolan tertentu pada tubuh anjing, perubahan berat badan, luka yang sulit sembuh, sering terengah-engah, kesulitan makan, atau kelelahan ekstrim. Tanda lain yang perlu diwaspadai yaitu diare, sembelit, dan munculnya darah atau lendir pada feses. Pengobatan kanker pada anjing akan berhasil jika ditangani sedini mungkin.

7. Demensia

Demensia merupakan kondisi medis yang mengakibatkan penderitanya kehilangan ingatan, mengalami perubahan kepribadian, merasa kebingungan dan disorientasi. Gejala demensia pada anjing dapat dikenali ketika anjing melupakan mainan yang telah dikenanya sekian lama. Anjing tua dengan demensia juga mungkin akan melupakan beberapa permainan yang biasa dimainkan dengan pemiliknya, melupakan nama mereka, lebih sering melamun dan melakukan kegiatan berulang seperti mondar-mandir atau berjalan berputar-putar.

reverse sneezing

Reverse Sneezing atau Bersin Terbalik pada Anjing dan Kucing, Apakah Normal?

Reverse sneezing atau bersin terbalik adalah suatu kondisi yang tidak biasa pada anjing dan kucing ketika bersin. Kondisi bersin terbalik lebih sering dialami oleh anjing daripada kucing. Pada kondisi normal, anjing atau kucing yang bersin akan mengeluarkan bersin tersebut tetapi pada kondisi reverse sneezing bersin tidak dikeluarkan melainkan dihirup.

Dokter Hewan Krista Williams dari VCA Animal Hospitals mengatakan bahwa reverse sneezing merupakan kondisi yang berkaitan dengan respirasi paroksismal. Umumnya dikenal sebagai kondisi bersin terbalik. “Pada kondisi ini, anjing menghirup udara melalui hidung dengan cepat. Berbeda dengan bersin biasa yang mendorong udara keluar melalui hidung dengan cepat,” Kata Dokter Krista.

Melalui laman media sosial Tiktok, Dokter ArRan mengedukasi audiensnya tentang reverse sneezing pada anjing maupun kucing. Menurutnya, kondisi ini terjadi karena adanya iritan atau gangguan pada hidung, sinus, atau pangkal tenggorokan yang merangsang terjadinya bersin terbalik. Kondisi ini juga biasanya dipicu oleh adanya mites atau tungau, debu, rumput, maupun bulu anjing atau kucing itu sendiri pada bagian-bagian tersebut. 

Pet MD mengungkap kemungkinan lain yang menyebabkan iritasi yang memicu terjadinya bersin terbalik pada anjing maupun kucing. Diantaranya yaitu alergi, produk rumah tangga (pengharum, pembersih, atau penyegar udara), terdapat benda asing di tenggorokan, juga makanan atau minuman yang dikonsumsi.

Konsultasi mengenai kondisi bersin terbalik pada anjing atau kucing kesayangan dapat dilakukan melalui layanan dokter hewan terdekat dari Pet-Care dengan menghubungi Call Center Pet-Care.

Normalkah Anjing atau Kucing Mengalami Reverse Sneezing?

Sebenarnya, reverse sneezing atau bersin terbalik adalah hal normal dan tidak berbahaya bagi anjing atau kucing. Tetapi jika terjadi secara terus-menerus, kondisi ini dapat mengiritasi saluran hidung, sinus, atau pangkal tenggorokan. 

Jika anjing atau kucing kesayangan Anda mengalami bersin terbalik dalam jangka waktu yang lama dan terjadi secara terus-menerus. Sebaiknya hubungi dokter hewan terdekat untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut. Dokter hewan akan memberikan anti inflamasi, anti radang, atau anti histamin untuk mengurangi gejala-gejala dari bersin terbalik pada anjing atau kucing.

Konsultasi pemberian obat-obatan ini dapat dilakukan melalui layanan dokter hewan terdekat dari Pet-Care tanpa perlu keluar rumah. Cukup menghubungi Call Center Pet-Care, layanan dokter hewan langsung ke rumah atau lokasi Anda.

Penanganan Mandiri Reverse Sneezing oleh Pemilik Hewan

Sebelum membawa anjing atau kucing ke dokter hewan, pemilik hewan peliharaan juga dapat mengaplikasikan penanganan mandiri berikut ini untuk mengurangi kebiasaan bersin terbalik pada anjing maupun kucing. 

