Pet-Care

Mengapa Telinga Kucing Berjamur Bisa Terjadi? Kenali Cirinya

Pernahkah kamu melihat kucing menggaruk telinganya terus-menerus hingga terlihat merah, kotor, bahkan berbau tidak sedap? Kondisi tersebut sering kali disebabkan oleh telinga kucing berjamur. 

Masalah ini cukup umum terjadi, tetapi sering diabaikan oleh pemilik hewan karena dianggap sekadar kotoran telinga biasa. Padahal, infeksi jamur pada telinga kucing dapat menimbulkan rasa gatal luar biasa, nyeri, dan bahkan memengaruhi pendengaran jika tidak segera ditangani. Memahami penyebab dan gejalanya menjadi langkah penting agar kucing terhindar dari masalah kesehatan serius.

Penyebab Telinga Kucing Berjamur

Jamur yang menyerang telinga kucing umumnya berasal dari jenis Malassezia, yaitu jamur ragi yang sebenarnya ada secara alami di kulit maupun saluran telinga. Dalam kondisi normal, keberadaannya tidak menimbulkan masalah. Namun, ketika daya tahan tubuh kucing menurun atau kebersihan telinga kurang terjaga, jamur dapat berkembang biak secara berlebihan hingga memicu infeksi.

Selain faktor daya tahan tubuh, ada juga beberapa penyebab lain. Kelembapan yang tinggi di area telinga sering menjadi pemicu utama. Telinga yang jarang dibersihkan dan sering terkena air, misalnya setelah mandi tanpa pengeringan yang benar, menjadi tempat ideal bagi jamur untuk berkembang. Faktor lingkungan yang lembap juga berperan, terutama jika kucing sering berada di tempat basah atau kurang mendapatkan sinar matahari.

Kondisi medis tertentu, seperti alergi, infeksi bakteri, atau adanya parasit telinga seperti tungau, dapat memperburuk keadaan. Semua hal tersebut menciptakan lingkungan yang ideal bagi jamur untuk tumbuh lebih cepat.

Gejala Telinga Kucing Berjamur

Gejala telinga kucing berjamur biasanya terlihat jelas jika diperhatikan dengan saksama. Salah satu tanda paling umum adalah kucing sering menggaruk telinganya secara berlebihan. Bahkan, beberapa kucing sampai menggelengkan kepala berkali-kali karena merasa tidak nyaman.

Jika diperiksa lebih dekat, telinga yang terinfeksi jamur akan tampak kemerahan, bengkak, dan terkadang mengeluarkan cairan berwarna kecokelatan atau kehitaman. Bau tidak sedap yang cukup menyengat juga menjadi ciri khas infeksi jamur pada telinga kucing.

Selain itu, bulu di sekitar telinga bisa rontok karena kucing terus menggaruk. Pada kasus yang lebih parah, kucing tampak lemas, kehilangan nafsu makan, hingga terlihat gelisah karena rasa gatal dan nyeri yang tidak tertahankan. Jika infeksi dibiarkan terlalu lama, pendengaran kucing juga dapat terganggu.

Dampak Telinga Kucing Berjamur Jika Tidak Diobati

Banyak pemilik kucing yang menganggap sepele infeksi jamur pada telinga. Padahal, jika tidak segera ditangani, kondisi ini dapat menimbulkan dampak serius. Infeksi yang dibiarkan berlarut-larut bisa menyebar ke bagian dalam telinga dan menimbulkan radang telinga tengah. Hal ini tentu membuat kucing semakin menderita karena rasa sakitnya bertambah parah.

Selain itu, infeksi kronis dapat merusak struktur telinga, menyebabkan jaringan parut, dan mengurangi kemampuan pendengaran. Bahkan, kucing berisiko mengalami komplikasi lain seperti infeksi bakteri sekunder yang lebih sulit diatasi. Oleh sebab itu, penting untuk tidak menunda penanganan ketika gejala awal mulai terlihat.

Cara Mengatasi Telinga Kucing Berjamur

Langkah pertama dalam mengatasi telinga kucing berjamur adalah memastikan diagnosis yang tepat. Membawa kucing ke dokter hewan menjadi hal yang sangat penting. Dokter biasanya akan melakukan pemeriksaan fisik dan melihat sampel kotoran telinga di bawah mikroskop untuk memastikan adanya jamur.

Perawatan yang diberikan dapat berupa obat tetes telinga khusus antijamur, pembersih telinga, hingga obat oral jika infeksi sudah cukup parah. Pemilik kucing juga perlu rutin membersihkan telinga dengan larutan pembersih yang direkomendasikan oleh dokter, bukan dengan kapas biasa yang justru berisiko mendorong kotoran lebih dalam.

Selain perawatan medis, menjaga kebersihan lingkungan tempat kucing tinggal sangat berpengaruh. Pastikan area rumah tetap kering, bersih, dan tidak terlalu lembap. Jika kucing baru saja dimandikan, telinga harus dikeringkan dengan benar agar tidak ada air yang tersisa. Pemberian makanan bergizi juga penting untuk meningkatkan daya tahan tubuh sehingga jamur tidak mudah kambuh.

Pencegahan Telinga Kucing Berjamur

Mencegah selalu lebih baik daripada mengobati. Untuk menghindari telinga kucing berjamur, pemilik harus rutin memeriksa telinga hewan peliharaannya. Membersihkan telinga dengan cairan khusus yang aman untuk kucing minimal seminggu sekali akan membantu mengurangi risiko pertumbuhan jamur.

Selain itu, perhatikan pola makan yang seimbang. Nutrisi yang tepat akan meningkatkan sistem kekebalan tubuh sehingga kucing tidak rentan terhadap infeksi. Jangan lupa untuk memberikan vaksinasi sesuai jadwal dan pemeriksaan rutin ke dokter hewan agar masalah kesehatan bisa terdeteksi lebih awal.

Menjaga lingkungan tempat tinggal kucing agar tidak terlalu lembap juga sangat penting. Jika kucing sering berada di luar rumah, pastikan ia tidak terlalu sering bermain di tempat yang kotor atau basah.

Telinga kucing berjamur bukanlah masalah ringan. Kondisi ini dapat menyebabkan rasa gatal, nyeri, dan bahkan menurunkan kualitas hidup kucing jika dibiarkan terlalu lama. Penyebab utamanya adalah pertumbuhan jamur yang berlebihan akibat kebersihan telinga yang buruk, kelembapan tinggi, hingga daya tahan tubuh yang menurun.

Perawatan medis dari dokter hewan sangat dibutuhkan, biasanya dengan obat tetes telinga, obat oral, dan pembersih khusus. konsultasikan dengan dokter hewan terdekat dengan menghubungi layanan call center Pet Care. Pet Care memberikan layanan dokter hewan terdekat yang siap datang langsung ke lokasi Anda. 

Dengan perhatian dan perawatan yang tepat, telinga kucing akan tetap sehat, terbebas dari jamur, dan kucing pun bisa hidup dengan nyaman tanpa rasa gatal yang mengganggu.

Jadi, jangan ragu untuk hubungi Pet Care.

Exit mobile version