Category: HEALTH

dasha-urvachova—n_IvbKdpc-unsplash (3)

Penyebab Kucing Muntah Busa dan Cara Mengatasinya

Kucing muntah mengeluarkan hairball memang menjadi hal wajar bagi pemilik kucing. Namun, jika mereka terus muntah berkali-kali, kemungkinan ada masalah serius yang dialami oleh anabul. Apalagi jika muntahan mereka tampak tidak normal, seperti muntah busa putih.

Alasan lainnya kucing muntah busa menunjukkan adanya peradangan atau iritasi di dalam sistem pencernaannya. Sebelum mengetahui cara mengatasinya, anda wajib tahu beberapa penyebab kucing muntah busa.

1. Gastritis

Gastritis terjadi saat lapisan lambung kucing anda mengalami iritasi. Hal ini bisa terjadi karena mereka mengonsumsi makanan sembarang, seperti makanan kadaluwarsa, rumput, atau obat-obatan. Makanan yang mengandung zat beracun dapat menyebabkan keracunan.

Kucing yang mengalami gastritis biasanya memuntahkan busa, darah segar, dan empedu. Mereka juga cenderung tidak punya nafsu makan, menderita muntah berlebihan, dan dehidrasi. Jika sudah menunjukkan tanda-tanda gastritis, bawa kucing anda ke dokter hewan untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

2. Terlambat Makan

Saat kucing tidak diberi makan sesuai jam makan mereka,cairan lambung dan asam lambung akan meningkat dan dapat menyebabkan iritasi pada perut mereka. Sehingga apabila kucing anda memuntahkan busa putih atau kuning, kemungkinan karena perutnya kosong.

Oleh sebab itu, anda harus menyesuaikan jadwal makan kucing agar meminimalisir kemungkinan iritasi perut. Jangan lupa untuk konsultasikan makan kucing yang cocok untuk kucing anda pada dokter hewan terdekat.

3. Menelan Hairball

Bola rambut adalah hal yang wajar terjadi pada kucing, karena mereka menjilati tubuhnya untuk membersihkan diri. Hairball biasanya akan mengeras dan terendap di sistem pencernaan kucing. Ukuran mereka bisa sangat besar sehingga kucing tidak dapat memuntahkannya.

Bola rambut dapat menyebabkan iritasi pada sistem pencernaan kucing. Akibatnya, mereka mengeluarkan muntah busa putih karena bola rambut menghalangi makanan bergerak melalui saluran pencernaan.

4. Parasit

Apabila kucing belum diberikan obat cacing lalu mengalami muntah busa yang terjadi bersamaan dengan diare, itu adalah pertanda infeksi parasit. Anda harus segera membawanya ke dokter hewan agar diberikan obat cacing.

Cara Mengatasi Kucing Yang Muntah Busa

  • Beri kucing anda tempat yang tenang dan nyaman. Dengan beristirahat yang cukup, ada kemungkinan anabul dapat segera sembuh karena bebas dari gangguan.
  • Anabul anda harus memiliki akses makanan kucing, air, dan kotak pasir yang mudah agar sembuh dengan singkat.
  • Pastikan tidak ada bahan kimia atau benda asing disekitar kucing anda agar mereka tidak menelan benda berbahaya.
  • Jangan lupa untuk konsultasi dengan dokter hewan terdekat atau menghubungi call center Pet care agar kucing anda segera mendapatkan penanganan.

Pastikan kucing kesayangan anda dalam keadaan baik. Jangan sampai muntah busa putih ini mengganggu kesenangan anda dengan anabul kesayangan.

Penyakit kulit kucing

Kenali Penyakit Kulit Kucing, Apa Saja dan Bagaimana Mengatasinya?

Penyakit kulit kucing cenderung mudah dideteksi. Kamu yang memiliki kucing di rumah mungkin tidak asing dengan gerakan kucing menggaruk bagian tubuhnya. Tahukah kalian, gerakan menggaruk tersebut dapat menjadi pertanda bahwa mereka terkena penyakit kulit? 

Bila kucing anda sering menunjukkan rasa gatal, sebaiknya anda segera memeriksakannya. Pasalnya, penyakit kulit tidak hanya satu jenis, tetapi ada berbagai macam jenis beserta tingkat kefatalannya. Pada kasus tertentu, penyakit kulit juga bisa membawa petaka yang menghilangkan nyawa kucing kesayanganmu. 

