Cara Mengobati Anjing Sakit

Cara mengobati aning sakit

Cara mengobati anjing sakit menjadi wawasan utama para pemilik anjing. Ketika anjing sakit, sudah menjadi tanggung jawab pemilik untuk memberikan perawatan dan pengobatan yang sesuai agar anjing dapat kembali ke aktivitas rutinnya.

Anjing sakit yang tak kunjung mendapatkan penanganan dapat membawa efek buruk hingga kematian. Berikut cara mengobati anjing sakit yang dapat dilakukan dari rumah:

Cara Mengobati Anjing Sakit Muntah dan Diare

Jika anjing sakit atau diare, ini adalah masalah umum yang dapat timbul dari infeksi, ubah pola makannya secara bertahap. Cara mengobati anjing sakit dengan kondisi diare adalah cegah anjing untuk memakan makanan di tempat kotor yang dapat menyebabkan gangguan saluran pencernaan.

Jika anjing sakit disertai dengan mengalami penurunan nafsu makan, tawarkan sedikit makanan daging putih seperti ayam rebus atau ikan rebus. berikan jumlah kecil setiap dua jam untuk hari pertama dan kemudian jumlah yang lebih besar lebih jarang untuk beberapa hari berikutnya. Jika semuanya tetap baik-baik saja, mulailah mencampur makanan yang biasa.

Lakukanlah konsultasi dengan dokter hewan di rumah untuk mengetahui tindakan pencegahan yang tepat untuk anjing anda di rumah.

Merawat Anjing yang Sudah Tua

Anjing sakit juga dapat disebabkan oleh usia. Anjing tua mengalami kondisi tubuh yang tidak sebugar anak anjing, yang terkadang membutuhkan perawatan di rumah. Panggil dokter hewan dari rumah untuk mengetahui perawatan yang tepat untuk anjing yang sudah tua.

Jika sedang bepergian, cara merawat anjing tua yang sakit dapat dilakukan dengan mesiapkan obat yang cukup untuk liburan dan akhir pekan berdasarkan resep dari dokter hewan anda. Jika Anda menghentikan pengobatan atau jika ada masalah, segera beritahu dokter hewan.

Mengobati Arthritis pada Anjing

Cara mengobati anjing sakit dengan penyakit radang sendi membutuhkan tempat tidur yang empuk untuk menyangga tubuh bagian atas dan bawah. Namun, jangan berikan obat pereda nyeri, segera panggil dokter dari rumah jika anjing dalam keadaan darurat untuk dilakukan tindakan medis.

Mengobati Infeksi Kulit pada Anjing

Anjing terlalu sering menggaruk tubuhnya dapat menyebabkan luka yang makin parah. Cara mengobati anjing sakit dengan masalah kulit adalah cegah anjing untuk menggaruk tubuhnya dengan memakaikan kaos kaki di kakinya serta pakaikan baju untuk melindungi tubuhnya dari cakaran kuku anjing saat menggaruk.

Rendam anjing dalam air garam atau dengan shampo kutu dengan Ph tertentu. Konsultasikan dengan dokter hewan mengenai shampo yang tepat untuk anjing anda. Pemakaian shampo khusus dapat meredakan penyebaran kutu hingga menenangkan kulit anjing dari infeksi kulit.

Memberikan vitamin pada anjing yang sakit dapat dimasukkan ke dalam makanannya. Pilih makanan dengan rasa yang kuat untuk menutupi obat seperti keju atau makanan basah.

Oleskan salep yang telah diresepkan oleh dokter pada bagian yang luka seperti telinga, leher, dan badan anjing dengan kapas atau tisu. Berikan secara rutin untuk pengobatan secara maksimal.

Memberikan Obat Tetes Mata

  • Bersihkan semua cairan yang keluar dari kelopak mata dengan kapas atau tisu
  • Teteskan satu tetes tepat ke mata, berhati-hatilah agar tidak menyentuh mata itu sendiri
  • Pakaikan corong pada leher untuk menghindarkan anjing menggosok area mata

Kunci utama dari cara mengobati anjing sakit adalah memastikan penyakit apa yang diderita oleh anjing. Lakukanlah konsultasi dengan dokter hewan dari rumah guna pelayanan cepat dan terpercaya. Dengan Pet Care, kini mengobati anjing sakit dapat dilakukan dari rumah.

