Category: Uncategorized

Jenis-Jenis Anjing Kecil yang Menggemaskan untuk Dipelihara

Anjing kecil selalu menjadi pilihan favorit banyak orang untuk dijadikan teman setia di rumah. Ukurannya yang mungil, wajah yang imut, serta kepribadiannya yang penuh kasih sayang membuat mereka sangat cocok untuk dijadikan peliharaan, terutama bagi mereka yang tinggal di apartemen atau rumah dengan ruang terbatas. Yuk, kita kenali beberapa jenis ras anjing kecil yang bisa jadi pilihan kamu!

1. Chihuahua

Chihuahua adalah salah satu jenis anjing terkecil di dunia. Meskipun kecil, anjing ini memiliki kepribadian yang besar. Chihuahua dikenal sangat berani dan sering kali tidak menyadari ukurannya yang mungil, mereka bisa saja menantang anjing yang jauh lebih besar. Selain itu, Chihuahua sangat loyal dan protektif terhadap pemiliknya. Mereka juga suka berpelukan dan menjadi anjing pangkuan yang sempurna.

2. Pomeranian

Pomeranian memiliki bulu tebal dan wajah yang mirip dengan rubah, membuatnya terlihat sangat menggemaskan. Anjing ini sangat enerjik dan cerdas. Mereka suka belajar trik baru dan bermain dengan pemiliknya. Pomeranian juga sangat setia dan bisa menjadi penjaga rumah yang baik, meskipun ukurannya kecil. Anjing ini cocok untuk kamu yang mencari teman yang aktif dan penuh semangat.

3. Shih Tzu

Shih Tzu adalah anjing yang ramah dan lembut. Mereka sangat cocok untuk keluarga dengan anak-anak karena sifatnya yang penyayang dan sabar. Anjing ini memiliki bulu yang panjang dan lebat, sehingga membutuhkan perawatan yang cukup intensif, seperti menyisir dan mandi rutin. Shih Tzu sangat suka bermain dan juga menikmati waktu santai di rumah. Mereka adalah pilihan yang tepat jika kamu mencari anjing kecil yang tenang dan manis.

4. Yorkshire Terrier

Yorkshire Terrier, atau sering disebut Yorkie, adalah anjing kecil dengan bulu panjang yang halus. Mereka sangat cerdas dan energik, serta suka berpetualang. Yorkie juga dikenal sebagai anjing yang berani dan tidak takut menghadapi tantangan, meskipun ukurannya kecil. Mereka suka menjadi pusat perhatian dan bisa sedikit manja. Namun, dengan pelatihan yang tepat, Yorkie bisa menjadi teman yang setia dan patuh.

5. Pug

Pug adalah anjing kecil dengan wajah datar dan ekspresi yang lucu. Mereka memiliki sifat yang penuh kasih sayang dan sangat suka berada di dekat pemiliknya. Pug dikenal sebagai anjing yang tenang dan tidak terlalu aktif, sehingga cocok untuk kamu yang mencari anjing yang bisa menjadi teman bersantai di rumah. Mereka juga mudah beradaptasi dengan lingkungan baru dan sangat ramah dengan orang lain serta hewan peliharaan lain.

6. Bichon Frise

Bichon Frise adalah anjing kecil dengan bulu putih yang keriting dan wajah yang selalu terlihat bahagia. Mereka sangat sosial dan suka bermain, serta mudah bergaul dengan orang lain dan hewan peliharaan lainnya. Bichon Frise sangat cerdas dan mudah dilatih, sehingga cocok untuk pemilik yang baru pertama kali memelihara anjing. Mereka juga tidak terlalu banyak merontokkan bulu, membuatnya menjadi pilihan yang baik bagi mereka yang memiliki alergi.

7. Maltese

Maltese adalah anjing kecil dengan bulu putih panjang yang indah. Mereka memiliki kepribadian yang lembut dan penyayang. Anjing ini sangat suka berinteraksi dengan manusia dan bisa menjadi teman yang setia. Meskipun kecil, Maltese cukup aktif dan suka bermain. Mereka juga cerdas dan bisa dilatih untuk melakukan berbagai trik. Maltese cocok untuk kamu yang mencari anjing kecil yang manis dan mudah dirawat.

Memelihara anjing kecil tidak hanya memberikan kebahagiaan, tetapi juga tanggung jawab. Setiap jenis anjing memiliki kebutuhan dan karakteristik yang berbeda, jadi penting untuk memilih anjing yang sesuai dengan gaya hidup dan kemampuan kamu dalam merawatnya.

Itu adalah ras anjing terkecil yang mungkin cocok untuk menjadi sahabat kalian. Jika kalian ingin memelihara anjing, lakukanlah konsultasi ke dokter hewan terdekat yang bisa dihubungi melalui call center Pet Care. 

Layanan home visit ini memberikan kenyaman bagi pemilik dan hewan kesayangan ketika ingin berkonsultasi atau perawatan. Jangan ragu hubungi kami.

Anjing kecil memang menggemaskan, tetapi mereka juga membutuhkan perhatian dan kasih sayang yang cukup. Jadi, pastikan kamu siap memberikan yang terbaik untuk teman berbulu kamu ini!