  1. Menengadahkan kepala anjing atau kucing ke arah atas
  2. Tenangkan anjing atau kucing dengan mengusap-usap bagian leher anjing atau kucing saat kepalanya sedang ditengadahkan
  3. Menutup salah satu lobang hidung anjing atau kucing yang sedang mengalami reverse sneezing, namun hal ini opsional jadi dapat dilakukan dan juga tidak.

Selain cara-cara tersebut, pemilik hewan juga perlu memastikan kebersihan lingkungan tempat tinggal anjing dan kucing. Serta menjauhkan hewan peliharaan dari benda-benda atau hal yang memicu terjadinya bersin terbalik pada anjing maupun kucing.

Namun, jika penanganan mandiri tidak kunjung membawa kesembuhan bagi kucing maupun anjing. Segera hubungi dokter hewan terdekat untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut seperti rontgen dada atau rinoskopi dari tenaga ahli. Anda dapat menggunakan layanan dokter hewan terdekat dari Pet-Care untuk berkonsultasi terkait hal ini. Konsultasi dapat dilakukan dengan menghubungi Call Center Pet-Care, tanpa perlu keluar rumah. 

Anjing Tidak Nafsu Makan

Anjing Tidak Nafsu Makan, Dokter Hewan: Indikator Masalah Medis hingga Makanan

Kekhawatiran kerap dihadapi oleh para pemilik hewan peliharaan, terutama ketika anjing kesayangan mereka kehilangan nafsu makan. Layaknya manusia, anjing juga dapat kehilangan nafsu makan. Melewatkan waktu makan dapat berakibat pada kurangnya asupan nutrisi hingga gangguan pada metabolisme tubuh.

Perubahan kebiasaan makan hewan juga dapat menjadi sebuah indikator adanya penyakit. Berikut adalah beberapa kemungkinan penyebab anjing tidak nafsu makan menurut dokter hewan yang perlu Anda ketahui.

Penyebab Anjing Tidak Nafsu Makan

Penurunan nafsu makan atau dalam dunia medis disebut sebagai hiporexia. Dokter Hewan Ellen Malmanger mengungkapkan beberapa kemungkinan penyebab dari kondisi hiporexia yaitu adanya masalah medis, masalah perilaku, atau masalah makanan. 

Penurunan nafsu makan akibat masalah medis adalah berbagai penyakit dengan gejala rasa sakit, mual, lesu, atau stress. Kemungkinan hilangnya nafsu makan pada anjing dikarenakan adanya penyakit gigi, sakit mulut, mual, muntah, diare, parasit usus, pankreatitis, sakit perut akibat salah konsumsi makanan, infeksi, demam, kanker, penyakit hati, penyakit ginjal, radang usus, gagal jantung kongestif, hingga penyakit paru-paru. 

Penurunan nafsu makan akibat masalah perilaku berkaitan dengan rasa cemas, stres, atau takut. Perasaan tersebut dapat muncul akibat hal-hal kecil seperti perubahan rutinitas, kehadiran orang baru, kegiatan bepergian, suara bising, hingga intimidasi dari hewan lain. Umumnya, anjing akan melakukan penyesuaian terhadap hal-hal ini selama 2 hari. Tetapi jika tak kunjung berkurang atau membaik, maka anjing memerlukan penanganan medis.

Pernurunan nafsu makan akibat masalah dengan makanan. Kemungkinan makanan anjing kadaluarsa, anjing bosan dengan jenis makanan yang diberikan, atau mengganti makanan anjing secara tiba-tiba. Penggantian makanan secara tiba-tiba tanpa penyesuaian dapat mengakibatkan nafsu makan berkurang, muntah, atau diare. 

Apa yang harus dilakukan jika anjing kesayangan tidak nafsu makan?

Melansir laman FETCH by Pet MD, untuk membantu anjing dengan kondisi tidak nafsu makan akibat masalah medis Anda memerlukan bantuan tenaga medis. Pemeriksaan oleh dokter hewan perlu dilakukan untuk mengetahui penyebab secara pasti. 