Penyakit Pada Anjing

Anjing sangat rentan mengalami penyakit yang sulit dideteksi oleh pemiliknya. Penyakit pada anjing yang tidak segera diobati tersebut dapat menimbulkan masalah serius pada anjing anda.

Penyakit pada anjing

Anjing sakit umumnya disebabkan oleh makanan, kebiasaan, hingga lingkungan tempat mereka tinggal. Biasanya anjing tidak menunjukkan gejala yang signifikan saat mengalami masalah kesehatan.

Namun, sudah menjadi tanggung jawab kita sebagai pemilik untuk mengedukasi diri sendiri mengenai gejala umum penyakit pada anjing dan memastikan bahwa terdapat dokter hewan di lingkungan anda jika dalam keadaan darurat.

Penyakit yang Umum pada Anjing

Penyakit pada anjing yang dibiarkan lebih lama tanpa penanganan lebih lanjut dapat menyebabkan efek jangka panjang hingga kematian. Berikut beberapa penyakit yang umum terjadi serta gejalanya:

Penyakit Gigi

Penyakit anjing yang paling umum sebenarnya adalah Infeksi mulut. Masalah mulut yang sering terjadi adalah Tartar dan Gingivitis, penyakit yang lebih parah seperti abses gigi cenderung dialami oleh anjing yang berada pada usia yang lebih tua.

Penyakit gigi dapat dikenali dengan gejala seperti bau mulut, gigi goyang, adanya penurunan nafsu makan terutama pada dry food, keluar darah atau nanah dari mulut, terdapat benjolan pada gusi, hingga perubahan warna gigi.

Penanganan infeksi ini dapat dilakukan oleh dokter hewan dengan perawatan pembersihan gigi, pencabutan, hingga perawatan saluran akar gigi. Panggil dokter hewan ke rumah anda untuk melakukan konsultasi mengenai kondisi gigi anjing anda guna menghindari permasalahan serius pada gigi anjing anda di rumah.

Infeksi Telinga

Infeksi telinga adalah penyakit pada anjing yang sering kita jumpai. Alergi terhadap bahan-bahan tertentu dalam makanan dapat menyebabkan anjing mengalami infeksi telinga yang berulang. Kandungan seperti jagung, kedelai, dan gandum dalam makanan nya perlu diberikan perhatian khusus. Namun, Infeksi pada telinga sering terjadi pada anjing yang memiliki telinga besar.

Gejala paling umum infeksi telinga adalah anjing menggaruk telinganya secara berlebihan, menggelengkan kepala atau menggosokkan telinga di lantai atau perabotan.

Bersihkan telinga anjing dan panggil dokter hewan ke rumah untuk dilakukan pengobatan dengan antibiotik dan antijamur agar infeksi tidak menyebar ke bagian tubuh lain.

Kulit Gatal atau Infeksi Kulit

Alergi makanan dapat menyebabkan berbagai macam penyakit yang salah satunya adalah penyakit kulit. Jika anjing menggaruk tanpa henti, hal tersebut bisa menjadi gejala awal terjadinya infeksi kulit. 

Alergi makanan paling umum adalah jagung, gandum, dan kedelai yang kandungannya terdapat pada makanan anjing.

Infeksi awal dapat dicegah dengan memberikan makanan rendah alergen seperti daging domba dan nasi untuk meredakan rasa gatal pada tubuh anjing.

Infeksi kulit yang tidak segera ditangani dapat menyebabkan hot spots. Hot Spots dapat menimbulkan penyakit luka pada anjing yang sangat menyakitkan utamanya untuk anjing yang memiliki bulu tebal.

Panggil dokter hewan ke rumah untuk melakukan konsultasi jenis alergi kulit yang sedang diderita oleh anjing anda serta penanganan yang tepat untuk mengobatinya. 