Fungsi Kumis pada Kucing dan Cara Merawatnya

Kumis pada kucing, yang sering kali terlihat sepele, sebenarnya memiliki peran yang sangat penting dalam kehidupan sehari-hari mereka. Dalam artikel ini, kita akan membahas berbagai fungsi kumis pada kucing serta cara merawatnya agar tetap sehat.

Fungsi Kumis pada Kucing

  1. Navigasi dan Orientasi Kumis kucing, atau yang dikenal juga dengan sebutan “vibrissae,” adalah alat navigasi yang luar biasa. Setiap kumis di wajah kucing terhubung dengan saraf yang sangat sensitif, yang memungkinkan kucing untuk merasakan perubahan kecil di lingkungannya. Saat kucing berjalan di tempat yang gelap atau sempit, kumis mereka membantu mendeteksi rintangan di sekitar mereka, sehingga kucing dapat bergerak dengan percaya diri tanpa harus melihat langsung.
  2. Mendeteksi Objek dan Getaran Kumis kucing juga bisa mendeteksi getaran di udara. Ini sangat membantu ketika mereka sedang berburu atau mengejar sesuatu. Getaran dari gerakan mangsa bisa tertangkap oleh kumis kucing, membantu mereka menentukan lokasi mangsa dengan lebih akurat. Bahkan, saat seekor kucing mengejar mainan, kumisnya akan terus bekerja untuk memandu gerakannya.
  3. Mengukur Ruang Kucing sering kali terlihat mencoba memasukkan diri ke dalam kotak atau ruang yang sempit. Dalam situasi ini, kumis mereka berperan penting. Panjang kumis kucing biasanya sesuai dengan lebar tubuh mereka, jadi dengan menyentuh kumisnya ke tepi ruang, kucing dapat menentukan apakah mereka bisa masuk ke ruang tersebut atau tidak.
  4. Ekspresi Emosi Selain fungsi-fungsi praktis, kumis kucing juga bisa menjadi indikator emosinya. Misalnya, ketika kucing merasa terancam atau sedang dalam mode berburu, kumisnya akan mengarah ke depan. Sebaliknya, jika kucing merasa santai dan nyaman, kumisnya akan terlihat lebih rileks dan berada di posisi netral.

Cara Merawat Kumis pada Kucing

Setelah mengetahui betapa pentingnya kumis bagi kucing, kita juga harus tahu bagaimana cara merawatnya dengan baik. Berikut beberapa tips sederhana untuk memastikan kumis kucing tetap sehat:

  1. Hindari Memotong Kumis Meskipun terlihat menggoda untuk merapikan kumis yang panjang, sebaiknya hindari memotongnya. Memotong kumis kucing bisa mengganggu fungsi navigasi mereka dan menyebabkan stres. Biarkan kumis kucing tumbuh secara alami.
  2. Jaga Kebersihan Wajah Kucing Pastikan wajah kucing tetap bersih, terutama area sekitar kumis. Kucing biasanya membersihkan wajahnya sendiri, tapi kamu bisa membantu dengan menyeka lembut wajah kucing dengan kain basah jika perlu. Ini membantu mencegah infeksi atau iritasi di area kumis.
  3. Perhatikan Tanda-tanda Kerusakan Jika kamu melihat kumis kucing patah atau rontok dalam jumlah yang tidak biasa, ini bisa menjadi tanda adanya masalah kesehatan. Sebaiknya periksakan kucing ke dokter hewan untuk mendapatkan penanganan yang tepat.
  4. Berikan Makanan Berkualitas Nutrisi yang baik sangat penting untuk kesehatan keseluruhan kucing, termasuk kumisnya. Pastikan kucing mendapatkan makanan yang seimbang dan kaya akan vitamin serta mineral. Makanan berkualitas membantu pertumbuhan rambut dan kumis yang sehat.
  5. Hindari Stres Berlebihan Stres bisa mempengaruhi kesehatan kucing secara keseluruhan, termasuk kumisnya. Ciptakan lingkungan yang tenang dan nyaman bagi kucing, berikan cukup waktu bermain, dan pastikan mereka memiliki tempat yang aman untuk beristirahat.

Kumis kucing bukan hanya hiasan wajah yang menggemaskan. Mereka memiliki fungsi yang sangat penting dalam kehidupan sehari-hari kucing, mulai dari navigasi, mendeteksi objek, mengukur ruang, hingga mengekspresikan emosi. Oleh karena itu, penting bagi kita sebagai pemilik kucing untuk merawat kumis mereka dengan baik.

Dengan memperhatikan kebersihan, memberikan nutrisi yang baik, dan menjaga kucing dari stres berlebihan, kita bisa memastikan kumis kucing tetap sehat dan berfungsi dengan baik. Jadi, lain kali ketika kamu melihat kucingmu mengibaskan kumisnya, ingatlah betapa istimewanya kumis tersebut dan betapa pentingnya peran mereka dalam kehidupan si kucing kesayanganmu.

Jika Anda memiliki pertanyaan atau concerns tentang kumis pada kucing, konsultasikan dengan ke dokter hewan terdekat melalui layanan Pet Care. Cukup hubungi  call center Pet Care.  Layanan ini akan membantu Anda menemukan dokter hewan terdekat dari lokasi. 

Jadi jangan ragu hubungi kami.

Ternyata Anjing Juga Bisa Cacingan, Berikut Penjelasannya!

Anjing ternyata juga rentan terhadap cacingan seperti manusia. Cacingan pada anjing dapat menjadi masalah serius jika tidak ditangani dengan tepat.