Jika disebabkan oleh adanya penyakit, maka dokter hewan akan memberikan resep makanan yang telah disesuaikan dengan kondisi kesehatan anjing. Agar kebutuhan nutrisi anjing tetap dapat terpenuhi. 

Namun jika kondisi tidak kunjung membaik kemungkinan dokter hewan akan memberikan obat penambah nafsu makan. Pada kondisi lebih lanjut dokter hewan akan merekomendasikan untuk memberikan makanan cair melalui suntikan makanan atau selang makanan. 

Dokter hewan dari Pet-Care dapat membantu Anda menangani anjing yang kehilangan nafsu makan. Hubungi Call Center Pet-Care untuk mendapatkan layanan dokter hewan tanpa harus keluar rumah.

Penanganan anjing tidak nafsu makan secara mandiri

Penanganan secara mandiri dapat Anda lakukan jika anjing kesayangan tidak nafsu makan karena perubahan perilaku atau kebiasaan yang menimbulkan kecemasan, stres, atau ketakutan pada anjing. Selain menerapkan upaya ini, hindari anjing dari hal-hal yang memicu rasa cemas, stres, atau takut pada anjing.

  • Berikan makan secara teratur, minimal 2 kali sehari.
  • Buatlah waktu makan jadi lebih menyenangkan.
  • Ajak anjing jalan-jalan dahulu sebelum makan.
  • Coba untuk mengubah bentuk wadah makanan.
  • Berikan jenis makanan yang berbeda dari biasanya atau menambahkan sedikit air hangat pada dry food.

Namun, apabila nafsu makan anjing tidak kunjung membaik setelah memberikan upaya penanganan mandiri diatas, sebaiknya kunjungi dokter hewan terdekat atau hubungi layanan Pet-Care panggil dokter hewan ke rumah melalui Call-Center Pet-Care.

Steril Hewan Peliharaan

4 Manfaat Baik Steril Hewan Peliharaan

Steril merupakan salah satu cara terbaik yang dapat terapkan pemilik hewan peliharaan agar mereka tetap sehat. Steril pada hewan peliharaan, baik itu anjing, kucing, maupun hewan lain sama artinya dengan memandulkan atau mengebiri. 

American Animal Hospital Association (AAHA) menyarankan para pemilik hewan agar mensteril kucing pada usia 5 bulan. Untuk anjing dengan ras kecil berukuran kurang dari 45 pon atau sekitar 20 kilogram sebaiknya disteril ketika berusia 5 atau 6 bulan. Sedangkan untuk anjing dengan ras besar berukuran lebih dari 45 pon sebaiknya disteril ketika berusia 9 sampai 15 bulan.

Namun, untuk menyesuaikan dengan kondisi kesehatan masing-masing hewan peliharaan sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu kepada dokter hewan terdekat. Untuk saat ini, konsultasi dan steril belum dapat dilakukan melalui layanan Pet-Care panggil dokter hewan ke rumah

4 Manfaat Baik Steril Hewan Peliharaan

Tidak hanya menyehatkan hewan peliharaan, steril atau mengebiri hewan peliharaan juga membawa manfaat lain seperti panjang umur dan membantu melawan overpopulasi. Simak penjelasan manfaat baik dari steril hewan peliharaan dari Web MD secara lengkap berikut ini. 

1. Hewan Peliharaan Lebih Panjang Umur

Hewan peliharaan betina yang telah disteril antara usia 3 sampai 6 bulan tidak memiliki risiko kanker payudara ketika berusia tua nanti. Tidak hanya itu, steril pada hewan peliharaan betina juga dapat mencegah infeksi dan kanker pada rahim dan indung telur. 

Selain itu, anjing atau kucing yang telah disteril juga tidak memiliki kemungkinan untuk mengembangkan beberapa jenis kanker dalam tubuh mereka. Kanker tersebut diantaranya yaitu pyometra hingga infeksi rahim.

Sebuah riset yang dilakukan terhadap 460.000 kucing dan 2,2 juta anjing menemukan bahwa kucing yang telah disteril memiliki usia hidup 36 persen lebih lama. Kemudian, anjing yang telah disteril memiliki usia hidup 23 persen lebih lama. Jika dibandingkan dengan hewan peliharaan yang tidak disteril.