Muntah dan Diare

Muntah dan diare penyakit pada anjing peliharaan yang paling umum. Namun, jika muntah dan diare dialami dengan intensitas tinggi dan tak kunjung reda, segera panggil dokter ke rumah untuk menghindari masalah yang lebih serius. 

Intensitas muntah dan diare yang tinggi biasanya disebabkan oleh cacing atau parasit yang menginfeksi usus anjing anda. Pengobatan yang tepat dari dokter hewan dapat meredakan gejala dan mengembalikan keaktifan anjing anda di rumah.

Obesitas

Nyeri atau kekakuan pada anjing anda selama menjalani aktivitas dapat menjadi sinyal obesitas. Cara mendeteksi obesitas paling mudah adalah mencari lokasi tulang rusuknya, jika tulang rusuk susah dijangkau, itu adalah indikasi terjadinya obesitas.

Tanda obesitas yang sulit disadari dapat membuat pemilik tidak menyadarinya, sehingga obesitas menjadi penyakit pada anjing yang kurang disadari oleh pemilik.

Masalah Saluran Kemih

Sering buang air kecil, terdapat darah dalam urin, menangis saat buang air kecil, hingga meningkatnya intensitas menjilat area genital secara obsesif dapat menjadi tanda adanya masalah saluran kemih pada anjing.

Segera panggil dokter hewan ke rumah untuk dilakukan diagnosa dan pemberian antibiotik agar penyakit pada anjing anda segera diobati.

Penyebab Kucing Cacingan

Penyebab kucing cacingan umumnya karena kucing melakukan kegiatan di luar ruangan dapat terkontaminasi kotoran-kotoran yang terinfeksi larva cacing sehingga menyebabkan adanya kembang biak larva cacing di usus kucing. Cacingan pada kucing maupun anak kucing hal yang umum terjadi.

Penyebab kucing cacingan

Tanda-Tanda

Kontaminasi cacing pada kucing dapat menjadi penyebab kucing cacingan dalam beberapa kasus, tetapi tidak menimbulkan gejala serta efek yang parah. Namun hal tersebut tergantung pada jenis cacing dan tingkat kebang biak cacing di tubuh kucing. Tubuh kucing yang terkontaminasi cacing biasanya menunjukkan gejala sebagai berikut:

  • Muntah disertai cacing
  • Diare (dengan atau tanpa darah)
  • Kotoran bertekstur lembek
  • Penurunan berat badan
  • Perut buncit
  • Kondisi tubuh menurun
  • Bulu kusam

Kucing cacingan ini biasanya disebabkan larva cacing terus mengalami perkembangan dalam tubuh kucing, maka akan diikuti dengan gejala penurunan aktivitas kucing, dehidrasi, bibir dan gusi pucat, mudah terkejut.

Dampak Cacingan pada Kucing

Kasus-kasus cacingan pada kucing umumnya memiliki dampak yang tidak signifikan. Namun, dalam beberapa kasus, cacingan pada kucing mampu mempengaruhi berat badan kuci, hingga menyebabkan kematian. Penyebab kucing cacingan akibat infeksi cacing dengan jenis tertentu bahkan dapat menimbulkan reaksi yang lebih serius seperti:

  • Infeksi kulit yang parah
  • Kebutaan
  • kejang
  • Pendarahan pada paru-paru, hati, usus, mata, bahkan seluruh tubuh. 

Penyebab kucing cacingan ini dipengaruhi oleh larva cacing bermigrasi dalam tubuh kucing. Cacingan pada kucing jika tidak segera diobati dapat menyebabkan kematian bagi kucing sehingga dalam kondisi ini, pemilik kucing dianjurkan untuk segera menghubungi dokter hewan untuk penanganan lebih lanjut. 

Penyebab

Mayoritas kucing dapat terinfeksi beberapa jenis cacing usus, salah satu penyebab kucing cacingan yang paling umum adalah cacing gelang, cacing tambang, dan cacing pita. Infeksi cacing tersebut menyebabkan beberapa masalah kesehatan yang dalam beberapa kasus membahayakan kucing.

Memahami cara penularan cacing pada kucing mampu membantu pemilik hewan memberikan tindakan pencegahan. Berikut cara penularan infeksi yang paling umum.