Untuk itu, yuk kenali beberapa jenis penyakit kulit pada kucing dan cara mengatasinya dalam artikel berikut!

Infeksi Jamur

Kucing yang mengalami infeksi jamur dapat terdeteksi dengan rontoknya bulu secara signifikan, muncul keropeng, muncul sisik pada kulit, hingga muncul bintik kemerahan pada kulit. Bagian tubuh yang seringkali terinfeksi jamur adalah telinga. Akan tetapi, bagian tubuh lain juga mungkin terkena infeksi ini. 

Penyakit ini seringkali muncul sebagai efek dari penyakit lain yang sedang atau pernah diderita kucing anda. 

Ringworm

Ringworm merupakan salah satu infeksi kulit yang juga disebabkan oleh jamur, tetapi terbatas pada jamur dermatofit. Pada kulit kucing, ringworm dapat menginfeksi bulu, kulit, ataupun kuku. 

Kucing yang terkena ringworm akan menunjukkan gejala berupa kerontokan dan kegatalan pada bulu, munculnya bercak merah pada kulit, munculnya sisik pada kulit, kulit yang mengelupas, meradang, serta muncul bintik pada kulit. 

Apabila kucing anda terkena ringworm, segera lakukan penanganan pertama yang dilanjutkan dengan penanganan lanjutan agar permasalahan ini cepat teratasi. Jika tidak, ringworm dapat menyebar pada kucing lain, bahkan manusia. Biasanya, obat ringworm dapat berupa salep, krim, shampoo antijamur, atau pada kasus tertentu boleh diberikan obat khusus. Selain pengobatan, anda juga harus membersihkan kandang kucing agar jamur yang menginfeksi mereka tidak kembali. 

Kutu

Seperti hal-hal lainnya, kucing juga dapat terkena parasit eksternal yang dinamakan kutu. Binatang ini hidup menempel pada kucing serta menyedot darah kucing yang berujung pada timbulnya iritasi atau infeksi pada kulit. Umumnya, kutu bertahan di sekitar leher, punggur, atau ujung ekor kucing. 

Gejala awal apabila kucing anda terkena kutu adalah munculnya gatal-gatal pada kulit. Pada titik gatal ini, kucing akan cenderung menggaruk bagian tubuh yang terkena kutu. Selain itu, bagian dari kutu, umumnya kotorannya, juga dapat terlihat di sekitar bulu kucing. Lalu, bulu kucing juga cenderung lebih rontok dari biasanya. 

Sama seperti ringworm, kutu juga dapat diatasi dengan pemberian obat anti kutu berupa salep, krim, semprotan khusus kutu, atau obat khusus yang diracik untuk kucing anda. Di samping itu, anda juga bisa melakukan perawatan berkala dengan memberikan collar antikutu dan memandikan kucing anda dengan shampoo anti kutu. 

Cara Mengatasi Penyakit Kulit Kucing

Melihat ciri-ciri penyakit kulit kucing di atas, mungkin anda akan sulit untuk membedakan jenis-jenis penyakit ini. Oleh sebab itu, pertolongan pertama yang paling tepat adalah mengunjungi dokter hewan. Kini, PetCare juga menyediakan layanan dokter hewan ke rumah untuk memudahkan pengecekan. 

Dengan membawa kucing ke dokter hewan, jenis penyakit kulit serta cara pengobatannya akan lebih disesuaikan lagi. Terlebih lagi, dokter juga akan mengecek dengan detail seperti mengadakan tes kulit ataupun biopsi agar diagnosa yang diberikan lebih akurat. 

Biasanya, dokter akan meresepkan obat. Anda harus membeli seluruh obat yang diresepkan untuk mempercepat proses penyembuhan. 

Setelah sembuh, ubah cara perawatan kucing agar lebih terhindar dari penyakit serupa. Caranya, anda dapat memandikan kucing dengan shampoo khusus kucing yang sesuai dengan permasalahan mereka, membersihkan kandang secara rutin, memberikan nutrisi yang sesuai, serta menghindari hal-hal yang dahulu menyebabkan penyakit kulit tersebut. Bila perlu, lakukan pengecekan rutin ke dokter hewan setiap beberapa bulan sekali. 

flu pada kucing

Kucing Flu? Ini Penyebab dan Cara Efektif Mengobati Flu Pada Kucing 

Flu pada kucing memiliki cara penanganan yang berbeda dengan flu yang menyerang manusia. Anabul yang terkena flu bisa menderita dalam jangka waktu panjang karena flu lebih sulit disembuhkan. Oleh karenanya, jagalah selalu kondisi kesehatan kucing Anda dengan melakukan pemeriksaan rutin di dokter hewan.