Anjing cacingan merupakan penyakit yang umum terjadi pada anjing peliharaan. Penyakit ini disebabkan oleh parasit usus yang disebut cacing.

Artikel ini akan membantu Anda untuk mengetahui gejala, penyebab dan cara mengobati cacingan pada anjing. Yuk, pelajari bersama!

Apa itu Cacingan pada Anjing?

Cacingan pada anjing disebabkan oleh infeksi cacing, yang dapat menjangkiti sistem pencernaan atau organ-organ lainnya. Beberapa jenis cacing yang umum menyerang anjing meliputi cacing pita, cacing gelang, cacing tambang, dan cacing hati. 

Infeksi cacingan dapat terjadi melalui berbagai cara, seperti:

  • Menelan telur cacing. Telur cacing dapat ditemukan di tanah, air, dan kotoran hewan yang terinfeksi. Anjing dapat menelan telur cacing ini saat bermain di luar ruangan atau saat memakan kotoran hewan lain.
  • Kontak dengan cacing dewasa. Cacing dewasa dapat keluar dari tubuh anjing melalui anus saat buang air besar. Telur cacing kemudian menempel pada bulu atau tubuh anjing dan dapat ditularkan ke anjing lain melalui kontak langsung.
  • Menelan inang perantara. Beberapa jenis cacing, seperti cacing pita, membutuhkan inang perantara untuk menyelesaikan siklus hidupnya. Anjing dapat terinfeksi cacing pita ini dengan memakan inang perantara, seperti tikus, kelinci, atau domba.

Gejala Cacingan pada Anjing

Gejala cacingan pada anjing dapat bervariasi tergantung pada jenis cacing yang menyebabkannya dan tingkat keparahannya. Beberapa gejala umum yang perlu diperhatikan oleh pemilik anjing termasuk:

  1. Penurunan berat badan: Anjing mungkin terlihat kurus atau sulit mendapatkan berat badan meskipun makan dengan baik.
  2. Kehilangan nafsu makan: Anjing akan menolak makan atau menunjukkan minat yang berkurang pada makanan.
  3. Perubahan perilaku buang air: Anjing akan mengalami diare atau konstipasi yang berulang.
  4. Perubahan kondisi bulu: Bulu anjing bisa menjadi kusam, kering, atau rontok lebih dari biasanya.
  5. Muntah atau batuk: Anjing akan muntah atau batuk sebagai respons terhadap iritasi yang disebabkan oleh cacing di saluran pencernaannya.
  6. Peningkatan kelesuan: Anjing akan terlihat lelah atau lesu tanpa alasan yang jelas.
  7. Gatal pada anus: Anjing yang cacingan akan mengalami gatal pada anus karena cacing dewasa keluar dari tubuhnya.

Pengobatan dan Pencegahan Cacingan pada Anjing

Pengobatan cacingan pada anjing biasanya dengan memberikan obat cacing yang diresepkan oleh dokter hewan. Obat-obatan ini biasanya efektif dalam membunuh cacing dewasa, tetapi tidak mengatasi telur atau larva cacing yang masih ada dalam tubuh anjing. Oleh karena itu, dibutuhkan perawatan berkelanjutan dan pengujian ulang untuk memastikan infeksi telah sepenuhnya diatasi.

Selain pengobatan, langkah-langkah pencegahan juga penting untuk mengurangi resiko cacingan. Beberapa langkah pencegahan yang dapat dilakukan oleh pemilik anjing termasuk:

  1. Pemberian obat cacing secara teratur. Anjing harus diobati dengan obat cacing secara rutin sesuai dengan rekomendasi dokter hewan. Pengobatan cacing diberikan tergantung pada faktor-faktor seperti usia, gaya hidup, dan risiko infeksi.
  2. Jaga kebersihan lingkungan. Membersihkan lingkungan anjing secara teratur, termasuk membersihkan kotoran dapat membantu mengurangi risiko infeksi cacing.
  3. Menghindari makanan mentah. Memberi makan anjing dengan pakan yang dimasak dengan baik dapat membantu mencegah infeksi cacing yang disebabkan oleh makanan mentah atau setengah matang.
  4. Beberapa jenis cacing menyebar melalui serangga seperti kutu dan nyamuk. Menggunakan obat anti-parasit untuk mengendalikan populasi serangga dapat membantu mengurangi risiko infeksi.

Dengan perawatan yang tepat dan pencegahan yang konsisten, cacingan pada anjing dapat diatasi dan dicegah. Penting bagi pemilik anjing untuk tetap waspada terhadap gejala infeksi cacing dan berkonsultasi dengan  dokter hewan terdekat yang bisa dihubungi melalui call center Pet Care  untuk mendapatkan rekomendasi seputar obat cacing. Dengan demikian, anjing kesayangan dapat tetap sehat dan bahagia selalu.

Layanan home visit ini memberikan kenyaman bagi pemilik dan hewan kesayangan ketika ingin berkonsultasi atau perawatan semasa kucing birahi. Jangan ragu hubungi kami.

Fakta Menarik Anjing Kintamani, Si Anjing Asli Indonesia

Tahukah kalian kalau Anjing Kintamani adalah anjing khas Indonesia? Si anjing berbulu tebal dengan ekor melengkung, merupakan salah satu harta karun Indonesia.