  • Larva Cacing di Lingkungan 
  • Dari Kutu
  • Berburu 
  • Air Susu Induk

Cara Mengatasi Cacingan pada Kucing

Penularan infeksi cacing pada kucing pada anak-anak maupun orang dewasa dapat dicegah dengan penerapan prinsip-prinsip kebersihan dan memberikan obat cacing secara rutin. Tindakan pencegahan untuk meminimalisir munculnya penyebab kucing cacingan pada kucing sangat diperlukan.

Pemberian obat cacing secara teratur bahkan sebelum muncul gejala cacingan pada kucing mampu membasmi cacing serta mencegah infeksi ulang pada tubuh kucing. Edukasi kebersihan pada anggota keluarga juga sangat diperlukan untuk meminimalisir penularan dari kucing ke anggota keluarga.

Melakukan tindakan pencegahan seperti menjaga kebersihan terutama untuk anak-anak yang harus diberikan pemahaman dampak buruk berbagi piring makanan dengan kucing serta mencuci tangan setelah membelah atau bermain dengan kucing sehingga risiko yang menjadi penyebab kucing cacingan dapat diminimalisir.

Untuk mendeteksi adanya cacing pada tubuh kucing kesayangan anda, hubungi dokter hewan untuk melakukan konsultasi dan pengecekan. 

Pencegahan infeksi cacing pada kucing yang lebih banyak beraktivitas di dalam ruangan dapat dilakukan dengan membersihkan kotak pasir setiap hari, serta menggosok kotak kotoran secara teratur untuk meminimalisir kotoran kucing terkontaminasi larva cacing yang dapat menjadi penyebab kucing cacingan.

Sedangkan untuk kucing yang lebih banyak beraktivitas di luar ruangan, dapat dilakukan tindakan pencegahan seperti membersihkan kotoran kucing dari halaman rumah, kotak pasir, dan taman-taman bunga untuk meminimalisir penyebaran siklus hidup parasit.

Dari semua cara pencegahan hingga mengatasi cacingan pada kucing yang telah disebutkan, bertemu dengan dokter hewan untuk memeriksa kondisi kucing dapat mempermudah menentukan penyebab kucing cacingan hingga tindakan penanganan yang tepat dalam cara merawat kulit kucing kesayangan anda di rumah. 

Mengatasi Kucing Stres

Mengatasi kucing stres menjadi pengetahuan umum untuk pemilik hewan berbulu mungil ini. Permasalahan stres pada kucing memiliki dampak yang signifikan pada kesehatannya.

Mengatasi kucing stres

Stres pada kucing biasanya dipengaruhi oleh berubahnya lingkungan yang ia tempati. kucing-kucing itu tertekan oleh hal-hal yang mungkin dialami semua hewan peliharaan pada satu waktu atau yang lain seperti: 

  • Periode suhu dingin
  • Jadwal yang diubah
  • Perubahan siapa yang merawat mereka atau di mana mereka tinggal
  • Memindahkan atau menata ulang perabotan atau mainan dari lingkungannya
  • Suara keras, tidak adanya tempat persembunyian atau tempat bertengger
  • Perubahan mendadak dalam diet.

Seringkali sulit untuk mengetahui apakah kucing Anda sedang stres. Perilaku mereka mungkin berubah secara tidak signifikan, atau mereka mungkin mulai melakukan hal-hal yang Anda anggap ‘nakal’. Stres yang berkelanjutan dapat berbahaya bagi kesehatan kucing Anda, jadi penting untuk mengawasi perilakunya. Oleh karena itu pemilik wajib mengetahui tanda-tanda stres pada kucing agar dapat mengatasi stres pada kucing.