Melalui artikel ini, Pet Care akan berbagi informasi mengenai flu pada kucing, mulai dari penyebab sampai cara mengobati flu yang efektif dan bisa Anda tiru. Kucing adalah hewan yang menggemaskan, tidak heran banyak yang memelihara kucing dan menginginkan mereka selalu dalam keadaan sehat agar bisa terus menjalani aktivitasnya seperti biasa.

Flu pada kucing biasanya akan sembuh dalam kurun waktu 7 sampai 10 hari namun tidak memungkinkan bisa lebih lama jika tidak diberi penanganan yang tepat. Kucing yang menderita flu akan bersin-bersin, batuk, kelesuan, tidak nafsu makan dan matanya berair.

Jika flu yang diderita kucing cukup berat atau adanya komplikasi akan muncul tanda-tanda seperti adanya cairan berwarna kuning sampai kehijauan dari hidung ataupun mata kucing. Sebaiknya langsung konsultasikan pada dokter hewan agar kucing bisa dapat penanganan paling cepat dan tepat.

Apa Penyebab Flu Pada Kucing?

Penyebab yang paling umum adalah karena feline herpes virus dan calici virus atau juga dikenal dengan feline viral rhinotracheitis. Dimana virus ini akan mengganggu saluran pernapasan kucing dan virus ini menyebar dengan sangat cepat.

Oleh karena itu, jika salah satu kucing di rumahmu menunjukan gejala flu atau terkena flu sebaiknya dipisahkan dengan kucing lainnya yang masih sehat agar tidak tertular virus tersebut. 

Nah, yang jadi pertanyaan selanjutnya adalah gimana sih cara mengobati kucing yang terserang flu? Jawabanya ada di pembahasan di bawah ini. Simak ya! 

Cara Efektif Mengobati Kucing Flu

Saat kucing kesayanganmu menunjukan gejala flu, langkah awal yang paling tepat adalah langsung berkonsultasi dengan dokter hewan. Cara ini masih menjadi cara terbaik karena anabul akan langsung diberikan tindakan medis paling tepat.

Pet Care sendiri menyediakan solusi yang bisa membantu Anda dengan menghadirkan layanan dokter hewan ke rumah dan kini bisa menjangkau beberapa wilayah besar di Indonesia. Hanya dengan menghubungi call center Pet Care maka Anda sudah bisa menjadwalkan konsultasi dengan dokter hewan berpengalaman.

Memanggil dokter hewan adalah cara paling tepat untuk mengobati kucing yang terserang flu. Sementara itu, Anda bisa berkontribusi untuk membantu menahan virusnya agar tidak menyebar dengan memisahkan kucing yang sedang sakit dan berikan ruangan khusus serta perhatian yang lebih.

Membantu kucing dalam memenuhi kebutuhan asupan makanan dan minuman anabul yang sakit adalah salah satu bentuk perhatian yang bisa Anda lakukan. Jangan lupa untuk rutin membersihkan area hidung dan mata anabul, gunakan kapas yang dibasahi dan usap dengan lembut.

Dengan cara tersebut, Anda bisa membantu mencegah komplikasi lanjutan yang bisa membahayakan kesehatan anabul kesayangan.

kucing susah BAB

Penyebab Kucing Susah BAB dan Cara Mengatasinya

Kucing susah BAB adalah salah satu masalah pencernaan yang kerap dialami oleh anabul. Kucing dikenal memiliki sistem pencernaan yang cukup sensitif sehingga mudah terkena masalah pencernaan yang akan mengganggu kinerjanya.

Jika kucing kesayangan Anda di rumah sedang kesulitan BAB, segera hubungi dokter hewan agar dapat penanganan yang paling tepat dan optimal. Namun, Anda juga bisa melakukan beberapa cara menangani kesulitan BAB pada kucing di rumah dengan catatan kondisinya masih ringan.

Cara mengobati kucing yang susah buang kotoran akan dibahas melalui artikel ini. Sebelum itu, Anda wajib tahu beberapa penyebab kucing susah BAB agar Anda bisa mencegah hal ini terjadi lagi pada anabul kesayangan.