Anjing ini bukan hanya menggemaskan, tetapi juga memiliki banyak fakta menarik yang jarang diketahui. Berikut beberapa fakta menarik tentang anjing Kintamani.

Yuk, pelajari bersama!

Asal-Usul Anjing Kintamani

Anjing Kintamani berasal dari daerah pegunungan Kintamani di Bali. Dipercaya bahwa anjing ini merupakan hasil persilangan antara anjing lokal Bali dengan anjing Chow-Chow yang dibawa oleh pedagang Tiongkok pada abad ke-14.

Anjing ini memiliki ciri khas yang mudah dikenali. Bulunya tebal dan panjang, dengan warna yang bervariasi seperti hitam, putih, coklat, dan merah. Telinganya tegak dan ekornya melengkung ke atas. Anjing ini memiliki tubuh yang atletis dan kuat, cocok untuk beradaptasi dengan daerah pegunungan.

Salah satu ciri khas anjing ini adalah “kuluk gembrong”, yaitu bulu tebal di sekitar kepalanya yang menyerupai topi. Kuluk ini berfungsi untuk melindungi anjing dari cuaca dingin di daerah pegunungan.

Kepribadian Anjing Kintamani

Anjing Kintamani terkenal dengan kecerdasannya. Mereka mudah dilatih dan dapat mempelajari berbagai macam perintah. Anjing ini juga memiliki naluri alami sebagai penjaga yang baik dan setia kepada pemiliknya.

Anjing asal Bali ini mampu beradaptasi dengan berbagai kondisi lingkungan. Mereka dapat hidup di daerah pegunungan yang dingin maupun di daerah dataran rendah yang panas. Anjing ini juga dapat hidup di dalam rumah maupun di luar ruangan.

Anjing ini dikenal sebagai anjing yang setia dan penyayang kepada pemiliknya. Mereka senang bermain dan menghabiskan waktu bersama manusia. Anjing ini juga merupakan teman yang baik untuk anak-anak.

Kintamani memiliki naluri berburu yang kuat. Mereka senang mengejar hewan kecil dan dapat digunakan untuk membantu berburu hama.

Anjing ini adalah salah satu ras anjing langka di dunia. Saat ini, anjing ini dilindungi oleh pemerintah Indonesia dan tidak boleh diekspor ke luar negeri.

Kintamani memiliki potensi untuk menjadi anjing pelayan. Mereka cerdas, mudah dilatih, dan memiliki sifat yang setia dan penyayang.

Simbol Budaya Bali

Anjing Kintamani bukan hanya hewan peliharaan, tetapi juga menjadi simbol budaya Bali. Anjing ini sering digambarkan dalam seni dan kerajinan tradisional Bali.

Dengan berbagai fakta menariknya, Kintamani merupakan salah satu kekayaan alam Indonesia yang patut dilestarikan. Kita harus menjaga dan melindungi anjing ini agar populasinya tidak punah.

Jika kalian ingin memelihara anjing, lakukanlah konsultasi terlebih dahulu dengan dokter hewan terdekat yang bisa dihubungi melalui call center Pet Care. 

Layanan home visit ini memberikan kenyaman bagi pemilik dan hewan kesayangan ketika ingin berkonsultasi atau perawatan. Jangan ragu hubungi kami.

Intip Kepribadian Kucing Berdasarkan Warna Bulu

Memilih kucing sebagai hewan peliharaan bukan hanya soal menggemaskan parasnya. Setiap kucing memiliki karakteristik unik yang dapat mempengaruhi kecocokan dengan gaya hidup pemiliknya. 

Menariknya, warna bulu kucing ternyata dapat memberikan gambaran kasar tentang kepribadiannya.

Faktanya, warna bulu kucing ditentukan oleh gen. Gen ini tidak hanya menentukan warna, tetapi juga dapat mempengaruhi sifat dan temperamen.

Yuk, kita pelajari bersama kepribadian kucing berdasarkan warna bulunya.

1. Kucing Putih

Karakteristik yang manis, anggun, dan pendiam adalah ciri dari kucing putih. Kucing ini sering dianggap sebagai simbol kedamaian dan ketenangan. Mereka biasanya lebih tenang dan pendiam dibandingkan dengan kucing berwarna lain. Kucing putih juga dikenal sebagai kucing yang penyayang dan suka bersantai.

Kucing putih dengan mata biru lebih rentan tuli. Hal ini disebabkan oleh gen yang sama yang menyebabkan warna putih pada bulunya juga dapat mempengaruhi pendengarannya.

2. Kucing Hitam

Kucing ini terkenal dengan sifat mandiri, misterius, dan pendiam. Di beberapa budaya, kucing hitam dianggap membawa keberuntungan. Mereka biasanya lebih mandiri dan pendiam dibandingkan dengan kucing berwarna lain. Kucing hitam juga dikenal sebagai kucing yang cerdas dan mudah dilatih.

Di beberapa negara, seperti Inggris dan Jepang, kucing hitam dianggap membawa keberuntungan. Di Mesir kuno, kucing hitam dihormati sebagai dewa.

3. Kucing Tabby

Karakteristik menonjol pada kucing ini adalah ramah, suka bermain, dan energik. Pola tabby merupakan salah satu pola bulu tertua pada kucing. Kucing tabby biasanya lebih ramah dan suka bermain dibandingkan dengan kucing berwarna lain. Mereka juga dikenal sebagai kucing yang cerdas dan mudah beradaptasi.