2. Hewan Peliharaan Lebih Sehat

Anjing yang disteril lebih sehat karena tidak memiliki potensi untuk mengembangkan kanker testis dan kanker pankreas dalam tubuh mereka. Penyakit ini umum terjadi pada anjing dengan usia tua pada kondisi tidak disteril atau belum disteril. 

Selain itu, mereka juga memiliki risiko kanker pankreas jauh lebih rendah. Serta meningkatkan harapan hidup hingga 18 persen. 

3. Hewan Peliharaan Lebih Bahagia

Salah satu alasan kucing jantan harus disteril adalah mereka cenderung tidak berkeliaran jauh keluar dari rumah dan tidak berkelahi dengan kucing jantan lainnya. Hal ini karena proses steril menghentikan produksi hormon testosteron yang merupakan penyebab dari timbulnya perilaku agresif pada kucing jantan.

Hal serupa juga terjadi pada anjing jantan yang telah disteril. Mereka cenderung tidak berkeliaran untuk mencari pasangan dan tidak memiliki risiko tertabrak kendaraan atau berkelahi dengan anjing lainnya. 

4. Membantu Melawan Overpopulasi

Setiap tahun, banyak sekali kucing dan anjing yang berakhir di tempat penampungan hewan. Kegiatan mensteril, mengebiri, atau memandulkan hewan peliharaan sama artinya dengan membantu mengurangi jumlah populasi hewan yang membutuhkan tempat berlindung. Hal ini juga membantu meringankan tugas tempat penampungan hewan.

Berbeda dengan manusia, anjing bereproduksi 15 kali lebih cepat. Sedangkan kucing bereproduksi 45 kali lebih cepat dibandingkan dengan manusia. Artinya, tingkat euthanasia atau suntik mati kemungkinan lebih besar terjadi di daerah-daerah dengan banyaknya jumlah hewan namun tidak ada pilihan untuk mensteril, memandulkan, atau mengebiri.

Selain keempat hal tersebut, mensteril hewan peliharaan ternyata membawa manfaat bagi para pemiliknya yaitu lebih hemat. Mensteril hewan sama artinya dengan investasi jangka panjang. Lebih baik mencegah beragam masalah kesehatan serius yang mungkin terjadi dikemudian hari pada hewan peliharaan daripada harus mengobatinya. Hal ini karena biaya mensteril hewan peliharaan lebih terjangkau.

Anjing dan Kucing Makan Buah

Amankah Anjing atau Kucing Mengonsumsi Buah-Buahan?

Selain menyehatkan, konsumsi buah-buahan juga membawa banyak manfaat bagi manusia. Mungkan Anda sebagai pemilik hewan pernah memberikan sedikit buah yang dimakan pada anjing atau kucing kesayangan. Tapi apakah konsumsi buah pada anjing maupun kucing dapat memberikan manfaat?

Perlu diingat bahwa beberapa jenis buah dapat menjadi racun dalam tubuh hewan. Jadi penting bagi Anda untuk berkonsultasi dengan dokter hewan sebelum memberikan hewan peliharaan buah-buahan. Namun yang lebih penting dari memberikan buah pada hewan peliharaan adalah menjaga konsumsi makanan dan memastikan gizinya seimbang.

Konsultasi hewan peliharaan dapat dengan mudah dilakukan tanpa harus keluar rumah. Cukup hubungi Call Center Pet-Care, kemudian Anda dapat terhubung dengan dokter hewan terdekat. Tidak perlu khawatir, layanan Pet-Care panggil dokter hewan kerumah menghadirkan para dokter hewan dengan sertifikasi lengkap dan berpengalaman.

Dapatkan Anjing Konsumsi Buah?

Melansir laman Hills Pet, anjing dapat konsumsi buah tetapi dalam jumlah terbatas dan hanya jenis buah tertentu saja. Konsumsi buah berlebihan dapat menyebabkan iritasi usus, diare, atau kembung.

Dokter Hewan juga menyarankan konsumsi makanan di luar nutrisi utama anjing hanya diperbolehkan 10 persen dari total asupan kalori. Usahakan untuk selalu berkonsultasi dengan dokter hewan perihal makanan yang dikonsumsi anjing kesayangan Anda.