Penyebab Kucing Susah BAB

  • Dehidrasi. Penyebab pertama adalah karena dehidrasi, dimana kucing kekurangan asupan air dan mengalami konstipasi. Sebisa mungkin selalu menyediakan air bersih di dekat kucing agar terhindar dari dehidrasi.
  • Diet tidak seimbang. Jangan sembarangan melakukan diet untuk kucing, Anda harus tetap memenuhi kebutuhan nutrisi dan serat anabul meskipun mereka sedang diet.
  • Stres. Alasan lain kucing kesulitan buang air besar adalah stres, jadi pastikan Anda bisa memberikan lingkungan yang tenang, aman dan nyaman untuk membantu anabul mengatasi stres.
  • Terkena infeksi salurah kemih. Penyakit ini bisa menyerang kucing dan menyebabkan konstipasi. Konsultasi dengan dokter hewan untuk pengobatannya. 

Cara Mengatasi Kucing Yang Kesulitan Buang Air Besar

Perawatan yang paling tepat untuk hewan yang sedang mengalami konstipasi adalah berkonsultasi dengan dokter hewan. Beberapa akan diberikan obat-obatan dan beberapa kondisi yang lebih serius terkadang membutuhkan perawatan intensif. 

Jangan khawatir, Pet Care menyediakan layanan dokter hewan ke rumah untuk membantu Anda dalam merawat kucing kesayangan agar bisa segera sembuh dari penyakitnya. Pet Care sudah memiliki banyak partner yang tersebar di wilayah jabodetabek dan beberapa kota lainnya.

Tidak perlu repot-repot membawa anabul ke klinik hewan, cukup dengan menghubungi call center Pet Care dan jadwalkan konsultasi, dokter hewan akan datang ke tempat Anda. Gunakan layanan dari Pet Care sekarang juga dan rasakan keunggulan service Pet Care.

kucing sariawan

Kucing Sariawan : Kenali Gejala, Penyebab dan Cara Mengobatinya

Kucing sariawan bisa jadi salah satu penyakit yang menyebabkan turunnya nafsu makan anabul. Sama seperti halnya manusia, anabul juga bisa sariawan. Bahkan sariawan pada kucing cenderung lebih merepotkan dibandingkan dengan sariawan pada manusia. Kok bisa? Berikut ulasannya.

Sebelum bahas lebih lanjut mengenai sariawan pada kucing, sebaiknya kita mengetahui dahulu apa penyebab dari sariawan itu. Penyebab sariawan yang paling sering dijumpai adalah karena adanya luka pada mulut anabul, kurangnya cairan, terkena virus dan jenis makanan yang tidak cocok atau alergi.

Sariawan merupakan feline stomatitis yang bisa dibilang sebagai salah satu penyakit mulut pada anabul yang paling umum. Feline stomatitis merupakan kondisi peradangan yang bisa terjadi pada rongga mulut kering mulai dari bibir, lidah, gusi sampai belakang tenggorokan.

Penyakit ini bisa menyerang segala usia maupun ras kucing. Oleh karena itu, penting untuk kita selalu menjaga kesehatan dan kondisi kucing dengan cara melakukan pemeriksaan rutin di dokter hewan. 

Gejala Apa Saja Yang Muncul Saat Kucing Sariawan?

Kenali gejala atau tanda yang muncul ketika anabul mau sariawan adalah salah satu cara agar Anda bisa mengobati mereka sedini mungkin. Yuk cari tahu gejalanya lewat daftar dibawah ini.

  • Cenderung menjatuhkan makanan saat makan
  • Sering menolak minum
  • Kelesuan
  • Berkurangnya nafsu makan
  • Timbul bau mulut kucing
  • Air liur berlebihan
  • Kemerahaan pada gusi, lidah sampai tenggorokan
  • Mulut bengkak

Bagaimana Cara Mengobati Sariawan Pada Kucing?

Itu dia beberapa tanda yang biasanya ditunjukan anabul saat ia mulai sariawan. Sekarang, mari kita pelajari cara mengobati sariawan pada kucing. Beberapa kondisi sariawan pada kucing bisa diobati sendiri dirumah namun ada juga beberapa kondisi yang memerlukan tindakan medis dari dokter hewan.