Ada banyak jenis pola tabby, seperti mackerel tabby, classic tabby, dan spotted tabby. Pola tabby ditentukan oleh gen yang berbeda dari gen yang menentukan warna bulu.

4. Kucing Calico dan Tortoise Shell

Mandiri, berani, dan penuh kasih sayang adalah karakteristik kucing ini. Kucing calico dan tortoise shell hampir selalu betina. Mereka biasanya lebih mandiri dan berani dibandingkan dengan kucing berwarna lain. Kucing calico dan tortoiseshell juga dikenal sebagai kucing yang penyayang dan setia.

Warna pada kucing calico dan tortoise shell tidak bercampur, tetapi terbagi dalam petak-petak yang berbeda. Hal ini disebabkan oleh fenomena genetik yang disebut kalikosis.

5. Kucing Oranye (Ginger)

Kucing oren, yang sering disebut “kucing kampung” di Indonesia, terkenal dengan bulunya yang berwarna oranye cerah dan kepribadiannya yang unik. Ramah, penyayang, dan suka bermain adalah karakteristik dari kucing ini. 

Kucing oranye memiliki gen “ramah” yang membuat mereka lebih mudah bergaul. Mereka biasanya lebih ramah dan penyayang dibandingkan dengan kucing berwarna lain. Kucing oranye juga dikenal sebagai kucing yang cerdas dan suka bermain.

Fakta Menariknya kalau kucing oranye lebih sering jantan dibandingkan betina. Kucing oren memiliki risiko lebih tinggi terkena obesitas karena nafsu makannya yang besar.

6. Kucing Biru (Rusia Biru)

Tenang, pendiam, dan penyayang adalah gambaran dari kucing ini. Kucing biru dikenal dengan sifatnya yang anggun dan aristokrat. Mereka biasanya lebih tenang dan pendiam dibandingkan dengan kucing berwarna lain. Kucing biru juga dikenal sebagai kucing yang cerdas dan mudah dilatih.

Kucing biru berasal dari Rusia. Bulunya yang berwarna biru disebabkan oleh gen resesif.

Karakteristik di atas hanyalah gambaran umum. Setiap kucing memiliki kepribadian yang unik. Faktor lain seperti genetik, ras, dan pengalaman hidup juga memengaruhi kepribadian kucing.

Interaksi dan pelatihan yang baik dapat membantu membentuk kepribadian kucing yang positif.

Jika kalian ingin memelihara kucing, lakukanlah konsultasi terlebih dahulu dengan dokter hewan terdekat yang bisa dihubungi melalui call center Pet Care. 

Layanan home visit ini memberikan kenyaman bagi pemilik dan hewan kesayangan ketika ingin berkonsultasi atau perawatan. Jangan ragu hubungi kami.

Selain Persia, Berikut 5 Ras Kucing Dengan Bulu Panjang 

Kucing dengan bulu panjang menjadi hewan peliharaan yang populer di seluruh dunia. Salah satu hal yang menarik dari kucing adalah beragamnya ras dan bulu yang dimilikinya. 

Bulu panjang adalah salah satu keunikan paling menawan dan memukau yang dimiliki kucing. Kebanyakan orang hanya mengenal kucing Persia yang memiliki bulu panjang. 

Namun, beberapa ras kucing ini juga memiliki bulu panjang yang indah dan mempesona. Yuk, kita kenali lima ras kucing berbulu panjang selain Persia yang mungkin cocok sebagai hewan peliharaan kalian!1

Maine Coon

Maine Coon adalah salah satu ras kucing terbesar yang berasal dari Amerika Serikat. Mereka memiliki bulu tebal dan panjang dengan pola warna yang beragam, mulai dari warna solid hingga warna campuran yang indah. Bulu ekor mereka sangat tebal dan menjadi ciri khas ras ini. Maine Coon dikenal sebagai kucing yang ramah, penyayang, dan cerdas. Mereka sangat cocok untuk keluarga yang aktif dan memiliki anak-anak.

Ragdoll

Ragdoll adalah ras kucing yang memiliki bulu panjang, lembut, dan halus. Mereka memiliki ukuran tubuh besar dan berat, tetapi tubuhnya lembut serta lentur seperti boneka saat dipegang. Itulah sebabnya kucing ini diberi nama, “Ragdoll”. Bulu mereka biasanya berwarna lembut seperti biru, krem, dan coklat. Ragdoll dikenal sebagai kucing yang lembut, tenang, dan penuh kasih. Mereka cocok menjadi teman yang sempurna bagi keluarga yang ingin memiliki kucing ramah.

Turkish Angora

Turkish Angora adalah ras kucing yang berasal dari Turki. Mereka memiliki bulu panjang yang lembut dan halus. Mereka memiliki bulu ekor yang panjang dan mengembang. Warna bulu mereka bisa beragam, tetapi yang paling terkenal adalah putih polos. Turkish Angora dikenal sebagai kucing yang aktif, cerdas, dan ramah. Mereka sangat menyukai perhatian dan dapat menjadi teman yang baik bagi orang-orang yang aktif dan penuh kasih.