Apabila Anda memberikan buah pada anjing, pastikan untuk memotong-motong buah dengan ukuran yang mudah dicerna. Hal ini dilakukan agar anjing terhindar dari bahaya tersedak.

Berikut adalah daftar buah-buahn yang aman bagi anjing dengan rekomendasi ukuran porsi makan yang baik.

  • Apel (1-2 iris)
  • Aprikot (1 iris)
  • Pisang (1-2 buah)
  • Blackberry (2-3 berry)
  • Blueberry (2-3 berry)
  • Blewah (1 buah)
  • Cranberry (1-2 sendok makan)
  • Kiwi (1/2 iris)
  • Mangga (1-2 iris)
  • Persik (2-3 potong)
  • Pir (2-3 buah)
  • Nanas (2-3 buah)
  • Stroberi (1/2 berry)
  • Semangka (1 irisan, tanpa biji)

Dapatkan Kucing Konsumsi Buah?

Berbeda dengan anjing, kucing tidak tertarik pada rasa manis buah. Hal ini karena kucing tidak memiliki reseptor rasa manis di lidah mereka. Vetstreet menyarankan untuk tidak memberi kucing buah-buahan terlalu banyak.

Berikut ini adalah buah-buahan yang aman untuk diberikan pada kucing sebagai camilan yang menyegarkan. Porsi buah yang diberikan juga harus dipotong kecil-kecil, sesuai dengan ukuran gigitan kucing agar tidak tersedak.

  • Apel
  • Pisang
  • Bluberi
  • Blewah
  • Stroberi
  • Semangka (tanpa biji)

Buah yang Harus Dihindari Anjing dan Kucing

Konsumsi makanan yang mengandung bahan nabati tidak sesuai, dapat menimbulkan risiko berbahaya untuk kesehatan anjing dan kucing kesayangan Anda. Berikut adalah buah-buahan dengan kandungan nabati berbahaya untuk anjing dan kucing.

  • Ceri (kandungan sianidanya beracun untuk anjing dan berisiko terhadap kematian)
  • Anggur dan kismis (buah ini dapat menyebabkan masalah pencernaan serius pada hewan peliharaan, termasuk diare, muntah, lesu, hingga gagal ginjal akut)
  • Tomat Hijau (beberapa tomat hijau mengandung racun yang dapat membuat hewan peliharaan sakit)
Pemeriksaan Rutin Dokter Hewan

Pentingnya Pemeriksaan Rutin Anabul ke Dokter Hewan

Pemeriksaan anabul ke dokter hewan, baik itu anjing maupun kucing perlu dilakukan secara rutin. Selain menjaga kesehatan para anabul agar tetap prima, pemeriksaan rutin anabul dilakukan untuk mencegah anjing atau kucing kesayangan Anda dari penyakit dan virus berbahaya.

Melansir laman Purina, pemeriksaan kesehatan anjing dan kucing secara menyeluruh ke dokter hewan sebaiknya dilakukan setiap tahun. Kebiasaan rutin ini akan mempermudah dokter hewan menemukan masalah kesehatan pada tubuh hewan. 

Tidak hanya pemeriksaan kesehatan secara menyeluruh, vaksinasi anjing dan kucing juga perlu dijaga setiap tahunnya. Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa vaksin tetap bekerja secara efektif melawan virus. Hewan peliharaan yang melakukan pemeriksaan vaksin secara rutin akan jauh lebih sehat, karena kemungkinan tertular virus atau penyakit berbahaya menjadi lebih sedikit. 

Idealnya, dokter hewan perlu melakukan pemeriksaan terhadap anjing peliharaan setahun sekali. Namun intensitas ini akan bertambah seiring dengan pertambahan usia hewan atau jika hewan peliharaan memiliki kebutuhan atau perawatan khusus. 

Pet-Care menghadiran layanan panggil dokter hewan ke rumah untuk mempermudah Anda melakukan pemeriksaan kesehatan rutin hewan peliharaan. Tidak perlu repot keluar rumah, hanya dengan menghubungi Call Center Pet-Care Anda dapat terhubung dengan dokter hewan terdekat.