  • Menjaga kebersihan mulut kucing. Jika kasus nya cukup ringan maka Anda cukup menjaga kebersihan mulutnya saja dengan cara rutin sikat gigi kucing.
  • Ganti jenis makanan kucing. Saat sariawan, kucing sulit mengunyah makanan yang terlalu keras. Bahkan makanan yang sulit dikunyah bisa memperparah kondisi sariawan anabul.
  • Konsultasi ke dokter hewan. Cara paling tepat adalah mengkonsultasikan kondisi sariawan anabul ke dokter hewan. Kini Pet Care sudah menyediakan dokter hewan ke rumah untuk membantu Anda dalam memberikan pengobatan yang optimal untuk hewan kesayangan.

Membawa anabul yang sedang sakit ke luar rumah untuk membawanya ke klinik hewan bisa menambah tingkat kestresan yang dialami anabul. Oleh karena itu, Pet Care hadir sebagai solusi dari permasalahan tersebut. 

Cukup dengan menghubungi call center Pet Care maka Anda bisa langsung menjadwalkan pertemuan konsultasi dengan dokter hewan berpengalaman. Tunggu apalagi? Sekarang saatnya Anda mencoba layanan terbaik dari Pet Care.

kucing kurus

Kucing Kurus? Ini Penyebab Serta Cara Menanganinya

Kucing kurus merupakan suatu keadaan yang tidak jauh mengkhawatirkan nya dengan keadaan kucing yang terlalu gemuk. Seperti yang kita tahu, kucing adalah salah satu hewan yang terkadang lebih suka makan, berbaring dan tidur siang daripada terus menerus bergerak dan bermain.

Hal tersebut terkadang membuat para pemilik hewan peliharaan khawatir jika kucing kesayangannya mengalami obesitas. Namun, sedikit dari pet owner yang sadar bahwa penurunan berat badan juga bisa membahayakan kesehatan anabul. 

Memang benar bahwa kucing juga mengalami perubahan berat badan seperti manusia. Perubahan ini tentu dipengaruhi oleh banyak faktor termasuk pertumbuhan usia, jenis kelamin, makanan yang diberikan sampai pola hidupnya sehari-hari. 

Namun, jika berat badan kucing terus menurun bahkan terlihat sangat kurus disarankan untuk segera konsultasi ke dokter hewan. Melalui artikel ini, Pet Care akan membagikan beberapa penyebab berat badan kucing mengalami penurunan. Berikut ulasannya.

Penyebab Berat Badan Kucing Menurun

Banyak dari kita yang mengasumsikan penurunan berat badan kucing ini karena perubahan jenis makanan dan kurangnya snack untuk kucing. Padahal penyebab kucing kurus bisa saja dikarenakan kondisi medis alias kucing sedang sakit.

  • Kucing mengalami gastrointestinal. Kondisi yang mengganggu masalah pencernaan yang berupa alergi makanan dan masalah pada fungsi usus kecil.
  • Kucing menderita penyakit hati. Jika kucing kesayanganmu mengalami penurunan berat badan yang disertai dengan muntah dan lesu segera bawa ke dokter hewan.
  • Hairball yang tidak keluar. Bulu yang dijilat oleh kucing dan tertelan namun tidak bisa dikeluarkan lagi bisa mengakibatkan kucing mengalami regurgitasi, sembelit yang menyebabkan penurunan berat badan.
  • Kurangnya asupan nutrisi. Penurunan nafsu makan juga bisa dikarenakan kurangnya vitamin B dalam tubuh kucing.

Nah itu dia beberapa hal yang bisa menyebabkan kucing menjadi kurus atau mengalami penurunan berat badan. Jika kucingmu tidak nafsu makan dan berat badannya menurun, sebaiknya langsung periksa ke dokter hewan.

Pet Care menyediakan dokter hewan ke rumah untuk memudahkan Anda dalam memberikan penanganan yang terbaik dan paling tepat sesuai dengan kondisi kesehatan Anabul. Cukup dengan menghubungi call center dan jadwalkan konsultasi dengan dokter hewan berpengalaman.

Jamur pada kucing

Penyebab Jamur Pada Kucing dan Cara Mengobatinya

Jamur pada kucing umumnya akan terlihat pada bagian telinga dan wajahnya. Infeksi jamur adalah salah satu masalah kesehatan hewan yang seringkali kita jumpai terutama pada kucing. Kita juga biasa menyebutnya dengan ringworm atau dermatophytosis.

Sebagai pemilik hewan, pastinya kita akan sangat bahagia jika hewan kesayangan kita tampak sehat. Maka dari itu, kita harus mengetahui penyebab dari jamur yang menginfeksi kucing agar bisa menghindarinya.