Himalayan

Himalayan adalah hasil persilangan antara Persia dan Siamese, sehingga memiliki ciri khas bulu panjang dan wajah yang mirip dengan Siamese. Bulu mereka panjang, tebal, dan halus dengan pola warna yang mirip dengan Siamese, termasuk “points” di telinga, kaki, wajah, dan ekor. Himalayan dikenal sebagai kucing yang lembut, tenang, dan penyayang penuh kasih.

Siberian

Siberian adalah ras kucing yang berasal dari Rusia. Mereka memiliki bulu panjang, tebal, dan tahan air, cocok untuk iklim yang dingin. Bulu mereka memiliki berbagai pola dan warna. Siberian dikenal sebagai kucing yang cerdas, ramah, dan enerjik. Mereka adalah kucing yang sangat aktif dan suka bermain. 

Meskipun Persia adalah salah satu ras kucing berbulu panjang yang paling terkenal, tetapi as kucing lain yang juga tak kalah dengan bulu panjang yang memukau. Maine Coon, Ragdoll, Turkish Angora, Himalayan, dan Siberian adalah beberapa contoh ras kucing lain yang memiliki bulu panjang yang indah dan karakteristik yang menarik. 

Itu adalah 5 ras kucing dengan bulu panjang yang mungkin cocok untuk menjadi sahabat setia di rumah. Jika kalian ingin memelihara kucing, lakukanlah konsultasi terlebih dahulu dengan dokter hewan terdekat yang bisa dihubungi melalui call center Pet Care. 

Layanan home visit ini memberikan kenyaman bagi pemilik dan hewan kesayangan ketika ingin berkonsultasi atau perawatan. Jangan ragu hubungi kami.

Doberman Pinscher Si Anjing Penjaga Peliharaan Jungkook BTS

Siapa yang tak kenal dengan Bam, Doberman Pinscher kesayangan Jungkook BTS. Siapa sangka anjing penjaga ini ternyata ramah, lho. 

Dibalik penampilannya yang sangar, anjing ini cerdas dan setia. Tak heran, banyak yang menjadikannya sebagai sahabat keluarga.

Kenapa banyak orang memelihara anjing ini? Bahkan Jungkook pun memilih Doberman Pinscher sebagai peliharaannya. Nah, artikel ini akan membahas 7 fakta unik si anjing penjaga ini.

Jadi penasaran seberapa istimewanya Doberman Pinscher ini? Yuk, pelajari bersama.

1. Asal-Usul Doberman Pinschers

Siapa sangka, penemu ras anjing ini adalah seorang penagih pajak abad ke-19 bernama Karl Friedrich Louis Dobermann. Pria ini bekerja sebagai penagih pajak dan penjaga sebuah pondok di Jerman.

Dia menciptakan ras ini dengan menggabungkan beberapa jenis anjing seperti Rottweiler, Greyhound, Weimaraner, dan German Pinscher. Kemudian lahirlah Doberman Pinscher anjing penjaga yang andal dan tangkas.

Anjing ini diciptakan sebagai anjing pekerja yang setia untuk menemani penagih pajak dalam situasi berbahaya. Oleh karena itu, mereka kuat, lincah, cerdas dan setia.

2. Kecerdasan Yang Luar Biasa

Anjing ini terkenal karena kecerdasannya yang luar biasa. Bahkan menurut buku Stanley Coren “The Intelligence of Dogs”, mereka menempati peringkat ke-5 sebagai ras anjing paling cerdas

Karena kecerdasan mereka, membuatnya mudah dilatih dalam menanggapi perintah. Oleh karena itu, anjing ini sering dipilih sebagai penjaga, polisi atau detektif.

3. Anjing Paling Kuat Di Dunia

Doberman memiliki energi yang sangat kuat. Badan ramping yang berotot Mereka memiliki gigitan yang kuat dan dianggap sebagai ras anjing paling kuat di dunia.

Doberman membutuhkan latihan fisik dan olahraga untuk menjaga kesehatannya. Mereka memiliki stamina yang kuat untuk berlari, mendaki, dan bermain lempar tangkap. 

4. Fisik yang Unik

Doberman sebenarnya memiliki telinga runcing dan ekor yang panjang. Tetapi, seringkali kita melihat ekornya yang pendek. Hal ini disebabkan karena proses docking.

Docking adalah proses memotong ekor karena dianggap sebagai penghalang. Tetapi proses ini sangat kejam, sehingga dilarang diberbagai negara.

Doberman juga memiliki fisik yang unik. Badannya ramping dan berotot sehingga lincah dan tangkas. Wajahnya juga terkenal dengan ekspresi yang serius dan tegas dengan mata yang tajam dan telinga yang berdiri tegak.

5. Doberman Pinscher Si Anjing Setia

Dibalik penampilannya yang menakutkan, anjing ini sebenarnya ramah dan bersahabat. Doberman bisa menjadi hewan peliharaan keluarga yang baik. 

Mereka dikenal dengan kesetiaan dan naluri melindungi, sehingga cocok untuk dijadikan sahabat. Bahkan anjing ini sangat ramah dengan anak-anak. Mereka bisa menjaga anak-anak dan mengawasinya.

Doberman tidak agresif, Mereka akan menyerang apabila ada ancaman. Hal ini dikarenakan sifat protektifnya. Maka, penting untuk melatih regulasi emosinya.

6. Anjing Perang Dunia II

Doberman memiliki peran yang luar biasa dalam sejarah. Selama Perang Dunia II, anjing ini memainkan peran yang penting. Anjing ini digunakan untuk mendampingi Angkatan Bersenjata sela perang.