Kenali Tanda Kucing sedang Stres

Cara mengatasi kucing stres diawali dengan mengetahui tanda-tanda kucing sedang stres. Banyak dari tanda-tanda stres yang mirip dengan saat kucing Anda sedang sakit. Dengan perubahan perilaku yang tidak biasa, panggil dokter hewan dari rumah untuk segera dilakukan pemeriksaan mengenai kondisi kucing Anda. Tanda-tanda stres dapat dikenali dengan dua jenis, yaitu tanda secara fisik dan tanda dari kebiasaan. Berikut penjelasannya:

mengatasi kucing stres

Tanda Kucing sedang Stres Secara Fisik

  • Diare
  • muntah
  • Bercak botak besar atau luka pada bulu yang disebabkan oleh perawatan berlebihan
  • Hidung dan mata berair (misalnya kucing ‘flu’)
  • Makan barang-barang non-makanan seperti plastik atau wol (ini disebut ‘pica’)
  • Nafsu makan buruk atau makan kurang dari biasanya
  • Terlihat lesu dan tidur lebih dari biasanya
  • Makan dan/atau minum berlebihan
  • Penurunan berat badan atau penambahan berat badan secara tiba-tiba
  • Bulu terlihat kusam

Tanda Kucing sedang Stres dari Kebiasaannya

  • Menggaruk berlebihan pada furnitur
  • Perilaku agresif yang ditujukan kepada Anda, keluarga atau pengunjung Anda
  • Perilaku agresif yang diarahkan pada hewan peliharaan lain di rumah
  • Mengeong berlebihan
  • Penarikan diri dari Anda dan keluarga, tidak lagi tertarik berinteraksi dengan Anda
  • Tidak responsif terhadap hal-hal yang terjadi di sekitar mereka (mereka tidak melompat atau dikejutkan oleh suara keras atau gerakan cepat)
  • Kewaspadaan konstan dan melompat pada setiap suara atau gerakan yang tiba-tiba
  • Sering bersembunyi saat berada di rumah (misalnya di bawah sofa atau tempat tidur, di atas lemari)
  • Over grooming

Cara Mengatasi Kucing yang sedang Stres

Setiap kucing berbeda dan apa yang mungkin menyebabkan satu kucing stres berbeda antara satu kucing dengan kucing lainnya. Penyebab masalah perilaku kucing Anda seringkali sulit untuk diidentifikasi, terutama jika ada sejumlah faktor yang mempengaruhi.

Mengatasi kucing stres dapat dilakukan dengan mengenali tanda-tanda penyebabnya. Berubahnya lingkungan tempat tinggal kucing dapat menjadi penyebab stres yang paling umum dialami oleh kucing. Apabila kucing baru diadopsi, biarkan mereka beradaptasi dengan lingkungan baru mereka.

Hindarkan kucing dari anak-anak agar meminimalisir gerakan-gerakan mendadak yang membuat kucing stres. Mengatasi kucing stres akibat terkejut oleh gerakan atau suara-suara keras dapat dilakukan dengan menempatkan kucing pada ruangan yang tenang.

Membeli rumah atau tempat bermain kucing juga dapat mengatasi kucing stres. Adanya tempat bertengger atau bermain membuat kucing lebih mudah beradaptasi dengan lingkungan baru.

mengatasi kucing stres

Terakhir, beri kucing makanan dan snack sehat. Perubahan makanan pada kucing dapat memicu stres. Jika terpaksa harus mengganti makanan kucing, berikan secara bertahap untuk menghindari stres pada kucing. Apabila kucing menolak untuk makan, campur makanan baru dengan makanan lama untuk mengatasi stres pada kucing akibat perubahan pola makan mereka.

Memelihara Anjing Samoyed, Yuk Simak Tips-Tipsnya

Memelihara anjing samoyed memembutuhkan banyak tenaga mengingat Samoyed menjadi salah satu ras anjing paling tua di dunia. Kecerdasan dan kesetiaan anjing samoyed menjadi daya tarik tersendiri bagi pecinta hewan. Karakteristik yang berbeda dari ras anjing lainnya, anjing samoyed memerlukan pemeliharaan khusus yang disesuaikan dengan tubuhnya.

Memelihara anjing samoyed

Samoyed merupakan satu dari 14 ras anjing purba yang memiliki kemiripan genetik dengan serigala. Senyum bibir yang melengkung hingga mulut tertutup menjadi ciri khas yang mudah dikenali. Samoyed juga memiliki bulu yang unik sehingga membuat kagum para pemiliknya.