Jenis Pemeriksaan Berdasarkan Usia Anabul

Dokter Hewan Susan Barrett dari Ohio State University College of Veterinary mengungkapkan bahwa pemeriksaan anjing atau kucing dibedakan berdasarkan usianya. Dimulai dari kitten (anak kucing) dan puppy (anak anjing). Mereka perlu melakukan pemeriksaan mulai dari lahir hingga usia 1 tahun. Pemeriksaan kesehatan pada usia ini biasanya meliputi kelengkapan vaksin, tes indikasi virus, juga konsumsi obat cacing dan kutu.

Kemudian, ketika anjing atau kucing menginjak usia 7 sampai 10 tahun pemeriksaan yang direkomendasikan dokter yaitu pemeriksaan fisik secara menyeluruh dari kepala hingga ekor. Pemeriksaan indikasi adanya cacing hati juga dilakukan dengan mengambil sampel darah hewan. Serta melakukan vaksin booster rabies dan vaksin pencegahan beberapa jenis penyakit.

Pada anjing atau kucing yang berusia diatas 10 tahun, pemeriksaan yang dilakukan oleh dokter hewan tidak hanya pemeriksaan fisik secara menyeluruh saja. Tetapi juga menindaklanjuti penyakit-penyakit tertentu yang muncul karena penurunan kinerja seiring bertambahnya usia, seperti penyakit ginjal atau radang sendi. 

Pet-Care menghadirkan layanan panggil dokter hewan ke rumah untuk mempermudah Anda melakukan pemeriksaan kesehatan rutin terhadap hewan peliharaan. Tidak perlu repot keluar rumah, hanya dengan menghubungi Call Center Pet-Care Anda dapat terhubung dengan dokter hewan terdekat

Anabul terlambat vaksin booster

Anabul Terlambat Vaksin Booster, Harus Bagaimana?

Rangkaian vaksinasi perlu dilakukan sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan oleh dokter hewan. Namun, kesibukan sehari-hari yang dilakukan oleh para pemilik hewan mungkin saja membuat jadwal vaksinasi terlupa.

Selain itu, rangkaian vaksinasi anabul mungkin saja terlambat karena kesulitan untuk membawanya keluar rumah. Kesulitan lain dialami para pemilik hewan ketika menyesuaikan jadwal dengan dokter hewan langganan.

Kondisi pandemi beberapa tahun terakhir juga memengaruhi rangkaian vaksinasi anabul mengalami keterlambatan karena protokol kesehatan yang harus dipatuhi. Lalu apa yang harus dilakukan jika anabul terlambat mendapatkan vaksin booster? Simak penjelasan berikut ini.

Bagaimana jika anabul terlambat vaksin booster?

Saran diberikan pada laman Afford Pet Care. Bila anak anjing atau anak kucing terlambat mendapat suntikan vaksin booster, maka sistem kekebalan tubuh yang sebelumnya terbangun karena vaksin awal tidak akan aktif lagi. Hal ini mengakibatkan respon sistem kekebalan tubuh anjing atau kucing pada vaksin booster menjadi lebih sedikit. 

Dokter hewan akan memberikan tindakan sesuai dengan memperhitungkan seberapa terlambat anjing atau kucing dari waktu vaksinasi booster seharusnya. Jika terlambat lebih dari 3 sampai 4 minggu, anjing atau kucing akan diberikan dua vaksin dalam jarak waktu 2 sampai 3 minggu.

Jika keterlambatan terjadi lebih lama, dokter hewan mungkin akan menyarankan anjing atau kucing mengulang rangkaian vaksinasi dari awal. Hal ini perlu dilakukan untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh anjing atau kucing terhadap penyakit. 

Untuk memastikan anjing atau kucing mendapat penanganan terlambat vaksin booster dengan tepat sesuai dengan usia dan kondisi kekebalan tubuh, sebaiknya konsultasikan langsung kepada dokter hewan. Pet-Care dapat membantu permasalahan anabul terlambat mendapatkan vaksinasi booster melalui layanan dokter hewan ke rumah atau vaksinasi anjing dan kucing di rumah.

Tidak perlu repot keluar rumah, serta meminimalisir interaksi anjing atau kucing dengan hewan lain selama belum mendapat vaksinasi lengkap. Hanya dengan menghubungi Call Center Pet-Care atau melalui Aplikasi Pet-Care, dokter hewan dari Pet-Care dapat membantu langsung ke lokasi Anda.