Dulu ada doberman bernama Kurt yang terbunuh oleh granat saat akan memberitahu tentara akan serangan yang akan datang. Lalu, ada Cappy yang menyelamatkan 250 marinir AS dari Angkatan Darat Jepang.

Karena jasanya, dibangun sebuah patung perunggu Cappy yang duduk di atas The World War II War Dog Memorial. Disampingnya terdapat 24 nama doberman yang gugur ketika bertugas.

7. Rentan Terhadap Penyakit

Doberman rentan terhadap penyakit terutama penyakit jantung. Salah satu penyakit yang perlu diwaspadai adalah kardiomiopati dilatasi. Ini adalah kondisi jantung yang berpotensi menyebabkan kematian Doberman. 

Kondisi lain yang umum terjadi pada anjing ini adalah ketidakstabilan tulang belakang leher, disingkat CVI. Masalah kesehatan lainnya yang dapat mengganggu adalah displasia pinggul, gangguan kompulsif anjing, hipotiroidisme, dan penyakit prostat.

Oleh karena itu, pemilik harus memperhatikan kesehatan mereka dan rutin melakukan kunjungan ke dokter hewan terdekat yang bisa dihubungi melalui call center Pet Care untuk konsultasi kesehatan secara langsung.

Itu dia 7 fakta menarik tentang doberman pinscher si anjing penjaga. Ras anjing ini unik karena dibalik fisiknya yang kuat mereka adalah sosok sahabat yang setia. 

Kalau kalian ingin mengadopsi doberman pinscher selalu konsultasikan bersama dokter hewan terdekat Pet Care untuk mendapatkan layanan home visit dimanapun lokasi kalian. 

Litter Box Bagi Kucing, Apakah Penting?

Litter box bagi kucing merupakan barang yang sedang banyak dibicarakan oleh para pecinta kucing. Kini, pecinta kucing sudah mulai membiasakan kucing untuk buang air menggunakan litter box. Hal ini merupakan salah satu wujud penjagaan kebersihan kucing. Nah, ternyata membiasakan kucing untuk menggunakan litter box tidak semudah itu. Yuk, kenali alasan mengapa litter box penting untuk dimiliki dan ikuti langkah-langkah berikut agar anabul anda terbiasa menggunakan litter box! 

Alasan Menggunakan Litter Box

Sebelum menerapkan sistem buang air di litter box, anda juga harus memahami apa pentingnya litter box ini. Ada beberapa alasan mengapa litter box merupakan hal krusial saat ingin memelihara kucing. 

Pertama, litter box didesain seperti kotak pasir yang memang dibuat khusus sebagai tempat buang air kucing. Secara naluriah, kucing sangat suka kebersihan dan cenderung menimbun kotorannya dengan pasir. Melalui litter box, anda seperti memberikan kucing untuk hidup seperti nalurinya. 

Kedua, litter box tidak mudah berantakan. Jika anda memberikan kotak dengan pasir asli, pasir tersebut pasti akan berserakan di dalam rumah. Namun, anda tidak perlu khawatir karena litter box tidak sepenuhnya mirip dengan pasir. 

Ketiga, litter box dapat menjadi tempat tertutup yang membuat kucing lebih nyaman untuk buang air. 

Keempat, litter box memiliki fungsi untuk menyerap urin serta membuat kotoran menjadi menempel. Dengan begitu, bau tidak sedap dari kotoran akan tertutupi. 

Selain itu, fungsi penyerapan maksimal yang dimiliki litter box juga memudahkan anda untuk membersihkan kotoran kucing. 

Langkah Membiasakan Kucing Dengan Litter Box

  • Cari litter box yang ukurannya dua kali lebih luas dari tubuh kucing. Untuk memudahkan, hitunglah luas yang cukup untuk kucing dapat bergerak di box tersebut. 
  • Cari jenis pasir yang disukai kucing. Anda dapat memulai dengan membeli beberapa jenis dalam ukuran kecil untuk dicoba pada kucing anda. 
  • Taruh litter box di tempat yang sering disambangi kucing, tetapi tidak dekat dengan tempat makan mereka. 
  • Beri waktu untuk kucing mengenali litter box. Secara teratur, bawa mereka ke litter box, terutama pada waktu-waktu buang air mereka. 
  • Pastikan litter box kucing anda tetap bersih dan tidak berbau. 
  • Ulangi langkah tersebut dalam beberapa hari atau beberapa minggu. Bila mereka masih kesulitan untuk buang air di litter box, anda dapat melakukan konsultasi lebih lanjut ke dokter hewan terdekat. Mungkin, mereka sedang mengalami gangguan stress atau penyakit yang mengganggu hari-harinya. 

Kucing Menangis, Kenali Penyebab dan Cara Menenangkannya!

Kucing menangis merupakan sesuatu yang langka untuk dilihat. Dalam hal ini, kucing tidak seperti manusia yang secara naluriah akan menangis saat merasa sedih. Akan tetapi, kucing menangis sangat mungkin untuk terjadi. Nah, mari kita kenali alasan kucing menangis serta cara menenangkannya dalam artikel berikut! 

Alasan Kucing Menangis

Satu-satunya alasan yang paling rasional atas fenomena ini adalah adanya masalah kesehatan pada kucing. Ada banyak jenis masalah kesehatan yang bisa menimbulkan ‘tangisan’. 