Anjing yang Cerdas

Kecerdasan anjing samoyed dapat menjadi alternatif terapi untuk anak-anak maupun lansia. Anjing samoyed cenderung rukun dengan hewan peliharaan lain, tetapi perlu perhatian khusus saat memperkenalkan hewan satu sama lain.

Anjing samoyed sangat cerdas, mudah bosan, dan berkembang ketika diberi tugas untuk diselesaikan. Dibutuhkan pemilik yang berbakat dalam pelatihan untuk memberikan hasil yang terbaik. Anjing samoyed memiliki banyak energi dan membutuhkan olahraga yang cukup.

Berikut adalah tips terbaik untuk memelihara anjing Samoyed agar mereka dapat hidup sehat:

Memelihara Anjing dari kutu dan parasit

Anjing samoyed adalah anjing besar dan berbulu dengan banyak bulu, sangat mudah bagi kutu, kotoran kutu, dan parasit untuk bersembunyi di bulu Samoyed. Cari titik-titik hitam yang bergerak, yang mungkin kutu, atau bintik hitam, yang mungkin kotoran kutu, dan indikasi mungkin ada kutu.

Dengan bulu yang begitu tebal, bahkan sulit untuk mendeteksi masalah kulit, jadi penting untuk memelihara bulu dan kulit anjing Samoyed setiap hari untuk memastikan mereka tidak memiliki kutu, kotoran kutu, kutu atau jenis parasit lainnya.

Menjaga Anjing Samoyed Anda bebas dari kutu dan kutu adalah hal yang penting dalam memelihara anjing Samoyed. Pencegahan kutu dan kutu harus dilakukan sepanjang tahun dan perawatan harus segera dimulai untuk mencegah masalah yang lebih besar.

Pelatihan Rutin

Anjing samoyed bukan hanya anjing besar, tetapi anjing yang sangat cerdas. cara memelihara anjing samoyed berikutnya dengan mereka seperti melatihnya tentang perintah dasar, aturan rumah, bekerja dengannya saat melanggar rumah, dan latih dia dengan tali.

memelihara anjing samoyed

Perawatan Rutin

Memelihara bulu anjing samoyed merupakan hal yang wajib dilakukan karena bulu putihnya yang tebal dan berlapis ganda. Perawatan yang tepat untuk Samoyed Anda dimulai dengan menyisir mereka setiap hari, dan bahkan lebih sering selama musim rontok yang berat.

memelihara anjing samoyed

Memelihara kebersihan bulu anjing samoyed juga dapat dilakukan dengan memandikan Anjing Samoyed Anda setiap tiga minggu sekali. Jika Anda tidak menyukai perawatan mendetail untuk memotong dan memangkas bulu, atau kuku, memanggil jasa perawatan grooming dari rumah adalah solusi yang paling tepat. 

Samoyed adalah anjing yang luar biasa karena berbagai alasan dan jika mereka mendapatkan cinta dan perhatian yang baik yang layak mereka dapatkan, anjing-anjing ini dapat menjadi teman yang sangat baik untuk Anda dan keluarga Anda selama bertahun-tahun.

Ini adalah tiga tips teratas untuk memelihara anjing Samoyed Anda. Untuk tips yang lebih baik tentang cara merawat anjing samoyed, Anda dapat memanggil dokter hewan dari rumah untuk mengetahui perawatan yang tepat untuk hewan peliharaan anda di rumah. 

Kucing Kurang Nyaman di Rumah, Kenali Tanda-Tandanya

Kucing kurang nyaman di rumahKucing kurang nyaman biasanya terjadi saat Anda untuk pertama kalinya membawanya pulang kerumah. Namun, perubahan lingkungan dapat menimbulkan kecemasan bagi kucing. Menyediakan rumah dan lingkungan yang nyaman, dapat menjaga kucing Anda untuk tetap sehat dan bahagia.

 

Mengetahui apa yang diharapkan saat membawa pulang kucing baru akan sangat membantu dalam mengenalkan lingkungan baru, dan membantu Anda mengetahui jika ada sesuatu yang tidak beres dan mereka memerlukan perhatian medis.

