Site icon Pet-Care

Mata Belekan? Jangan Anggap Remeh Chlamydiosis Kucing

Pernahkah terlintas pertanyaan mengapa kucing sering mengalami masalah pada mata, seperti belekan terus-menerus atau mata merah berkepanjangan? Banyak pemilik mengira hal tersebut hanya akibat debu atau iritasi ringan. Namun, kondisi itu dapat mengarah pada penyakit serius bernama Chlamydiosis kucing. Penyakit ini sering kali diremehkan, padahal jika dibiarkan akan menular pada kucing lain bahkan mempengaruhi kualitas hidupnya.

Apa Itu Chlamydiosis Kucing

Chlamydiosis kucing adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh bakteri Chlamydia felis. Infeksi ini umumnya menyerang mata dan menyebabkan peradangan konjungtiva atau dikenal dengan konjungtivitis. Pada kasus tertentu, bakteri tersebut juga mempengaruhi saluran pernapasan sehingga menimbulkan gejala yang lebih kompleks.

Penyakit ini banyak dijumpai pada kucing rumahan maupun kucing liar, terutama yang hidup dalam kelompok besar seperti penampungan atau pet shop. Lingkungan yang padat dengan kebersihan yang kurang terjaga membuat penyebaran Chlamydia felis semakin cepat. Karena sifatnya yang menular, satu kucing yang terinfeksi akan mudah menularkan pada kucing lain melalui kontak langsung, air liur, ataupun sekret dari mata.

Gejala Chlamydiosis Kucing

Chlamydiosis kucing memiliki gejala yang cukup khas, terutama pada bagian mata. Kucing yang terinfeksi akan menunjukkan tanda-tanda awal berupa mata merah, bengkak, dan berair. Dalam banyak kasus, keluarnya cairan dari mata berubah menjadi kental dan berwarna kuning kehijauan. Hal ini disertai rasa tidak nyaman yang membuat kucing sering menggaruk atau mengusap wajahnya.

Selain masalah pada mata, gejala lain yang sering muncul adalah bersin, batuk ringan, serta keluarnya cairan dari hidung. Kondisi ini semakin nyata pada kucing dengan sistem kekebalan tubuh lemah. Jika tidak segera ditangani, infeksi dapat berkembang menjadi lebih parah dan menyebabkan penurunan nafsu makan hingga kelesuan.

Penyebab dan Risiko

Penyebab utama Chlamydiosis kucing adalah infeksi bakteri Chlamydia felis. Bakteri ini mudah berkembang di lingkungan yang lembap dan kurang higienis. Penularan umumnya terjadi melalui kontak langsung antara kucing yang sehat dengan kucing yang terinfeksi. Misalnya saat berbagi tempat tidur, peralatan makan, atau melalui percikan air liur.

Kucing muda lebih rentan terserang penyakit ini dibandingkan kucing dewasa karena sistem imunnya belum sempurna. Selain itu, kucing yang belum divaksinasi memiliki risiko lebih tinggi untuk mengalami infeksi. Faktor stres juga berperan besar karena dapat menurunkan daya tahan tubuh, sehingga kucing lebih mudah terjangkit penyakit.

Dampak Kesehatan Akibat Chlamydiosis

Chlamydiosis kucing memang jarang menyebabkan kematian, tetapi dampaknya terhadap kesehatan cukup signifikan. Infeksi yang tidak ditangani dengan baik akan menyebabkan konjungtivitis kronis yang sulit disembuhkan. Kucing dapat mengalami iritasi mata berkepanjangan hingga gangguan penglihatan.

Selain itu, karena bakteri juga menyerang saluran pernapasan, kucing sering mengalami gangguan pernapasan berulang. Kondisi ini tentu mengurangi kualitas hidup hewan peliharaan, membuatnya tampak lesu, sulit makan, dan rentan terhadap infeksi sekunder. Dalam lingkungan dengan populasi kucing padat, penyakit ini dapat menyebar dengan cepat dan menimbulkan wabah kecil yang sulit dikendalikan.