Kondisi kucing yang terkena infeksi jamur atau ringworm tidak hanya membahayakan tubuh anabul tersebut tapi juga bisa menular ke anabul lainnya bahkan bisa ditularkan kepada manusia. Untuk itu, diperlukan penangan yang tepat dan cepat untuk mengobatinya.

Penyebab Jamur Pada Kucing

Kucing yang terinfeksi jamur dapat menyebabkan bulu nya rontok, kusam, tampak kemerahan, muncul ketombe sampai kurap di tubuhnya. Dampak lain dari jamuran bisa lebih berbahaya, untuk itu ketahuilah beberapa penyebab jamuran pada kucing dibawah ini agar kalian bisa mencegah terjadinya infeksi jamur.

Penyebab munculnya jamur yang pertama adalah karena sistem kekebalan tubuh kucing yang rendah. Pengurus Besar Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PB PDHI), Dr drh Ambar Retnowati, MSi, sebagian besar kucing dewasa yang sehat memiliki sistem kekebalan tubuh yang kuat untuk melawan infeksi jamur. Namun, ketika sistem kekebalan tubuh sedang lemah, maka kucing bisa terkena infeksi jamur.

Selain itu, penyebab ringworm lainnya adalah microsporum canis, microsporum persicolor, microsporum gypseum, trichophyton dan mentagrophytes. Namun empat penyebab jamuran ini bisa dikatakan jarang dan tidak umum terjadi.

Cara Mengobati Jamur Pada Kucing

Seperti yang sudah dibahas, jamur yang menyerang kucing sangat berbahaya dan bisa menular. Jika kucing kesayangan Anda menunjukan gejala jamuran seperti demam, suka menggaruk telinga secara berlebihan dan terdapat kurap. Sebaiknya langsung periksakan ke dokter hewan.

Dokter hewan ke rumah dari Pet Care sangat direkomendasikan karena Pet Care bekerja sama dengan para dokter yang profesional dan berpengalaman dalam memberikan tindakan medis yang tepat. Segera hubungi call center Pet Care untuk menjadwalkan konsultasi dengan dokter hewan terbaik.

mata kucing belekan

Penyebab Mata Kucing Belekan dan Cara Merawatnya

Mata kucing belekan merupakan keadaan yang cukup sering terjadi pada kucing, baik kucing peliharaan maupun kucing liar. Sebenarnya, apa penyebab mata kucing belekan dan bagaimana cara merawatnya? Yuk simak penjelasannya dibawah ini.

Kotoran pada mata biasanya berasal dari air mata anabul yang terus menerus keluar di sudut mata. Air mata yang keluar terus menerus ini bisa disebabkan karena ada sesuatu yang mengiritasi mata anabul. Selain itu masih ada beberapa penyebab mata kucing belekan.

Apa Yang Menyebabkan Mata Kucing Belekan?

Anabul yang belekan, penglihatan nya akan terganggu bahkan pada keadaan parah bisa menyebabkan kebutaan pada kucing. Dibawah ini adalah beberapa penyebab mata anabul yang belekan.

Infeksi mata

Masalah belekan ini tentu tidak jauh dari masalah infeksi mata kucing. Infeksi seperti virus dan bakteri biasanya membutuhkan antibiotik. Segera bawa anabul ke dokter hewan untuk mendapatkan pengobatan dan pencegahan penyebaran lebih lanjut. 

Konjungtivitis

Tahukah kalian apa itu konjungtivitis? Ini merupakan peradangan yang terjadi pada lapisan merah muda pada area mata. Biasanya akan membuat mata bengkak dan lebih sensitif terhadap cahaya. 

Gangguan kornea

Produksi air mata berlebih akibat adanya gangguan kornea bisa menyebabkan mata kucing belekan. Untuk perawatannya harus dilihat dari apa yang mengganggu korea tersebut? Tapi, perawatan paling mudah adalah menjaga kebersihan mata kucing.

Belekan pada anabul bisa mengganggu penglihatannya. Oleh karena itu, diperlukan perawatan dan selalu jaga kebersihan area mata kucing. Nah, sekarang kita akan bahas mengenai cara merawatnya.

Bagaimana Cara Merawat Mata Kucing Agar Tidak Belekan?

Seperti yang dibahas di atas, mata belekan bisa terjadi karena adanya infeksi virus maupun bakteri. Oleh karena nya, melakukan vaksinasi sesuai dengan kebutuhan kucing bisa menghindari masalah mata.