Pertama, mereka merasakan sakit atau rasa tidak nyaman pada bagian mata. Jika permasalahannya terjadi di mata, kemungkinan mata kucing anda akan terlihat merah ataupun membesar. Hal ini bisa terjadi karena adanya infeksi pada saluran air matanya.

Kedua, alergi atau iritasi terhadap hal tertentu. Sama seperti manusia, kucing juga bisa memiliki alergi, seperti alergi makanan, debu, dan lain sebagainya. Anda bisa melihat alergi ini dari kebiasaan kucing anda. Bila anda menyadari mata kucing anda berair saat terkena sesuatu, anda patut mencurigai hal tersebut sebagai alergennya. 

Ketiga, stress. Lagi-lagi, kucing juga bisa merasakan hal yang dirasakan manusia. Saat merasa stress, ada beberapa kucing yang menunjukkan reaksi berupa tangisan, bahkan disertai suara lirih. Stress ini dapat terjadi karena berbagai hal, seperti lingkungan, adanya hewan lain secara tiba-tiba, gangguan pada rutinitas, atau ada kejadian tertentu yang menyakitkan. Anda harus dapat menemukan penyebab stress mereka untuk dapat menenangkannya. 

Cara Menenangkan Kucing Menangis 

Terkadang, penyakit yang menimbulkan efek tangisan pada kucing ini sebenarnya tidak perlu dicemaskan. Namun, mereka hanya membutuhkan ketenangan untuk beristirahat hingga kembali pulih. Untuk itu, cobalah untuk menempatkan kucing anda di tempat yang tenang, nyaman, dan sekiranya mereka sukai.

Selagi membiarkan mereka beristirahat, anda juga tetap harus memastikan kebutuhan dasar mereka terpenuhi. Makanan, minuman, serta kebutuhan lainnya seperti tempat untuk buang air harus disediakan dekat mereka. 

Selanjutnya, anda bisa memberikan mereka afeksi, seperti mengajak bicara atau mengusap-usap mereka. Hal ini dapat membuat mereka nyaman. Bila kucing sudah terlihat aktif kembali, anda juga bisa mengajak mereka bermain. 

Bila hal-hal diatas telah dilakukan dan kucing anda tetap terlihat menangis, anda dapat melakukan konsultasi lebih lanjut dengan dokter hewan terdekat untuk menghindari penyakit-penyakit serius. Sekarang, PetCare juga memiliki layanan dokter hewan ke rumah agar anabul kesayangan anda tetap merasa aman tanpa harus di bawa ke luar rumah. 

Kucing Oren Barbar, Ini Alasannya

Kucing oren banyak menyita perhatian netizen pada beberapa waktu belakangan. Kucing yang tergolong banyak tingkah ini semakin dicap sebagai kucing yang barbar. Namun, benarkah sebenarnya kucing oren dapat diklasifikasikan sebagai kucing yang barbar, banyak tingkah, serta galak? Yuk, kenali jawabannya dalam artikel tentang kucing oren berikut! 

Fakta Tentang Sifat Kucing Oren

Kucing oren sejatinya bukan merupakan ras tertentu. Akan tetapi, kucing oren tergolong dalam kucing tabby yang berasal dari macam-macam ras, seperti Persia, British Shorthair, ataupun si kucing raksasa Maine Coon. 

Kesan ‘galak’ ataupun ‘barbar’ yang melekat di kucing oren terbentuk karena berbagai hal. Pertama, sebagian besar kucing oren merupakan kucing jantan yang memang tergolong lebih agresif. Keagresifan tersebut juga bisa terjadi karena berbagai alasan. 

Kedua, sifat bawaan lahir. Sama seperti manusia, kucing juga punya sifat-sifat unik. Nah, beberapa kucing juga ada yang mendapatkan sifat bawaan yang menunjukkan keagresifan. Selain bawaan lahir, sifat ini juga bisa saja terbentuk dari lingkungannya. 

Ketiga, kucing tersebut pernah melewati momen traumatis. Hal ini bisa berupa kecelakaan biasa atau kejahatan yang dilakukan oleh manusia. Dengan trauma ini, kucing akan cenderung defensif serta terlihat barbar. Padahal, mereka hanya melindungi diri sendiri. 

Momen traumatis ini juga termasuk kebiasaan di tempat tinggal mereka. Apabila mereka terbiasa tinggal di tempat yang dirasa kurang aman, mereka akan menunjukkan sifat barbar untuk mencegah gangguan terhadap mereka. 

Selanjutnya, kondisi kesehatan. Ada beberapa kondisi kesehatan yang mampu merubah sifat kucing, salah satunya adalah penyakit kronis. Saat merasa sakit, kucing akan cenderung agresif dan tidak ingin diganggu. Apabila kucing oren anda menunjukkan perubahan sifat yang drastis, seperti menjadi sangat amat agresif, segera periksakan kucing anda ke dokter hewan. Bila perlu, panggil layanan dokter hewan ke rumah agar memudahkan anda mengobati anabul kesayangan anda. 

Terakhir, penting untuk digarisbawahi bahwa sifat ‘barbar’ yang dimiliki kucing oren tidak dapat disamaratakan. Oleh sebab itu, anda sebagai pemilik anabul juga harus mengetahui sejauh mana kebiasaan ‘barbar’ mereka.