Diagnosis Chlamydiosis Kucing

Diagnosis Chlamydiosis kucing tidak hanya dilakukan dengan melihat gejala mata yang meradang. Dokter hewan biasanya akan melakukan pemeriksaan fisik menyeluruh untuk menyingkirkan kemungkinan penyakit lain seperti infeksi virus herpes kucing atau calicivirus yang memiliki gejala mirip.

Untuk memastikan keberadaan Chlamydia felis, dokter dapat mengambil sampel cairan dari mata atau hidung untuk diperiksa di laboratorium. Pemeriksaan ini membantu menentukan apakah penyebab utama infeksi benar-benar berasal dari bakteri Chlamydia felis sehingga pengobatan yang diberikan lebih tepat sasaran.

Pengobatan Chlamydiosis Kucing

Chlamydiosis kucing dapat diatasi dengan pengobatan antibiotik, terutama yang berbasis tetrasiklin seperti doksisiklin. Antibiotik ini biasanya diberikan dalam jangka waktu beberapa minggu agar bakteri benar-benar hilang dari tubuh kucing. Selain itu, dokter juga sering memberikan obat tetes mata atau salep mata antibiotik untuk meredakan peradangan pada konjungtiva.

Selama masa pengobatan, kucing perlu dijaga kebersihannya. Mata yang mengeluarkan cairan harus rutin dibersihkan dengan kapas steril yang dibasahi air hangat. Kucing yang terinfeksi juga sebaiknya dipisahkan dari kucing lain untuk mencegah penularan. Dengan perawatan intensif, sebagian besar kucing dapat pulih dengan baik, meskipun beberapa kasus bisa berkembang menjadi kronis.

Baca Juga : Penyebab Mata Kucing Belekan dan Cara Merawatnya

Pencegahan Chlamydiosis Kucing

Mencegah tentu lebih baik daripada mengobati. Vaksinasi adalah langkah utama untuk mencegah Chlamydiosis kucing. Vaksin ini biasanya diberikan bersamaan dengan vaksin lain seperti vaksin flu kucing dan panleukopenia. 

Sekarang tidak perlu khawatir dan bingung untuk vaksinasi anabul. Pet Care menyediakan layanan vaksinasi yang siap datang ke rumah. Tenaga medis dari Pet Care bersertifikat lengkap dan berpengalaman.

Menjaga kebersihan lingkungan juga sangat penting. Tempat tidur, peralatan makan, dan pasir kucing harus rutin dibersihkan. Jika memiliki lebih dari satu kucing, hindari penggunaan peralatan makan dan minum yang sama. Isolasi kucing yang sakit adalah langkah tepat untuk mencegah penyebaran bakteri pada kucing lain.

Selain itu, perhatikan kondisi kesehatan secara keseluruhan. Nutrisi yang baik, lingkungan yang minim stres, serta pemeriksaan rutin ke dokter hewan akan memperkuat sistem kekebalan tubuh kucing sehingga tidak mudah terinfeksi penyakit.

Kapan Harus Menghubungi Dokter Hewan?

Chlamydiosis kucing adalah penyakit yang sering dianggap sepele, padahal memiliki dampak besar terhadap kesehatan kucing. Gejala utama berupa infeksi mata merah, bengkak, dan berair sering kali tidak langsung ditangani sehingga berkembang menjadi infeksi kronis. Penyebab utama penyakit ini adalah bakteri Chlamydia felis yang menular dengan cepat antar kucing.

Meskipun tidak selalu mematikan, penyakit ini menurunkan kualitas hidup kucing karena menimbulkan gangguan penglihatan, gangguan pernapasan, dan infeksi berulang. Diagnosis yang tepat, pengobatan antibiotik, serta isolasi kucing yang sakit merupakan langkah penting untuk menghentikan penyebaran.

Pencegahan melalui vaksinasi, kebersihan lingkungan, dan perawatan kesehatan rutin adalah kunci utama agar kucing terhindar dari penyakit ini. . Pet Care menyediakan layanan vaksinasi yang siap datang ke rumah. Jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter hewan terdekat dengan menghubungi layanan call center Pet Care.

Pet Care memberikan layanan dokter hewan terdekat yang siap datang langsung ke lokasi Anda. Tenaga medis Pet Care dijamin bersertifikat dan berpengalaman merawat kucing Anda di rumah. 

Jangan ragu segera hubungi Pet Care!

Exit mobile version