Ketika kucing sudah terlanjur belekan, Anda bisa membantunya dengan cara yang nyaman seperti menggunakan kapas yang sudah dicelupkan pada air hangat kemudian bersihkan dari sudut ke arah luar.

Untuk menghindari hal hal yang tidak kita inginkan, disarankan agar tidak menggunakan obat tetes maupun pencuci mata yang dijual bebas kecuali Anda sudah berkonsultasi dengan dokter hewan. Kenapa? Perawatan adalah bagian penting, Anda tidak bisa sembarangan agar tidak memperburuk kondisi kesehatan kucing.

Kapan Harus Ke Dokter Hewan? 

Anda bisa segera memeriksakan kondisi kesehatan anabul ke dokter hewan jika dirasa belekan nya tidak berkurang. Pet Care bisa menjadi solusi terbaik ketika Anda sedang membutuhkan dokter hewan. 

Saat ini layanan dokter hewan ke rumah dari Pet Care sudah tersedia di banyak daerah sehingga bisa menjangkau lebih banyak lokasi. Hubungi call center Pet Care agar segera mendapatkan konsultasi dari dokter hewan berpengalaman.

vaksin booster kucing

Suntikan Vaksin Pertama dan Booster Pada Kucing Lebih Baik Sama, Benarkah?

Vaksin booster kucing harus sama dengan merek vaksin pertama? Pertanyaan ini mungkin ada dibenak Anda para pemilik hewan saat akan melakukan vaksin booster untuk hewan kesayangan. Vaksin sendiri diketahui sangat penting untuk menjaga tubuh kucing dari viru dan penyakit yang berbahaya.

Setelah melakukan vaksin pertama, kucing akan melakukan vaksin lanjutan agar antibodi yang ada di tubuhnya tetap kuat untuk melawan penyakit dan menjaga tubuh kucing. Untuk itu, vaksin booster juga merupakan bagian terpenting yang tidak boleh Anda abaikan.

Karena sama pentingnya, maka Anda juga tidak bisa sembarangan melakukan vaksin booster untuk kucing kesayangan Anda. Pet Care akan berbagi informasi seputar vaksinasi tahap pertama sampai booster. Simak terus penjelasannya.

Merek Vaksin Apa Saja yang Paling Sering Dipakai?

Anda harus tahu beberapa merek vaksin yang paling sering dipakai. Mengetahui merek vaksin akan memudahkan Anda dalam menemukan vaksin lanjutan yang cocok untu kucing. Beberapa merek vaksin yang sering dipakai adalah felocell, nobivac, defensor dan rabisin.

Kenapa Vaksin Pertama dan Booster Harus Sama?

Pemberian merek vaksin yang sama pada tahap booster dilakukan dengan tujuan agar dapat memberikan proteksi yang lebih optimal terhadap jenis penyakit spesifiknya. Selain itu, efektivitas vaksin nya juga akan meningkat dibandingkan jika Anda tidak menggunakan merek yang sama. Banyak dokter hewan juga yang menyarankan untuk tetap menggunakan merek vaksin yang sama.

Sebaiknya Anda mengkonsultasikan terlebih dahulu ke dokter hewan jika ingin menggunakan vaksin booster dengan merek yang berbeda. Hal ini dilakukan agar anabul kesayangan Anda bisa terus sehat dan mempunyai antibodi yang maksimal untuk menjaga nya dari serangan virus berbahaya.

Bagaimana Jika Stok Vaksin Tidak Tersedia? 

Vaksin dengan merek yang sama namun tidak tersedia merupakan hal yang sering dikeluhkan para pet owner. Namun, jangan khawatir karena Pet Care bekerja sama dengan banyak dokter hewan yang mana akan ada banyak merek vaksin yang tersedia di Pet Care.

Bagi kalian yang sedang mencari merek vaksin untuk vaksin booster kucing kesayangan, bisa mencoba menghubungi call center Pet Care untuk menanyakan kesediaan dan melakukan konsultasi untuk tindakan vaksinasi hewan peliharaan Anda.

Pet Care menyediakan layanan vaksin kucing dan anjing di rumah. Dokter hewan yang akan datang ke lokasi Anda merupakan dokter hewan pilihan dengan tingkat profesionalitas yang tinggi, berkompeten serta memiliki banyak pengalaman dalam melaksanakan vaksin untuk hewan.