Lingkungan Baru

Menyesuaikan diri dengan rumah baru mereka adalah hal yang sangat normal bagi kucing Anda. Waktu, kesabaran, konsistensi, dan yang terpenting, kasih sayang, sangat membantu kucing baru merasa nyaman di rumah barunya.

Masa transisi dapat berlangsung beberapa hari, beberapa minggu, atau beberapa bulan. Kucing dewasa sering membutuhkan lebih banyak waktu untuk menyesuaikan diri daripada anak kucing. Perlu bagi Anda untuk mengenali tanda-tanda kucing kurang nyaman di rumah selama masa penyesuaian.

Kucing Anda Sering Bersembunyi

Mereka memang memiliki jiwa sosial yang lebih rendah daripada yang lain. jika mereka bersembunyi sepanjang waktu, dan tidak melakukan kegiatan yang biasa mereka lakukan, hal tersebut bisa menjadi tanda kucing kurang nyaman.

Namun, jika Anda memperhatikan bahwa itu berlanjut selama beberapa hari, panggil dokter hewan dari rumah untuk penanganan lebih lanjut. 

Kucing Lebih Agresif

Jika mereka agresif tanpa alasan yang diketahui, hal tersebut bisa menjadi tanda kucing kurang nyaman. Menurut iHeart Cats, kebosanan dapat menimbulkan kecemasan bagi kucing yang membutuhkan perhatian, dan melampiaskan rasa frustrasinya pada barang-barang Anda adalah salah satu cara mereka mengungkapkan ketidakpuasannya

Kucing tidak Mau Menggunakan Kotak Kotorannya

Tanda kucing kurang nyaman di rumah selanjutnya bisa dikenali dengan perilaku mereka yang tidak mau menggunakan kotak kotoran atau litter box untuk buang air kecil atau besar. Hal tersebut menyebabkan mereka buang air kecil di sudut-sudut ruangan untuk memberikan tanda daerah kekuasaannya.

Kucing Menjadi Sangat Penakut

Secara umum, mereka tidak suka dikejutkan. Jika mereka menjadi takut hingga menyebabkan mereka gemetar secara teratur menjadi tanda bahwa kucing kurang nyaman dengan situasi tersebut. Terkadang pemilik hewan tidak menyadari kondisi tersebut dan cenderung menganggap hal tersebut adalah hal yang wajar terjadi pada hewan. Namun, situasi tersebut menandakan bahwa sudah waktunya untuk mempertimbangkan bahwa mereka butuh suasana yang tenang.

Pola Makan Kucing Berubah

Merwka biasanya memakan segala sesuatu yang terlihat, atau berhenti makan sama sekali, bisa jadi kucing Anda kurang nyaman di rumah. Namun, sebelum Anda menentukan bahwa kucing Anda cemas, penting untuk menyingkirkan masalah medis lainnya terlebih dahulu.

kucing kurang nyaman di rumah

Panggil dokter hewan dari rumah jika kucing menolak makanan dalam jangka waktu lama, pengobatan medis serta konsultasi dari dokter hewan mampu mencegah penyakit yang tidak terdeteksi.

Kucing Tidak Bersemangat

Tanda kucing kurang nyaman di rumah juga dapat dilihat dari minat mereka untuk bermain atau berinteraksi dengan pemiliknya. Sementara kucing yang lesu dapat menandakan segudang masalah kesehatan kucing, segera berikan penanganan yang tepat dengan panggil dokter hewan dari rumah untuk mencegah kemungkinan masalah kesehatan lainnya.

kucing kurang nyaman di rumah

Kucing Menghindari Aktivitas Normal

Jika mereka menghindari melakukan aktivitas yang biasanya mereka lakukan, ini berpotensi menjadi tanda kucing anda kurang nyaman di rumah. Perhatikan perilaku kucing anda, pemilik yang tidak acuh biasanya tidak menyadari tanda-tanda tersebut. Jika hal tersebut berlangsung dalam jangka panjang segera lakukan perawatan serta konsultasi dengan dokter hewan dari rumah.